Nasi jenggo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Salah satu stan penjual nasi jenggo di Denpasar, Bali

Nasi jenggo (atau nasi jinggo) adalah makanan siap saji khas Bali yang dikemasan daun pisang dengan porsi kecil. Sebelum krismon tahun 1997, nasi jenggo dijual per porsi seharga Rp 1500,- (dalam bahasa Hokkien, jeng go memiliki arti "seribu lima ratus"). Kini, harga satu porsi nasi jenggo adalah sekitar Rp 2000,- sampai Rp 4000,-. [1][2] Karena porsi nasi jenggo sangat sedikit, pembeli biasanya membeli nasi jinggo sebanyak beberapa bungkus agar dapat kenyang.

Selain dijual di jalan, kini nasi jinggo menjadi sajian alternatif untuk berbagai upacara religius seperti ngaben, perayaan ulang tahun, dan rapat.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah nasi jinggo dimulai semenjak thun 1980an.[4] Menurut para penjual, nasi jinggo pertama kali dijual di Jalan Gajah Mada, Denpasar. Di tempat tersebut terdapat Pasar Kumbasari yang beraktifitas selama 24 jam. Banyak orang di pasar yang begadang dan perlu makanan pengganjal perut di malam hari.[5] Penjual nasi jinggo pertama kali adalah sepasang suami-istri yang berjualan dari sore hingga malam. Kreasi mereka sangat disukai sehingga ini banyak penjual nasi jinggo, tidak hanya di Denpasar tetapi juga kota-kot lain di Bali[4], bahkan hingga di luar Pulau Bali seperti di Kediri.[6]

Tidak ada yang tahu pasti darimana asal nama nasi jinggo berasal. Salah satu versi menyebutkan bahwa jinggo berasal dari bahasa Hokkien yang berarti "seribu lima ratus", sesuai dengan harga pasaran nasi jinggo sebelum krisis moneter di Indonesia. Versi lain menyebutkan nama jinggo berasal dari judul film "Djanggo" yang populer pada masa itu. Versi ketiga menyatakan bahwa nama Jenggo berasal dari kata "jagoan", yaitu para pengendara motor asli Bali.[4] Nasi jinggo ini merupakan makanan favorit para pengendara motor tersebut sehabis plesiran malam.[2]

Penyajian[sunting | sunting sumber]

Nasi jinggo disajikan dalam kemasan daun pisang. Isinya adalah nasi putih sekepalan tangan dengan lauk-pauk dan sambal. Lauk-pauk yang digunakan biasanya adalah sambal goreng tempe, serundeng, dan ayam suwir. Penjual nasi jinggo sekarang juga menjual nasi jinggo dengan nasi kuning, sementara lauknya divariasi dengan daging sapi atau babi.[4] Selain itu, nasi jinggo juga bisa disajikan dengan mie goreng dan telur.

Kultur populer[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Joko Wirata. 15 April 2014. Nasi Jinggo Bali].
  2. ^ a b Destriyana. 8 Desember 2012. Merdeka, Nasi jinggo, kuliner pedas khas Bali.
  3. ^ Peni Widarti. 24 Juli 2012. The Jakarta Post, "Bali Daily", ‘Nasi Jinggo’ a petite spicy companion in the dead of night.
  4. ^ a b c d Tanahlot. Nasi Jinggo: Cheap Balinese Favorite in Tanah Lot. (Inggris)
  5. ^ Wisata Kuliner Bali. 5 Top Fods Asli Bali.
  6. ^ Ayu Citra. 30 Mei 2014. Antara News, Menikmati Nasi Jinggo Khas Bali di Kediri.