Munawar Fuad Noeh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Dr. H. Munawar Fuad Noeh, MAg
Dr. H. Munawar Fuad Noeh, MAg
Latar Belakang Dr. H. Munawar Fuad Noeh, MAg
Lahir16 Mei 1970 (umur 49)
Bekasi, Jawa Barat
KebangsaanIndonesia
PekerjaanProfesional, Penggiat Perubahan, Penulis, Dosen dan Konsultan
Suami/istriDra. Hj. Ariyana Wahidah
AnakR. Adhela Shindy Farica
R. Arsya Millenio Fuad,
R. Farah Najwa Madiena
R. Muhammad Kaisar Khan
Orang tuaKH. Raden Noeh Inayatillah Ahmad (ayah)
Nyai Raden Hj Maskanah (ibu)
Situs webMunawar Fuad Noeh
AgamaIslam

Dr. H. Munawar Fuad Noeh, MAg (lahir di Bekasi, 16 Mei 1970; umur 49 tahun) dikenal dengan panggilan Bang Fuad atau Bang Kabek adalah seorang Penggiat Perubahan, Penulis, Dosen dan Konsultan Industrial Investment asal Indonesia. Selain itu Bang Fuad juga aktif sebagai Konsultan Program Sosial CSR/GCS (Corporate Social Responsibility/Good Corporate Governance), juga aktif sebagai Direktur Eksekutif di Kawasan Industri Internasional, Forum Investor Bekasi[1][2]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Bang Fuad terlahir di Kampoeng Babakan Cibarusah, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia, pada 16 Mei 1970, dari Ibu Nyai Raden Hj Maskanah dan KH. Raden Noeh Inayatillah Ahmad.

Bang Fuad menikah dengan Dra. Hj. Ariyana Wahidah, putri KH. Muhammad Thahir dan Ibu Nyai Hajjah Tazkiyah Thahir, Banyuwangi Jawa Timur, dianugerahi putra-putri: R. Adhela Shindy Farica, R. Arsya Millenio Fuad, R. Farah Najwa Madiena, dan R. Muhammad Kaisar Khan.

Menjalani masa pendidikan Sekolah Dasar di SDN Sukamanah Kampoeng Babakan Cibarusah selama masa 5 (lima) tahun. Melanjutkan pendidikan SLTP (Madrasah Tsanawiyah YASPIA Cibogo Cibarusah) dan SLTA (Madrasah Aliyah Cibogo Cibarusah) Bekasi. Pernah menekuni pendidikan Pesantren Tebu Ireng Jombang, Jawa Timur.

Puncak pendidikan formalnya menjalani Program Doktor dengan Riset: “Peranan Kyai Dalam Pemilu Presiden 2004": Studi Kasus Jawa Timur” (registrasi AHA060032) dalam bidang Sejarah dan Sains sosial di University Malaya, Malaysia.[3]

Hasil Risetnya dipublikasikan dalam buku: Kyai Dipanggung Pemilu Presiden: Dari Kyai Khos sampai Kyai High Cost, 2014. Sebelumnya, Fuad menyelesaikan studi di Pasca Sarjana IAIN Jakarta (1998) dalam bidang Studi Islam dan Tata Negara.[4]

Pengalaman kerja[sunting | sunting sumber]

Bang Fuad atau Bang Kabek, Sejak 1999 berpengalaman bekerja di lingkungan pemerintahan lebih dari 12 tahun hingga posisi terakhirnya mendapat kepercayaan sebagai Asisten Bidang Social Engineering (Hubungan Kelembagaan dan Sosial) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (hingga 2012). Fuad juga pernah bekerja sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informasi DR. H. Sofyan A Djalil (2005).

Pada saat kampanye Pilpres 2004, Fuad dipercaya Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono karena kompetensi, profesi dan pengalamannya, menjadi Staf Khusus Kandidat Presiden SBY yang menangani pengelolaan hubungan dan penggalangan aspirasi politik umat Islam dan Lintas Agama secara nasional. Kemampuannya dalam berinteraksi secara luas karena memiliki basis sosial-kultur-keagamaan dengan kalangan Pesantren, Pemimpin Islam dan Tokoh-Tokoh Lintas Agama membuat Fuad sangat fokus untuk terus ikut membangun komunikasi yang kuat dan kini tengah menata berbagai agenda strategis dalam kerangka pemberdayaan pesantren, perdesaan dan pembangunan secara lebih terarah dan menyeluruh.

Pada tahun 1999-2000, Fuad dipercaya mendampingi SBY saat menjadi Mentamben sebagai Tim Ahli Pemberdayaan Persepsi Publik Menteri Pertambangan dan Energi yang terkait dengan program pemberdayaan masyarakat, media relation dan eksternal relation dari kementerian Pertambangan dan Energi beserta BUMN yang berada di bawahnya seperti Pertamina, Aneka Tambang, PLN, PT. Timah, dsb.

Pekerjaannya sebagai Konsultan PR terus berkembang dengan menangani berbagai perkara PR yang terkait dengan personal, kebijakan pemerintah maupun kampus dan perusahaan swasta lainnya. Tak heran latar belakangnya sebagai aktivis sejati turut bersinergi dengan pekerjaan yang terus digelutinya sehingga terus menambah keluasan jaringan dan kekuatan akses-relasi di kalangan pemerintahan, wakil pemerintah, parlemen dan negara-negara luar negeri, kalangan militer dan kepolisian, politisi, pengusaha, media massa maupun lintas partai politik dan kalangan professional maupun praktisi di berbagai bidang.

Pengalaman organisasi[sunting | sunting sumber]

Beberapa aktivitas keorganisasian di tingkat nasional maupun internasional pernah digeluti oleh Bang Fuad. Saat ini bersama H. Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI, selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia, Bang Fuad dipercaya menjadi Sekretaris Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (2012-2017). Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai Wakil Bendahara LTNU (Lajnah Taklif Wan Nashr)/Badan Informasi, Komunikasi dan Publikasi PBNU (2015-2020); Majelis Pengurus Pusat ICMI sebagai Ketua Departemen Kajian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan (2015-2020); Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (PP MUI) sebagai Anggota Komisi Riset dan Pengembangan MUI Pusat (2015-2020). Fuad mendapatkan amanah sebagai PENASEHAT Bidang Perekonomian BUMDES, Pimpinan Pusat PARADE NUSANTARA (sejak 2015-sekarang).[5][6][7]

Bang Fuad juga mendapat kehormatan terpilih mewakili pemimpin muda Indonesia sebagai Vice President Pemuda Asia (the Asian Youth Council) di Seoul, Korea Selatan untuk Periode 2008-2011. AYC adalah sebuah lembaga independen yang menghimpun lebih dari 22 Organisasi kepemudaan resmi di negara-negara di kawasan Asia yang berdiri sejak 1975 dan menjadi partner yang diakui oleh lembaga Perserikatan Bangsa-bangsa. Kini, AYV berkantor di Kuala Lumpur, Malaysia.

Bang Fuad pernah menjadi Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Periode 2005-2008, sebuah organisasi resmi berskala nasional berdiri sejak 1973 yang menghimpun organisasi kepemudaan, kemahasiswaan, profesi dan pemuda lintas partai politik serta memiliki jaringan keorganisasian hingga seluruh provinsi, Kabupaten/kota dan Kecamatan se-Indonesia. Sebagai Sekretaris Jenderal, MOON menentukan kebijakan strategis dan penentuan para pemimpin pemuda di daerah provinsi dan dan Kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (2005-2010) sebuah organisasi kepemudaan Islam Moderat yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (Organisasi Islam terbesar di Indonesia), tertua, terbesar anggotanya hingga 45 juta orang dan terluas jaringannya hingga ke perdesaan secara nasional. Sebelumnya selama periode 2000-2005, Fuad menjadi Ketua di Pimpinan Pusat Ansor yang membidangi Hubungan Luar Negeri dan Media dan Komunikasi.[8][9]

Bang Fuad pernah terpilih sebagai Presiden Global Common Society (GCS) International Indonesia Chapter (2003-2005) sebuah LSM yang menjadi lembaga konsultasi yang tercatat bermitra dengan lembaga sosial-ekonomi di PBB yang bermarkas di Korea Selatan. Fuad juga pernah memegang posisi sebagai Wakil Sekretaris Jenderal SAMYO (South East Asia Muslim Youth Organization—Organisasi Pemuda Muslim Asia Tenggara) yang bermarkas di Singapura. Bersama-sama Pimpinan OKP Lintas Agama yang tergabung dalam Persaudaraan Anak Bangsa (PAB) yaitu Pemuda Muhammadiyah, Peradah, GAMKI, Gema Budhi, Gemaku, dan BKPRMI, Fuad menjadi Direktur Program Workshop dan Pelatihan The New Generation of Religius Leaders di berbagai daerah seluruh Indonesia.[10]

Di tingkat Jawa Barat, Bang Fuad mendirikan dan mengelola lembaga NGO dengan nama GSA Foundation (Gerakan Silih Asah Asih Asuh) sebagai untuk pengembangan dan penguatan keberdayaan masyarakat untuk menjadi a strong civil society. Di Kampus selama menjadi mahasiswa, Fuad pernah terpilih sebagai Ketua Presidium Mahasiswa Pascasarjana IAIN Jakarta (1996–1998) dan Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Jakarta (1992-1994).

Pengalaman Internasional[sunting | sunting sumber]

Bang Fuad terpilih sebagai Wakil Pesiden Pemuda Asia (Vice President of The Asian Youth Council) untuk periode 2008-2011, sebuah organisasi resmi partnership dengan lembaga PBB yang berdiri sejak 1972 dengan keanggotaan 27 negara di kawasan Asia.

Menjadi pembicara dalam seminar/workshop tingkat nasional/internasional. Sebagai Duta Perdamaian, Fuad mendapat berbagai kesempatan berharga untuk menghadiri pelbagai forum internasional dalam memenuhi undangan maupun seleksi lembaga internasional. Pada tahun 2008, Fuad diundang menghadiri agenda strategis di berbagai negara sebagai Nara Sumber, Pembicara dan peserta dialog antar bangsa untuk misi perdamaian dan diplomasi people to people di New Zaeland, Turki, maupun Korea Selatan.

Bang Fuad terpilih menyampaikan ceramah dan berdialog dengan komunitas masyarakat dalam misi The New Asian African’s Strategic Partnership di India, Sri Langka, dan China (14-15 Novomber 2007). Memimpin delegasi pemuda Indonesia dalam Forum Dialog Pemuda Malaysia-Indonesia (Malindo) di Selangor, Malaysia (6-9 Januari 2008) dan masih di forum pemuda, Fuad juga memimpin delegasi dan mempresentasikan pemikirannya tentang pemuda dan entrepreneurship dalam forum pertemuan pemuda Asia (Asia Youth Council) di Beijing, China pada 1-5 November 2008.

Kunjungan kenegaraan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Afrika Selatan di Africa Selatan (2005). MF terpilih memimpin Delegasi Pemuda NU bersama dengan Pemuda Muhammadiyah diundang ke Jepang untuk sebuah kunjungan kebudayaan dan persahabatan (2000). Pada 2002 melalui sebuah seleksi ketat Fuad terpilih dalam program The New Generation Seminar se- Asia Fasifik di Amerika Serikat dan berangkat ke Honolulu, New York dan Washington DC atas prakarsa East West Center di Hawaii (2002). Pada kesempatan tersebut Fuad mempresentasikan pemikirannya tentang Mengembangkan Tradisi Keagamaan Moderat Melawan Terorisme di depan para pemimpin pemuda se-Asia Pasifik dan mewakili peserta sebagai nara sumber di acara VOA (Voice of Amerika) yang ditayangkan secara interaktif pada program TV Amerika dan INDOSIAR di Indonesia.

Bang Fuad terpilih sebagai peserta Forum Indonesia-Australia untuk kunjungan resmi ke Australia (2004) atas undangan pemerintah Australia dengan mengikuti berbagai forum di berbagai universitas, parlemen, tokoh pemerintahan, politisi dan aktivis/tokoh Muslim dan pemuka lintas agama di Melbourne, Canberra dan Sydney. Sebelumnya secara khusus diundang berdialog dengan Perdana Menteri Australia tentang agenda dan masa depan komunitas muslim moderat.

Sebagai Presiden Global Common Society (GCS) Indonesia-Chapter, MOON diundang dalam berbagai forum Internasional dan menyampaikan pidato, baik di Korea Selatan(2003) maupun di Philipina (2004). Pada kesempatan lain, Fuad terpilih melalui seleksi mewakili delegasi pemuda Indonesia dalam Forum Konvensi Pemuda Dunia di Bangkok Thailand (2004).

Sebagai Ketua GP Ansor yang membidangi hubungan internasional interaksi pun terjadi dengan melakukan komunikasi, dialog dan hubungan kerjasama dengan para wakil negara-negara luar negeri di Indonesia maupun kerjasama lintas organisasi non pemerintah, baik dari kawasan Timur maupun Barat. Memimpin delegasi Ansor atas undangan pemerintah Singapura untuk kunjungan persahabatan dengan pemerintah, Profesional dan NGO di Singapura (2002).

Menjadi Nara Sumber ataupun partisipan dalam berbagai forum strategis di lingkungan pemerintah, perusahaan; lembaga militer baik di dalam dan luar negeri serta forum di berbagai daerah; sehingga dapat memahami berbagai situasi dan kondisi keindonesiaan secara lebih utuh dan menyeluruh.

Karya Intelektual[sunting | sunting sumber]

Bang Fuad terus melahirkan berbagai karya tertulis yang dibukukan dan dipublikasikan secara luas di samping merespons berbagai peristiwa aktual melalui tulisan lepas di berbagai media; di antara karya-karyanya adalah:

Kyai di Panggung Pemilu Presiden: Dari Kyai Khas sampai Kyai High Cost”, ReneBook, 2014; Sahabat, Salam Indonesia, Bunga Rampai SMS DR.Darwin Zahedi Saleh (2007-2011), Gramedia, 2011. Editor Buku Terbanglah Ke Angkasa Anakku, Karya DR. Darwin Zahedi Saleh, Gramedia, 2011. Editor: Pesona Ibu Negara: Hj. Kristiani Herrawati, (Hikmah, Mizan, 2009); 31 Alasan Memenangkan Partai Demokrat (SBY. Com, 2009), 99 Alasan Memilih SBY for Presodent (SBY.com, 2009)[11][12][13]

Novel: Mahligai Cinta Firdaus, Ketika Rasul Membelaiku” ( Hikmah_Mizan 2009) _Awakening the Giant: Membangunkan Negeri Raksasa Yang Tertidur (Gramedia, Juli, 2009); “Menegakkan Daulat dan Martabat Bangsa (Selangor, 2008); “Indonesia Today: The Characteristic Indonesian Muslim (India, 2007); “Mengelola Pemuda Pelopor Perdamaian”(Institut Tunas Indonesia_ITI_April, 2007); “Tentara Berkarakter dan Profesional: Jelang Pelantikan Pangkostrad (Catatan Kritis Munawar Fuad, 2006);[14][15]

Kyai Di Republik Maling (Penulis, Republika, 2005) Buku “Ziarah Nurani SBY “ (Penulis, Mei, 2005), “Kebangsaan-Keislaman SBY” (Penulis, November, 2004); SBY dan ISLAM (Penulis, September, 2004); Bersaksi di Tengah Badai: Jenderal Wiranto (Penulis dan Kontributor naskah:2004); Dua Yang Satu:NU-Muhammadiyah (Kontributor Artikel, 2003); Susilo Bambang Yudhoyono: Mengatasi Krisis Menyelamatkan Reformasi (Editor, September, 1999);[16][17]

Menghidupkan Ruh Pemikiran KH. Ahmad Siddiq (Penulis & Editor—2000); Jejak Setapak Saifullah Yusuf (Penulis, 2000); Menembus Batas: Lintas Agama, Budaya dan Bangsa (Penulis, 1999); “Masalah Korupsi di Indonesia: Respons Cendekiawan Muslim” (Penulis_Peneliti, Tesis, 1998); Islam di Abad 21 (Editor, 1998); Islam dan Gerakan Moral Anti Korupsi (Penulis, 1997); Substansialisasi Hukum Islam dalam Hukum Pertanahan di Indonesia (Skripsi, 1994).[18][19]

Sebagai penulis produktif, pemikirannya dalam bentuk artikel dan kolom banyak dipublikasikan media massa nasional: Kompas, Gatra, Media Indonesia, Republika, Tempo, Suara Pembaruan. Harian Terbit, Duta Masyarakat dan mempresentasikan artikel di berbagai forum dialog/seminar di dalam dan luar negeri.[20][21]

Kiprah dan Pengabdian[sunting | sunting sumber]

Di Bekasi, khususnya Cibarusah, aktivitas pengabdian sosial pun digelutinya karena sejak 1994 hingga sekarang bang fuad menjadi Direktur Pesantren Alquran Ash-Shulaha di Bekasi melanjutkan kepemimpinan ayahnya, K.H. R.E. Inayatillah yang bergerak di bidang keagamaan, sosial, pendidikan dan pembinaan mental remaja.[22]

Dipercaya BKMB Bhagasasi (Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi), mendampingi KH Mohammad Amien Noer, Banh Fuad sbg Sekretaris Majelis Adat Kabupaten Bekasi (2016-2021). Pengabdian di lingkungan masyarakat Bekasi, Bang Fuad pun mendapat amanah sebagai Syuriah NU Kabupaten Bekasi, Pengurus Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB), Dewan Pertimbangan KADIN Kabupaten Bekasi, dan mengabdi sebagai Ketua Umum Yayasan Masjid Al Mujahidin Cibarusah juga tengah menggerakkan Pembangunan Monumen Bersejarah Laskar Hizbulloh Sabilillah di Masjid Al-Mujahidin Cibarusah Bekasi.

Bang Fuad juga menjadi penggagas dan Ketua Dewan Pembina GSA Foundation (Yayasan Silih Asah Asih Asuh Kabupaten Bekasi). Ketua Dewan Pembina dan Pengasuh Pesantren Al-Quran Ash-Shulaha, Cibarusah Bekasi, Jawa Barat (2009-2014). Ketua Dewan Pembina LSM Aliansi Masyarakat Bekasi (2012-2017), Ketua Dewan Pembina LSM GEMPAL, Gerakan Masyarakat Peduli Alam dan Lingkungan, (2012-2017)..

Pengabdiannya di tingkat Kabupaten Bekasi di tengah lingkungan pemerintahan dan pembangunan demokrasidimulai sebagai Ketua Panitia Pemilihan Daerah (PPD II) Pemilu Legislatif 1999 (saat ini setingkat Ketua KPUD). Di lingkungan pendidikan, Fuad menekuni pengabdian diKampus Presiden University sebagai Dekan II, Dosen dan LO (Duta Kampus) untuk hubungan ekternal kawasan industry, pemerintahan pusat dan komunitas internasional. Berbarengan dengan itu, Fuad secara langsung turut mengelola dan menata Kawasan Industri Internasionalbersama para pendiri, CEO/Direksi Perusahaan/Investormelalui Asosiasi Forum Investor Bekasi (FIB) sebagai Direktur Eksekutif.[23]

Bang Fuad juga menggagas dan memimpin berdirinya BISA (Bekasi Industrial Society Association) atau Lembaga Kemitraan Masyarakat Industri Bekasi pada 2014-2019, yang bertujuan mengembangkan kerjasama dan hubungan baik antar pemangku kepentingan di lingkungan masyarakat Industri di Bekasi untuk memajukan Industri dan Memakmurkan Rakyat.

Sebagai putera daerah Kabupaten Bekasi, Fuad pernah meraih prestasi gemilang dan mengibarkan nama baik dan kebanggaan daerah antara lain: Juara Kedua Lomba Cerdas Cermat se- Kabupaten Bekasi (1986), Juara Pertama Lomba Cerdas Cermat dan Mewakili Bekasi di Tingkat Jawa Barat (1988), Juara Nominasi Lomba Karya Tulis Ilmiah Santri Tingkat Nasional (1988), Juara Pertama Lomba Pidato Pemuda se-Kabupaten Bekasi (1989).

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]