Muhammad bin Abi Amir Al-Mansur
- Artikel ini tentang Al-Mansur dari Spanyol, Al-Andalus. Ada pula artikel mengenai Khalifah Bani Abbasiyah Al Mansur dari Baghdad. Keduanya dikenal sebagai Almanzor di Barat.
| Nama dalam bahasa asli | (ar) مُحمَّد بن عبد الله بن مُحمَّد المعافري |
|---|---|
| Biografi | |
| Kelahiran | 18 Agustus 938 (Kalender Masehi Gregorius) Algeciras |
| Kematian | 9 Agustus 1002 (Kalender Masehi Gregorius) Medinaceli |
| Tempat pemakaman | Medinaceli |
| Hajib | |
| 978 – 1002 ← Al-Mushafî (en) | |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam Sunni |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | politikus, personel militer, komandan militer |
| Konflik | Battle of Rueda (en) |
| Keluarga | |
| Pasangan nikah | Oneca of Castile (mul) nilai tidak diketahui (977–) Asma Bint Ghalib (en) الذلفاء (en) |
| Kekasih | tanpa nilai |
| Anak | Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Abi Amir Sanchol (mul) ( Abd al-Malik al-Muzaffar (mul) ( |
Abu 'Amir Muhammad bin Abdullah bin Abi 'Amir (bahasa Arab: أبو عامر محمد بن عبد الله بن أبي عامر) (c. 938-8 Agustus 1002) digelari Al-Hajib (الحاجب) dan Al-Mansur (المنصور, "sang pemenang"), atau di Barat diketahui sebagai Almanzor adalah seorang jenderal dan politikus Al-Andalus. Ia adalah penguasa de facto di Al-Andalus (Iberia Islam) dari tahun 976-1002, kekuasaannya melebihi khalifah yang resmi.[1][2] Pada masa kekuasaannya, Al-Andalus kembali mencapai masa kejayaannya.
Masa kekuasaaan
[sunting | sunting sumber]Ia mulai berkuasa sebagai wakil bagi Hisyam II yang masih berumur 22 tahun, yang pada 976 menggantikan Al-Hakam II sebagai khalifah. Namun Al-Mansur dengan cepat mendominasi pemerintahan, dan pada tahun 981, Hisyam II terpaksa mengesahkan kekuasaan Al-Mansur secara resmi atas segala aspek pemerintahan.[1] Hisyam menyelesaikan istana Madinah Az-Zahra,[3] dan memindahkan semua administrasi pemerintahan ke istana baru ini. Hal ini menyebabkan khalifah yang sebenarnya terisolasi di istananya sendiri.[2] Bertumpu pada agama dan tentara kuat yang terpusat, ia membangun Al-Andalus menjadi negara terkuat di Semenanjung Iberia.[1] Ia juga memimpin serangan-serangan terhadap kerajaan-kerajaan Kristen di Iberia Utara, diantaranya serangan terhadap Barcelona (985) dan Santiago de Compostela (997). Serangan-serangannya menimbulkan kerugian besar bagi kerajaan-kerajaan Kristen, kecuali Kerajaan Navarra yang tidak diserangnya karena adanya perdamaian dengan kerajaan tersebut.[1] Perdamaian dengan Navarra diperkuat dengan pernikahannya dengan Abda, puteri dari Raja Navarra Sancho II. Al-Mansur juga menikah dengan Teresa, puteri Raja Bermudo II dari León.
Ia meninggal pada tahun 1002, pada masa puncak kekuasaannnya. Ia digantikan oleh puteranya, Abdul Malik al-Muzaffar yang juga berkuasa memanfaatkan lemahnya Khalifah Hisyam II.
Catatan kaki
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 Payne, Stanley G. (Juli 1972). "Chapter Two:Al-Andalus". A History of Spain and Portugal. vol. 1. University of Central Arkansas. Diakses tanggal 2007-10-28.
- 1 2 Foundation for Medieval Genealogy dan Charles Cawley (2006-07). "Moorish Spain". Foundation for Medieval Genealogy. Diakses tanggal 2007-10-15.
- ↑ The City of Al-Zahra, Saudi Aramco World
Referensi
[sunting | sunting sumber]- Payne, Stanley G. (Juli 1972). "Chapter Two:Al-Andalus". A History of Spain and Portugal. vol. 1. University of Central Arkansas. Diakses tanggal 2007-10-28.
- Foundation for Medieval Genealogy dan Charles Cawley (2006-07). "Moorish Spain". Foundation for Medieval Genealogy. Diakses tanggal 2007-10-15.