Muhammad Rois Rinaldi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Muhammad Rois Rinaldi
220px
Muhammad Rois Rinaldi
Lahir (1988-05-08)8 Mei 1988
Bendera Indonesia Banten, Indonesia
Pekerjaan Sastrawan
Tahun aktif 1998 - sekarang

Muhammad Rois Rinaldi (lahir di Banten, 8 Mei 1988; umur 31 tahun) adalah sastrawan muda berkebangsaan Indonesia. Dia menulis puisi, cerita pendek, dan esai sastra. Beberapa karyanya mengantarkan namanya menerima penghargaan dari sejumlah organisasi sastra antara lain Esastera, Numera, dan Puisikan Bait Kata Suara. Selain terbit di beberapa antologi bersama dan antologi pribadi, karya Muhamad Rois juga dimuat di media massa. Puisinya, Nun Serumpun, menjadi judul antologi puisi yang ditulis oleh puluhan penyair dari berbagai negara dan diluncurkan akhir 2014 .

Selain di Indonesia, karya-karyanya diterbitkan di beberapa negara tetangga semisal "Bebas Melata", diterbitkan Sarjana Publishing di Singapura dan "Sastracyber: Makna dan Tanda" diterbitkan oleh E-Sastera Enterprise di Malaysia. Karya-karyanya mendapatkan apresiasi yang baik dari penikmat sastra di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei. Oleh sebab itu, E-Sastera Malaysia menobatkan buku "Sastracyber: Makna dan Tanda" sebagai buku terbaik di Malaysia selama 10 tahun terakhir 2005-2015 pada malam HesCom 2015.

Pada tahun 2018 Rois menjadi sastrawan Banten pertama yang menerbitkan buku puisi berbahasa Jawa Banten, Beluk. Pada tahun 2019 ia juga menerbitkan buku kumpulan cerita pendek berbahasa Jawa Banten, Sederenge Dibakte Sewu Kelawe.

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

  • Dunia Perpanggungan Puisi (Gaksa Enterprise, 2019)
  • Sederenge Dibakte Mabur Sewu Kelawe: Cerpen Bahasa Jawa Banten (Gaksa Enterprise, 2019)
  • Beluk: Puisi Bahasa Jawa Banten (Gaksa Enterprise, 2018)
  • Koperasi dari Barat (Gaksa Enterprise, 2017)
  • Nada-nada Minor (Gaksa Enterprise, 2017)
  • Sastracyber: Makna dan Tanda (Esastera Enterprise, Malaysia 2015)
  • Terlepas (Pustaka Senja, Yogyakarta, 2015)
  • Noor Aisya: Karya dan Kiprahnya (Pustaka Senja, Yogyakarta, 2015)
  • Risalah Melayu Nun Serumpun (Badan Bahasa dan Pustaka Malaysia, 2014).
  • Bebas Melata (Sarjana, Kuala Lumpur, 2013).
  • Sang Kalamorgana (Sembilan Mutiara Publishing, 2013).
  • Sepasang Angsa (Abatatsa Publising, 2012).

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Tokoh Sastrawan Asia Tenggara (eSastera, Desember, Kuala Lumpur, 2015)
  • Sastracyber: Tanda dan Makna menjadi Buku Terbaik 2005-2005 di Malaysia (eSastera, Kuala Lumpur, 2015)
  • Anugerah Utama Penyair 2014 (eSastera, Desember, Kuala Lumpur, 2014)
  • Penerima Piala Sastra Bergilir Nik Zafri (Desember, Kuala Lumpur, 2014)
  • Anugerah Utama Puisi Dunia (Nusantara Melayu Raya, Malaysia, Maret 2014)
  • Anugerah Penyair dan Tokoh eSastera Indonesia (eSastra, Bali, 2013)
  • Anugerah Cerpen Siber (eSastera,Bali 2013)
  • Juara I Lomba Menulis Puisi 3 Negara (Puisi Bait Kata Suara, 2012)
  • Juara I Kelompok Seni Mahasiswa se-Banten (Hotel Marbela Anyer, 2011)
  • Juara I Lomba Pidato se-Provinsi Banten (Piala Gubernur, 2009)
  • Juara I Membaca Puisi se-Provinsi Banten (Pekan Paskibra, 2008)
  • Juara II Lomba Membaca Puisi se-Provinsi Banten (Cikulur, 2007)
  • Siswa Berkepemimpinan Terbaik (Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, 2007)
  • Juara II Lomba Membaca Puisi se-Kabupaten Serang (Dinas Pendidikan, 2000)
  • Juara I Membaca Puisi se-Kabupaten Serang (Dinas Pendidikan, 1998)

Kiprah[sunting | sunting sumber]

Muhammad Rois Rinaldi bersama Noor Aisya bte Buang (Singapura) mendirikan Lentera Sastra Internasional pada tahun 2012. Lentera Sastra Internasional tercatat sebagai organisasi sastra yang berhasil mengadakan penerbitan-penerbitan buku yang menjangkau wilayah Asia Tenggara. Pada tahun 2015, tepatnya pada tanggal 21 Mei, bersama Prof. Dr. Irwan Abu Bakar ia membentuk Gabungan Komunitas Sastra ASEAN (Gaksa). Pembentukan Gaksa ini mendapatkan dukungan dari berbagai komunitas sastra di wilayah Asia Tenggara, di antaranya komunitas yang ketuai oleh Dr. Zeffri Arif (Brunei), Dr. Phaushan Jehwae (Thailand), dan Rohani Din (Singapura).


Kiprah Muhammad Rois Rinaldi memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan kekaryaan dan jalinan hubungan baik antarsastrawan di negara-negara Asia Tenggara. Karya-karyanya cukup dikenal, terutama oleh pegiat sastra di Malaysia, Singapura, dan Thailand.


Lain-lain[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]