Muhammad Ma'shum

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bismillahirahmanirahim
Muhammad Ma'shum

Mujaddid
الشيخ مجدد محمد معصوم السرهندي قدس الله سره
Ma'shum1.png
Kaligrafi Syekh Muhammad Ma'shum
Nama dan Gelar
Nama
Nama (arabic)الشيخ مجدد محمد معصوم السرهندي قدس الله سره
NisbahMujaddid
Kelahirannya
Tahun lahir (H)1007
Tahun lahir (M)1598
Negara lahir
(penguasa wilayah)
India
Nama ayahAhmad Sirhindi
Agama, Identitas, Kebangsaan
Etnis (Suku bangsa)
Etnis
(Suku bangsa)
India
KebangsaanIndia
Kewarganegaraan
KewarganegaraanKesultanan Mughal


Syekh Muhammad Ma'shum As-Sirhidi Quddasallahu sirruhu merupakan salah satu Tokoh Sufi dan penerus dari ayahnya syekh Ahmad Sirhindi q.s dalam silsilah tarekat Naqsyabandiyah.

Awal Hidup[sunting | sunting sumber]

Syekh Muhammad Ma’sum q.s adalah seorang Ulama' Sufi dengan sebutan Jubah Allah (‘Urwat il Wuthqa), pembimbing shaleh yang mengkombinasikan dalam dirinya syariat dan realitas (haqiqat). Beliau memperlihatkan perbedaan antara ketidakperdulian dan bimbingan sejati. Muhammad Ma’sum q.s dilahirkan pada tahun 1007 H dan dibimbing oleh sang Ayah dari pengetahuan Khusus Auliya.

Beliau duduk diatas singgasana para pembimbing dalam Tarekat Naqsyabandi setelah Ayahnya meninggal dan waktu itu beliau berusia 26 Tahun. Setelahnya, beliaupun menjadi terkenal dimana-mana. Namanya akrab dilidah semua orang dan para raja mengetahui kebesaran seorang Muhammad Al Masum pada zamannya. Orang-orang yang selalu berkumpul mengelilingi beliau berasal dari berbagai penjuru dunia.

Beliau telah menjadi wali sejak masih kanak-kanan dan tidak pernah menyusu selama siang hari bulan Ramadhan. Di usia 3 tahun, beliau berbicara mengenai pengetahuan penyatuan dengan berkata “sayalah bumi, sayalah langit, saya Tuhan saya begini, saya begitu.” Mempunyai kemampuan menghafal AL Qur’an dalam waktu 3 bulan diusia 6 tahun.


Beliau berusaha mempelajari pengetahuan sejati melalui hati, shariat dan haqiqat. Dan memperoleh posisi tinggi dalam pengetahuan tersebut. Beliau juga dipertimbangkan menjadi awliya terbesar pada zamannya diusia yang ke 17 tahun. Muhammad Al Masum sangat menjunjung kebenaran dalam semua keputusan-keputusan resmi (fatwa) juga mau menerima pembaharuan-pembaharuan dan memberi berbagai izin.

Karya Kitab[sunting | sunting sumber]

Akhir Hidup[sunting | sunting sumber]

Beliau meninggal dunia ditahun 1099 H/ 1688 M dan dimakamkan di kota Sirhindi, India.

Pranara luar[sunting | sunting sumber]