Mori Terumoto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Mōri Terumoto (毛利 輝元?) (4 Februari 1553 atau 22 Januari tahun ke-22 era Tenbun - 2 Juni 1625 atau 27 April tahun ke-2 era Kanei) adalah daimyo zaman Azuchi Momoyama hingga zaman Edo, salah satu anggota dewan lima menteri pemerintahan Toyotomi, dan pendiri klan yang berkuasa di wilayah han Chōshū. Pernah menjabat Jusan-i, Gon-chūnagon, Jijū, San-gi (penasehat kekaisaran). Nama resmi yang diberikan kaisar adalah Ōe no Terumoto.

Perjalanan hidup[sunting | sunting sumber]

Lahir tahun 1553 di provinsi Aki (sekarang Prefektur Hiroshima). Nama kecilnya Kōmatsumaru, putra dari Mōri Takamoto, ibunya adalah putri dari Naitō Okimori. Mōri Terumoto diangkat menjadi kepala keluarga (katoku) setelah sang ayah wafat secara tiba-tiba. Terumoto berhasil memperluas wilayah kekuasaan di bawah bimbingan kakeknya yang bernama Mōri Motonari dan pamannya yang bernama Kikkawa Motoharu dan Kobayakawa Takakage. Terumoto merupakan sahabat baik shogun Ashikaga Yoshiaki dari Keshogunan Ashikaga yang menjadi sebab permusuhannya dengan Oda Nobunaga.

Permusuhan dengan klan Oda dan Hashiba Hideyoshi[sunting | sunting sumber]

Dalam peristiwa pengepungan kuil Ishiyama Honganji, Oda Nobunaga berusaha memutuskan jalur perbekalan kuil Honganji dari laut, tetapi mengalami kesulitan besar karena daerah pantai dijaga oleh angkatan laut klan Mōri yang berpengalaman dalam pertempuran di laut.

Pada tahun 1575, shogun Ashikaga Yoshiaki mengirim surat kepada Mōri Terumoto agar membantu pengangkutan perbekalan ke kuil Honganji. Pada Agustus 1576 pecah Pertempuran Kizugawaguchi I antara angkatan laut Mōri yang sedang mengangkut perbekalan menuju kuil Honganji dengan pasukan Nobunaga. Pasukan Mōri berhasil menghancurkan pasukan Nobunaga. Pasukan Nobunaga yang dibantu kapal-kapal buatan Kuki Yoshitaka yang diperkuat besi baja membalas kekalahan dari angkatan laut Mōri dalam Pertempuran Kizugawaguchi II (1578)

Pada tahun yang sama (1578), Terumoto menaklukkan Istana Kōzuki di provinsi Harima yang dipertahankan oleh Yamanaka Yukimori dan menewaskan Amago Katsuhisa yang merupakan satu-satunya anggota klan Amago yang tersisa.

Tidak beberapa lama kemudian, pasukan Mōri terpaksa mundur dari Harima dan Tajima akibat serbuan pasukan Hashiba Hideyoshi yang menjalankan perintah Oda Nobunaga. Pada tahun 1579, Ukita Naoie dari provinsi Bizen yang dulunya terpaksa menjadi pengabdi klan Mōri berhasil melepaskan diri setelah bersekutu dengan Hideyoshi.

Pada tahun 1581, jenderal terkenal Kikkawa Tsuneie diserahi tugas oleh Mōri Terumoto untuk mempertahankan Istana Tottori di provinsi Inaba yang diserang Hashiba Hideyoshi yang memimpin pasukan Nobunaga. Pasukan Nobunaga tidak berhasil mendekati Istana Tottori berkat perlawanan Tsuneie yang luar biasa. Istana akhirnya jatuh setelah terkepung selama 4 bulan setelah jalur perbekalan terputus akibat blokade pasukan Nobunaga. Pada akhirnya, Hideyoshi memberi pengampunan atas nyawa Kikkawa Tsuneie, tetapi sama sekali tidak dihargai oleh Tsuneie. Kikkawa Tsuneie tewas bunuh diri untuk menunjukkan semangat bushi klan Mōri kepada Hideyoshi.

Klan Ukita dari Bizen yang dulunya tidak punya pilihan lain kecuali mengabdi pada klan Mōri akhirnya memutuskan untuk berdiri sendiri setelah bersekutu dengan Hideyoshi. Di wilayah Sanyō, kekuatan klan Mōri yang tidak lagi dibantu klan Ukita menjadi semakin melemah, akibatnya Hashiba Hideyoshi menyerang provinsi Bitchū. Pada tahun 1582, Hashiba Hideyoshi berhasil mengepung Istana Takamatsu di Bitchū yang dipertahankan oleh pengikut setia klan Mōri bernama Shimizu Muneharu. Semangat tempur Hashiba Hideyoshi semakin berkobar-kobar menghadapi Shimizu Muneharu yang terkenal gagah berani. Shimizu Muneharu bertahan di dalam istana, sehingga Hideyoshi memutuskan untuk tidak lagi menyerang dengan kekuatan pasukannya melainkan dengan banjiran air. Di tengah pertempuran dengan Muneharu, terjadi Insiden Honnōji di Kyoto pada tanggal 2 Juni 1582. Oda Nobunaga tewas bunuh diri akibat pemberontakan yang dipimpin Akechi Mitsuhide.

Hideyoshi mengusulkan perdamaian dengan klan Mōri yang tidak tahu menahu tentang kematian Nobunaga karena dirahasiakan oleh Hideyoshi. Mōri Terumoto dan Kobayakawa Takakage akhirnya menerima usulan perdamaian karena sadar situasi pertempuran sudah tidak lagi menguntungkan dan ingin berdamai dengan klan Oda. Istana Takamatsu akhirnya harus diserahkan kepada Hideyoshi, sedangkan Shimizu Muneharu melakukan seppuku. Perdamaian dengan klan Oda membuat klan Mōri terlepas dari bahaya kehancuran.

Pejabat dewan lima menteri[sunting | sunting sumber]

Mōri Terumoto terus bersikap netral dalam hubungannya dengan Hideyoshi. Sikap netral ini terus dipertahankan Terumoto ketika terjadi Pertempuran Shizugatake antara Hideyoshi melawan Shibata Katsuie, walaupun kenetralan Terumoto dan pamannya Takakage banyak diragukan.

Mōri Terumoto menjadi semakin dekat dengan Hashiba Hideyoshi setelah Pertempuran Shizugatake. Hideyoshi melepas Mōri Hidekane dan Kikkawa Hiroie yang sebelumnya dijadikan sandera. Terumoto bahkan menjadi ujung tombak pasukan Hideyoshi dalam Penaklukan Shikoku dan Penaklukan Kyushu. Keberhasilan Toyotomi Hideyoshi menjadi pemersatu Jepang banyak dibantu oleh Mōri Terumoto.

Pada tahun 1589, Mōri Terumoto memulai pembangunan Istana Hiroshima di delta sungai Ōta yang merupakan jalur transportasi penting pada masa itu. Terumoto nantinya tidak berhasil menyelesaikan pembangunan istana, karena wilayah kekuasaannya dirampas oleh Tokugawa Ieyasu setelah Pertempuran Sekigahara.

Pasukan Mōri terjun langsung sebagai kekuatan utama dalam Perang Tujuh Tahun yang dilancarkan mulai tahun 1592 oleh pemerintahan Hideyoshi untuk menaklukkan Joseon. Mōri Terumoto bersama-sama dengan pamannya (Kobayakawa Takakage) duduk dalam dewan lima menteri pemerintahan Toyotomi. Setelah wafatnya Hideyoshi pada tahun 1598, Terumoto menjabat sebagai asisten pribadi Toyotomi Hideyori.

Kekalahan dalam Sekigahara[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1600, salah seorang anggota dewan lima menteri (Go Tairō) yang bernama Tokugawa Ieyasu menjadi semakin berkuasa dan bertindak sewenang-wenang. Ishida Mitsunari yang merupakan salah satu anggota dewan lima pelaksana pemerintahan (Go Bugyō) bermaksud memecat sekaligus menghabisi karier politik Tokugawa Ieyasu. Mitsunari lalu membentuk Pasukan Barat dengan dukungan Ōtani Yoshitsugu dan Ankokuji Ekei.

Walaupun tidak bertempur dalam Pertempuran Sekigahara karena harus bertugas di Istana Osaka menjaga Toyotomi Hideyori, Mōri Terumoto mengutus saudara sepupunya yang bernama Mōri Hidemoto untuk memimpin pasukan Mōri di Sekigahara. Kikkawa Hiroie yang juga masih saudara sepupu Mōri Terumoto berkhianat dan membelot ke kubu Pasukan Timur membantu Ieyasu, akibatnya pasukan Mōri menderita kekalahan besar dalam Pertempuran Sekigahara.

Setelah kalah dalam Pertempuran Sekigahara, Terumoto yang mendengar janji dari Kikkawa Hiroie merasa agak tenang karena wilayah kekuasaan klan Mori tidak akan diganggu gugat, tetapi Ieyasu mengganggap perjanjian tersebut tidak ada. Tokugawa Ieyasu berniat menghukum klan Mōri dengan merampas semua wilayah klan Mōri. Hiroie dengan tergesa-gesa menemui Ieyasu untuk berunding. Ieyasu akhirnya meringankan hukuman untuk klan Mōri, wilayah klan Mori yang bernilai 1.200.000 koku harus ditukar dengan provinsi Suō dan Nagato yang hanya bernilai 370.000 koku.

Terumoto lalu pindah dan membangun Istana Hagi di delta sungai Abugawa (sekarang di Prefektur Yamaguchi). Terumoto mencukur habis semua rambutnya dan menjadi pendeta Buddha dengan nama Genan Sōzui. Jabatan kepala keluarga (katoku) diserahkan kepada sang putra pewaris Mōri Hidenari sedangkan Terumoto tetap menjabat sebagai penguasa wilayah han.

Di akhir hayatnya, Mōri Terumoto tercatat ikut serta membantu pembangunan Istana Edo dan turut menanggung utang besar akibat pembangunan rumah kediaman resmi di Edo. Terumoto memang pernah diam-diam mengutus pengikutnya yang bernama Naitō Motomori (cucu dari bibinya) dengan nama samaran Sano Michiyoshi untuk bertempur melawan Ieyasu dalam Pertempuran Osaka, tetapi akhirnya justru Terumoto sendiri mau menuruti perintah Ieyasu untuk bertempur untuk Pasukan Timur walaupun dirinya sedang sakit-sakitan.

Terumoto juga berusaha dengan keras untuk menyatukan perpecahan di kalangan pengikut klan Mōri akibat kekalahan dalam Pertempuran Sekigahara, tetapi tidak pernah berhasil. Pada tahun 1623, Mōri Terumoto mengundurkan secara penuh dari dunia politik setelah mewariskan jabatan penguasa wilayah han kepada putra pewarisnya Mōri Hidenari dan pelaksanaan pemerintahan kepada Mōri Hidemoto.

Pada tahun 1625, Mōri Terumoto wafat di usia 72 tahun.

Kepribadian[sunting | sunting sumber]

Walaupun dibesarkan dalam bimbingan ayah dan paman yang merupakan tokoh berpengaruh di zaman Sengoku, sewaktu kecil Mōri Terumoto kabarnya merupakan anak manja yang kurang tampan dan tidak punya ambisi apa-apa. Terumoto juga terkenal ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Di saat sedang ragu dalam mengambil keputusan, Terumoto biasanya memilih untuk tidak mengambil keputusan sama sekali. Akibatnya, klan Mōri yang pernah menjadi penguasa seluruh wilayah Chugoku mengalami kemunduran secara drastis hingga menjadi klan yang tidak lagi diperhitungkan.

Terumoto lebih banyak mewariskan sifat ayahnya (Mōri Takamoto) yang berkepribadian halus dan jujur dibandingkan sifat kakeknya (Mōri Motonari) yang merupakan ahli strategi ulung. Menurut buku harian yang ditulis oleh Mōri Motonari dan masih tersisa sampai sekarang ini, Terumoto mendapat pendidikan disiplin yang keras dari pamannya (Kobayakawa Takakage).

Satu-satunya kesalahan fatal yang dilakukan Terumoto dalam pemerintahan adalah tidak menentukan sikap dalam Pertempuran Sekigahara. Terumoto memang mempunyai kebencian yang mendalam terhadap Ieyasu sehingga mengirim Sano Michiyoshi ke Istana Osaka. Terumoto pernah menugaskan pengikutnya sebagai mata-mata untuk membuat peta berbagai istana di Kyushu seperti Istana Kumamoto dengan maksud untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak kalah pintar dari kakeknya dalam soal taktik dan strategi militer.

Setelah pindah ke Istana Hagi, Terumoto berusaha memperketat pengawasan terhadap klan Mōri antara lain dalam bentuk pengaturan dan pembubaran organisasi pengikutnya. Walaupun masih terhitung keluarganya sendiri, Mōri Terumoto pernah memerintahkan pembantaian Kumagai Motonao dan Yoshimi Hironaga berikut seluruh anggota keluarganya, tetapi justru dekat dengan orang luar yang menjadi pengikutnya seperti Masuda Motonaga.

Terumoto menaruh perhatian terhadap urusan dalam negeri seperti pembukaan lahan sawah baru dan peningkatan produksi barang-barang khas daerah.

Lokasi makam di kuil Tenjuin, kota Hagi, Prefektur Yamaguchi.

Hubungan keluarga[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]