Lompat ke isi

Mereka yang Tak Terlihat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Mereka yang Tak Terlihat
Poster penayangan di bioskop
SutradaraBilly Christian
ProduserDevi Monica
Aswin MC Siregar
Ditulis olehBilly Christian
Estelle Linden
PemeranEstelle Linden
Sophia Latjuba
Rowiena Sahertian
Dayu Wijanto
Bianca Hello
Maria Oentoe
Frislly Herlind
Aliyah Faizah
Yova Gracia
Rorencia Natassia
Sharon Sahertian
PenatamusikMichael SF Parengkuan
SinematograferBudi Utomo
Penyunting
  • Edo Dunggio
  • Andhy Pulung
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
12 Oktober 2017
Durasi94 menit
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia

Mereka yang Tak Terlihat adalah film horor supranatural Indonesia tahun 2017 yang disutradarai dan ditulis oleh Billy Christian dan dibintangi oleh Estelle Linden serta Sophia Latjuba.[1] Film ini berkisah mengenai Saras, seorang anak indigo makhluk-makhluk tak kasatmata sejak ia kecil. Suatu hari Saras dikunjungi oleh seorang roh bernama Dinda yang meminta bantuannya.

Mereka yang Tak Terlihat ditayangkan di bioskop pada 12 Oktober 2017. Sebuah remake serial film, Mereka yang Tak Terlihat the Series yang dibuat berdasarkan film ini dirilis di platform Stro pada 26 Oktober 2022.[2]

Saras adalah seorang anak indigo yang bisa melihat makhluk-makhluk tak kasatmata sejak ia kecil. Ia tinggal bersama ibunya, Lidya, seorang single parent yang memiliki usaha kue kering untuk menyambung hidup. Ia memiliki adik perempuan bernama Laras. Lidya sendiri menganggap kelebihan Saras tidak masuk akal, sehingga membuat hubungan mereka menjadi berjarak. Di sekolah, temannya yang bernama Adit adalah satu-satunya orang yang memahami Saras dan tidak menganggapnya aneh. Butuh waktu bagi Saras untuk membiasakan diri agar bisa membedakan arwah-arwah yang meminta pertolongan dan yang sekedar menganggu. Suatu hari ia melihat Adit muncul di kamarnya di mana tiba-tiba lehernya tersayat. Pada saat Saras mengunjungi rumah Adit, rumahnya ternyata kosong. Tetangga Adit mengatakan bahwa keluarga Adit menginap di rumah mereka yang ada di Bandung. Saat itu Saras memberanikan diri untuk mengunjungi rumah Adit sendirian menggunakan kereta api. Sesampainya di rumah Adit di Bandung, Saras melihat melalui mata batinnya mengenai rumah Adit yang sedang dirampok oleh seorang pria. Pria tersebut membunuh Adit menggunakan linggis. Saat masuk ke dalam rumah dan dijamu oleh pembantunya (Mbok Sumi), Saras mengetahui bahwa Abdul, anak dari Mbok Sumi adalah sosok pencuri yang membunuh Adit,

Semakin beranjak dewasa, kemampuan indera keenam Saras semakin terasah dan dia memiliki 2 orang teman, Yova dan Irina yang memahami kondisinya. Suatu hari, setelah Laras dengan temannya bermain Jailangkung, Saras kerasukan salah satu roh yang hadir sehingga membuat Lidya merasa khawatir dan meminta kakaknya, Rima, seorang psikolog, untuk menangani Saras. Rima bersikeras ke Lidya bahwa Saras tidak membutuhkan jasa psikolog, melainkan kehadiran ibu kandungnya.

Suatu hari Saras didatangi oleh arwah bernama Dinda, siswi SMA yang meninggal karena dibully di sekolah oleh seseorang siswi populer bernama Citra bersama gengnya. Arwah Dinda meminta Saras untuk menemui ibunya yang bernama Dayu. Dinda ingin agar Dayu ikhlas merelakan kepergiannya dan memaafkan Citra yang selama ini dianggap sebagai penyebab kematiannya. Dengan Saras yang berperan sebagai medium yang dirasuki Dinda, Dayu pada akhirnya mau memaafkan dan mengikhlaskan Citra. Setelah itu, Saras bersama dengan Irina dan Yova nonton film horor di bioskop. Pada saat pulang, Irina dijemput oleh calon pacarnya, Dwi. Pada saat menonton, Saras melihat penampakan sebuah kecelakaan motor melalui mata batinnya. Sesampainya di rumah, dia kembali melihat penampakan tersebut sehingga membuatnya menelpon Irina untuk memastikan keadaannya. Tak lama kemudian, mobil Dwi tiba-tiba mogok, dan dia meminta sopirnya untuk menghampirinya dengan sepeda motor. Dwi naik sepeda motor bersama Irina pulang. Karena mempunyai firasat yang buruk, Saras berencana pergi untuk mendatangi Irina, tapi dilarang oleh Lidya. Tanpa sepengetahuan Lidya, Saras dan Laras pergi menggunakan sepeda motor untuk menghampiri Irina. Dalam perjalanan tersebut, mereka mengalami kecelakaan, sehingga menyebabkan Laras meninggal. Akibat kematian Laras, hubungan Saras dengan Lidya semakin memburuk ketika keduanya mengutarakan kekecewaan terhadap sikap masing-masing dan saling menyalahkan. Puncaknya, Lidya yang sangat marah tidak mau lagi menganggap Saras sebagai anaknya. Saras memutuskan untuk keluar dari rumah Lidya dan hidup bersama tantenya, Rima.

Sejak itu Saras sama sekali tidak pernah lagi berkomunikasi dengan ibunya. Tujuh tahun berlalu, Saras pulang ke rumah Lidya. Saras kini adalah wanita mandiri yang telah bekerja. Dia juga menulis buku yang berjudul "Mereka Yang Tak Terlihat". Diakhir cerita, Ibu Saras menelepon Saras untuk pulang secepatnya. Saras yang keluar dari sebuah cafe di Kota Tua melihat seorang pria yang membawa tas berisi bom yang tidak lama kemudian meledak sehingga menewaskan semua yang ada di sekitarnya. Ibu Saras melihat berita pengeboman Kota Tua dari TV dan coba untuk menelepon Saras tapi tidak ada jawaban. Empat puluh hari setelah meninggal, arwah Saras keluar dari mobil taxi memasuki rumah, arwah Saras menjumpai ibunya dan memeluknya dengan kasih sayang.

Penayangan

[sunting | sunting sumber]

Selain di Indonesia, film ini juga ditayangkan di Malaysia dan Singapura. Lembaga Sensor Film mengklasifikasikan film ini sebagai 13+.[3]

Di Malaysia, film ini diberi judul Roh yang Tak Terlihat. Sedikit pengubahan pada judul film dilakukan untuk menyesuaikan dengan budaya masyarakat Malaysia.[4] Lembaga Penapis Filem mengklasifikasikan film ini sebagai P13.[5]

Di Singapura, film ini diberi judul They Who Are Not Seen. Sama halnya dengan Indonesia dan Malaysia, Otoritas Pengembangan Media Infokomunikasi [en] mengklasifikasikan film ini sebagai PG13.[6] Film ini ditayangkan pada Scream Asia Film Festival 2018 yang berlangsung sejak 19 hingga 28 Oktober 2018.[7]

Pemecahan Rekor MURI

[sunting | sunting sumber]

Mereka yang Tak Terlihat memecahkan rekor MURI dengan kategori "Film Drama Horor dengan Pemeran Karakter Makhluk Astral Terbanyak". pada 11 Oktober.[8] Piagam MURI diberikan langsung oleh Ketua MURI Jaya Suprana kepada sutradara film Billy Christian keesokan harinya. Billy menuturkan ia menggunakan 67 wujud makhluk tak kasatmata berdasarkan penelitian yang ia lakukan bersama Frislly Herlind, anak indigo yang turut terlibat dalam pembuatan film ini.[9]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Jadi Anak Indigo, Estelle Linden tak Alami Kesulitan Diarsipkan 2017-08-05 di Wayback Machine., by Anto Karibo, diakses pada 5 Agustus 2017
  2. Aldida, Vania Ika (26 Oktober 2022). "Tayang Mulai Hari Ini, Serial Mereka Yang Tak Terlihat - The Series Sajikan 10 Episode". Okezone.com. Diakses tanggal 27 Oktober 2022.
  3. Daftar Sensor Diarsipkan 2018-04-22 di Wayback Machine.. Lembaga Sensor Film. 29 September 2017. Diakses 16 September 2018. Petunjuk: Ketik "Mereka yang Tak Terlihat" pada kolom "Judul", klik "Tampilkan", kemudian klik tombol bergambar kertas yang terletak di sebelah kanan untuk mengetahui keputusan lengkap.
  4. Mahdi, Syed Mussaddad Syed (25 Maret 2018). "Roh Tak Terlihat". Utusan. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-16. Diakses tanggal 16 September 2018.
  5. Senarai Filem Lulus Diarsipkan 2018-09-16 di Wayback Machine. [Daftar Film yang Lulus]. Lembaga Penapis Film. 27 Maret 2018. Diakses 16 September 2018. Petunjuk: Ketik "Roh yang Tak Terlihat" pada kolom "Carian Berdasar Judul" dan klik "Hantar".
  6. "Classification Information" [Informasi Klasifikasi]. Films Classification Database [Basis Data Klasifikasi Data Film]. Otoritas Pengembangan Media Infokomunikasi. Diakses tanggal 16 September 2018.
  7. "Scream Asia Film Festival 2018". Cathay Cineplexes. Diakses tanggal 16 September 2018.
  8. Pardede, Veynindia Esaloni (11 Oktober 2017). "Masuk Rekor MURI, 'Mereka yang Tak Terlihat' Tampilkan Peran Anak Indigo". Detik. Diakses tanggal 16 September 2018.
  9. "Mereka Yang Tak Terlihat Raih Rekor MURI Film dengan Makhluk Astral Terbanyak". Tabloid Bintang. 12 Oktober 2017. Diakses tanggal 16 September 2018.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]