Masjid Agung Malang
| Masjid Agung Malang | |
|---|---|
Masjid Agung Malang | |
| Agama | |
| Afiliasi | Islam |
| Lokasi | |
| Lokasi | Jl. Merdeka Barat, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119 |
| Arsitektur | |
| Tipe | Masjid |
| Gaya | Timur Tengah |
| Peletakan batu pertama | 1890 |
| Rampung | 1903 |
| Menara | 2 |
Masjid Agung Malang merupakan sebuah masjid yang terletak di Kota Malang. Masjid ini dibangun pada tahun 1890 dan selesai pada tahun 1903. Masjid ini berbentuk bujur sangkar berstruktur baja dengan atap tajug tumpang dua. Sampai saat ini, bangunan aslinya masih dipertahankan. Seringkali dijadikan tempat singgah oleh para pemudik sekaligus destinasi wisata religi.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Masjid Agung Jami’ Malang didirikan pada tahun 1890 M di atas tanah Goepernemen atau tanah negara sekitar 3.000 m2. Menurut prasasti yang ada, Masjid Agung Jami’ dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama dibangun tahun 1890 M, kemudian tahap kedua dimulai pada 15 Maret 1903, dan selesai pada 13 September 1903. Bangunan masjid ini berbentuk bujur sangkar berstruktur baja dengan atap tajug tumpang dua, dan sampai saat ini bangunan asli itu masih dipertahankan keberadaannya.[1] Masjid Agung Jami Malang berlokasi tidak jauh dari Gereja Immanuel yang didirikan pada tahun 1861.
Jarak Tempuh
[sunting | sunting sumber]- Masjid Agung Malang berjarak 2,4 km dari Alun-Alun Tugu Kota Malang dengan waktu tempuh berkendara selama 6 menit.
- SMAN 7 Malang menuju Masjid Agung Malang berjarak 5,5 km dengan waktu tempuh 13 menit.
- Alun-Alun Kota Malang menuju Masjid Agung Malang berjarak 80 m dengan waktu tempuh 1 menit
Arsitektural Masjid Agung Jami Malang
[sunting | sunting sumber]

Dari bentuknya, Masjid Agung Jami’ Malang mempunyai dua gaya arsitektur, yaitu arsitektur Jawa dan Arsitektur Arab. Gaya arsitektur Jawa terlihat dari bentuk atap masjid bangunan lama yang berbentuk tajug. Sedangkan gaya arsitektur Arab terlihat dari bentuk kubah pada menara masjid dan juga konstruksi lengkung pada bidang-bidang bukaan pintu dan jendela.
Bangunan Masjid ini di topang oleh empat sokoguru utama yang terbuat dari kayu jati dan 20 tiang yang bentuknya dibuat mirip dengan 4 kolom itu, dibangun dengan penuh tirakat dan keihlasan para pendirinya dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meski Takmir Masjid Agung Jami’ Malang melakukan renovasi terhadap bangunan masjid bangunan asli masjid tetap dilestarikan.
Fasilitas
[sunting | sunting sumber]- Toilet
- Area Parkir
- Tempat Sampah
- Tempat Wudhu
- Alat Ibadah
- Rak Penitipan
- Ruang AC
- Air Minum
Catatan Kaki
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Sejarah Masjid Agung Jami'". 9 August 2012.
Bacaan lebih lanjut
[sunting | sunting sumber]- Tjokrosaputro, Teddy (2011). 100 Masjid Terindah Indonesia. Jakarta: PT Andalan Media. ISBN 978-602-99731-0-5. (Indonesia)

