Margonda Dua

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kawasan Bojongsari Kota Depok

Margonda Dua merupakan pengembangan pusat bisnis baru yang akan dibangun di Wilayah Kecamatan Bojongsari, Depok. Program pengembangan kawasan bisnis baru ini membentang mulai dari Parung, Bogor sampai dengan Cinangka Bojongsari, Depok.[1]

Program pengembangan kawasan bisnis baru di wilayah bojongsari atau sering disebut sebagai Margonda Dua merupakan bagian dari program kerja Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna selaku calon Wali kota dan Wakil Wali kota Depok periode 2016-2021.[2]

Gambaran umum[sunting | sunting sumber]

Sejak berpisah dengan Kecamatan Sawangan, Depok pada tahun 2008 berdasarkan Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 08 tahun 2007 tentang pembentukan Kecamatan di Kota Depok, Kecamatan Bojongsari, Depok mengalami banyak perkembangan yang tak kalah pesat dengan Kecamatan Sawangan.

Hampir merata seluruh kelurahan tersentuh oleh roda pembangunan khususnya pembangunan betonisasi dan infrastruktur jalan meski tidak dimungkiri beberapa titik masih belum tersentuh karena menunggu schedule proses pembangunan.[3]

Pembangunan masif dilakukan pada jalur utama yang membelah kecamatan bojongsari. Jalan raya yang lebar dan halus dari jalan raya cinangka berlanjut ke jalan raya bojongsari hingga pertigaan jalan muchtar dan sebagian jalan raya parung adalah salah satu perubahan dan pembangunan yang terjadi di wilayah Kecamatan Bojongsari.[4]

Volume kendaraan yang terus meningkat membuat pemerintah Kota Depok terus melakukan pelebaran jalan dengan betonisasi. Hal ini membuat luas jalan makin mendekati lebarnya jalan margonda.[5]

Bojongsari menuju margonda dua[sunting | sunting sumber]

Mengingat penambahan penduduk semakin masif akibat banyaknya pemukiman baru terjadi di wilayah barat Kota Depok khususnya kecamatan bojongsari dan sawangan. Maka wilayah barat Kota Depok perlu peningkatan dalam kegiatan ekonomi untuk menopang roda kehidupan dan menekan potensi permasalahan sosial baru akibat kurang bergeliatnya kegiatan ekonomi.

Bojongsari menuju Margonda Dua tidak saja sebagai wilayah ekonomi baru untuk bagian barat kota depok namun juga untuk mengurangi volume di wilayah margonda saat ini. Kenapa wilayah tersebut dianggap tepat karena wilayah tersebut adalah titik tengah kecamatan bojongsari yang juga menjadi pusat perlintasan lalu lintas jalur barat.

Terlebih, mengingat lebarnya jalan raya parung sampai cinangka bojongsari dan volume lalu lintas yang terus meningkat menjadikan wilayah tersebut cocok untuk dijadikan area bisnis baru.

Memang butuh banyak penyesuaian dengan tata ruang wilayah kota depok namun hal ini perlu diupayakan untuk pemerataan pembangunan dan ekploitasi kesempatan pertumbuhan ekonomi untuk masyarakat Kota Depok wilayah barat.[6]


Referensi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]