Malik Ahmad

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
H.A. Malik Ahmad
Malik Ahmad.jpg
Lahir 7 Juli 1912
Bendera Belanda Sumanik, Salimpaung, Tanah Datar, Hindia Belanda
Meninggal 3 Oktober 1993 (umur 81)
Bendera Indonesia Jakarta
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Almamater Sumatera Thawalib
Agama Islam
Suami/istri Rohana
Anak Rasjidah Malik, Rusjdi Malik, Rahimah Malik, Raudhatul Jannah Malik, Rahmanidar Malik, Riadi Malik
Orang tua Haji Ahmad bin Abdul Murid

Haji Buya Malik Ahmad (lahir di Sumanik, Salimpaung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, 7 Juli 1912 – meninggal di Jakarta, 3 Oktober 1993 pada umur 81 tahun) adalah seorang ulama Indonesia yang berasal dari Sumatera Barat.

Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Ayahnya, Haji Ahmad bin Abdul Murid (1883-1928), adalah seorang pembaru Islam di masanya.[1]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Jenjang pendidikan Malik Ahmad dimulai dari Sekolah Rakyat yang berada di Tabek Patah. Setelah menamatkan sekolahnya tahun 1924, atas dasar dorongan Haji Ahmad, ia pun melanjutkan studinya di Sumatera Thawalib Parabek yang dibina oleh Syaikh Ibrahim Musa. Setahun kemudian, atas permintaannya, Malik Ahmad memutuskan pindah ke Sumatera Thawalib Padang Panjang dan duduk di kelas 6A.[1]

Karier[sunting | sunting sumber]

Aktivitas Malik Ahmad tidak sebatas belajar di Sumatera Thawalib Padang Panjang, ia mulai aktif di Muhammadiyah Padang Panjang sejak tahun 1928. Buya Sutan Mansur mempunyai peran yang penting dalam membentuk pribadi Buya Malik Ahmad yang tegas dan konsisten.[1]

Ketika dirinya masih aktif di Muhammadiyah, ia pernah ditawari posisi sebagai Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah. Akan tetapi, ia menolak jabatan itu dikarenakan ketidak setujuannya terhadap asas tunggal Pancasila. Menurutnya, posisi Tauhid tidak boleh bergeser setapal pun meski itu demi alasan pragmatis.[2]

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Ia menikahi seorang wanita dari suku Guci bernama Rohana. Rohana berasal dari Pasir, IV Angkat Candung, Bukittinggi, Sumatera Barat. Bersamanya, ia dikaruniai 6 orang anak yaitu:

  1. Hj. Rasjidah Malik (Perempuan) - Ciputat Timur, Tangerang Selatan
  2. Alm. H. Rusjdi Malik (Laki-laki) - Kandang ampek, Padang Pariaman
  3. Hj. Rahimah Malik (Perempuan) - Sunter, Jakarta Utara
  4. Hj. Raudathul Jannah Malik (Perempuan) - Menteng Dalam, Jakarta Selatan
  5. Alm. Hj. Rahmanidar Malik (Perempuan) - Ciputat Timur, Tangerang Selatan.
  6. H. Riadi Malik (Laki-laki) - Ciputat Timur, Tangerang Selatan

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]