M. Imdadun Rahmat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
M. Imdadun Rahmat
[[Ketua Komnas HAM]] 10
Masa jabatan
Maret 2016 – Maret 2017
PendahuluNur Kholis
PenggantiAhmad Taufan Damanik
Informasi pribadi
Lahir(1971-09-06)6 September 1971
Bendera Indonesia Rembang, Jawa Tengah, Indonesia
KebangsaanIndonesia
Alma materIAI Al Aqidah
Universitas Indonesia
PekerjaanKetua Komnas HAM

Dr. M. Imdadun Rahmat, M.Si., (lahir di Rembang, 6 September 1971; umur 48 tahun) merupakan Ketua Komnas HAM Pereode 2016-2017. Sebelumnya, ia menjabat Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia periode 2013-2014 dan salah satu dari 13 anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia periode 2012-2017.[1] Ia mendapatkan gelar Sarjana Agama (S.Ag.) dari Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Al Aqidah Jakarta pada tahun 2000 dan gelar Magister Sains (M.Si.) dari Jurusan Politik dan Hubungan Internasional Timur Tengah, Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada tahun 2003. Telah menyelesaikan program doktoralnya di Jurusan Ilmu Politik FISIPOL Universitas Indonesia pada Desember 2016. Sejak tahun 2000, Imdadun aktif sebagai konsultan, narasumber, dan fasilitator untuk diskusi bertema HAM, demokrasi, kebebasan beragama, pluralisme, dan keadilan gender (khususnya dalam perspektif Islam).[2]

Pendidikan Nonformal[sunting | sunting sumber]

  • Pesantren Jumput Pamotan Rembang (1989-1991)
  • Forum Studi Sosial Politik 164 di Jakarta (1992-1995)
  • Pendidikan Kepemimpinan untuk Pemimpin Muda Ormas Keagamaan di Jepang (2001)
  • Pendidikan Multikulturalisme untuk Aktivis LSM di Amerika Serikat (2007)

Karier[sunting | sunting sumber]

  • Direktur Paras Foundation
  • Sekretaris Jenderal Indonesian Conference on Religions and Peace atau ICRP (sejak 2010)
  • Wakil Sekjen PBNU (2010-2015)
  • Anggota Komnas HAM (2012-2017)
  • Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Internal (2013-2014)
  • Ketua Komnas HAM (2016-2017)

Karya[sunting | sunting sumber]

  • Buku Modul Pelatihan Advokasi dan Pengorganisasian Masyarakat, diterbitkan oleh Lakpesdam NU (2002)
  • Demokrasi dan Hak Asasi Manusia, diterbitkan oleh Lakpesdam NU (2002)
  • Dakwah Transformatif: Islam dan Toleransi (pegangan para Da’i), diterbitkan oleh Lakpesdam NU (2003)
  • Dialog dan Kebebasan Beragama, diterbitkan oleh MADIA (2003)
  • Buku Pegangan Pemantau Pemilu, diterbitkan oleh Lakpesdam NU (2004)
  • Arus Baru Islam Radikal: Transmisi Revivalisme Islam Timteng Ke Indonesia, diterbitkan oleh Erlangga Press (2005)
  • Modul Pendidikan Pluralisme dan Religius Freedom bagi Guru, diterbitkan oleh Paras Foundation (2005)
  • Ideologi Politik PKS: Dari Masjid Kampus ke Gedung Parlemen, diterbitkan oleh Lkis (2008)
  • Integrasi Multikulturalisme dalam Kurikulum (2010)
  • Islam Indonesia Islam Paripurna: Pergulatan Islam Nusantara dan Islam Trans-nasional, (Omah Aksoro, 2017).
  • Islamisme Di Era Transisi Demokrasi: Pengalaman Indonesia Dan Mesir, (LKIS, 2018).

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]