Leonardus Miau

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pastor Leonardus Miau, Pr
Pastur Leonardus Miau
GerejaGereja Katolik Roma
KeuskupanSintang
Tahbisan
Ditahbiskan16 Mei 1996
(23 tahun, 160 hari)
Data Diri
Nama lahirLeonardus Miau
Lahir(1965-12-29)29 Desember 1965
Nanga Pari, Sepauk, Sintang, Kalimantan Barat
Kewarganegaraan Indonesia
DenominasiKatolik Roma
KediamanKeuskupan Sintang

Pastor Leonardus Miau, Pr (lahir di Nanga Pari, Sepauk, Sintang, Kalimantan Barat, 29 Desember 1965; umur 53 tahun) adalah Vikaris jenderal Gereja Katolik Roma untuk Keuskupan Sintang.[1]

Biografi[sunting | sunting sumber]

Leonardus Miau lahir di Nanga Pari pada tanggal 29 Desember 1965.

Kehidupan spiritual[sunting | sunting sumber]

Leonardus Miau memperoleh penahbisan Imam di Sintang pada tanggal 16 Mei 1996. Ia bertugas di Pandan, Belimbing sebagai Vikjen Keuskupan Sintang[2]

Yayasan Badan Sukma[sunting | sunting sumber]

Pastur Leonardus Miau, Pr. adalah salah satu pengawas Yayasan Badan Sukma, yaitu yayasan persekolahan Katolik yang terdiri dari SMA Panca Setya, SMK Budi Luhur, SMP Panca Setya 1 dan 2, SD Panca Setya 1 dan 2, TK Santa Maria, dan sekolah-sekolah lainnya. Yayasan tersebut berdiri di bawah naungan Keuskupan Sintang.[3]

Pelayanan[sunting | sunting sumber]

Permasalahan perkebunan sawit[sunting | sunting sumber]

Pastur Leonardus Miau menjadi ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, Pastoral, Migran dan Perantau (KKP-PMP) Keuskupan Sintang. Pada tanggal 10 Juni 2013, ia bersama anggota KPP-PMP lain menemui Bupati Sintang, Dishutbun Kabupaten Sintang, dan DPRD Sintang untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat perihal perkebunan kelapa sawit. Ia mengatakan:[4]

"Cita-cita pemerintah Indonesia untuk menjadi negara industri minyak sawit yang berkelanjutan dengan membuka perkebunan kelap sawit di Kalimantan Barat, telah menimbulkan banyak masalah dalam masyarakat. Di mana terjadi konflik horisontal dan vertikal antarmasyarakat soal tapal batas tanah, perampasan tanah ulayat, dan minimnya informasi soal izin."

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ UCAN, Database of Catholic Dioceses in Asia. Diocese of Sintang.
  2. ^ http://keuskupansintang.org/index.php/tentang-kami/imam
  3. ^ Fransiscus Martono Ardi. 16 Oktober 2013. Menjadi Guru Kristiani Sejati di Era Globalisasi.
  4. ^ Sintang Online, Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sintang. 11 Juni 2013. Audiensi Permasalahan Besar Yang di Hadapi Masyarakat.