Lagom

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gaya hidup seimbang, "Lagom"
Lema kata "Lagom"

Lagom (ˈlɑ̂ːɡɔm) berasal dari kata Swedia dan Norwegia yang berarti "jumlah yang tepat". Lagom memiliki penerjemahan kata yang beragam, Lagom diterjemahkan sebagai "dalam jumlah sedang", "seimbang", "sempurna-sederhana", "cukup", dan "cocok". Lagom membawa konotasi kesesuaian, meskipun belum tentu sempurna. Pepatah Swedia arketipikal "Lagom r bäst", secara harfiah "Jumlah yang tepat adalah yang terbaik", atau sebagai "Ada kebajikan dalam jumlah sedang".[1]

Lagom dalam gaya hidup Swedia disebut sebagai penerus hygge. Hygge merupakan konsep gaya hidup Denmark yang mengedepankan kenyamanan dan memelihara suasana yang ramah yang berfungsi sebagai bentuk gaya hidup aspiratif. Lagom mendominasi kehidupan, bahasa, dan budaya Swedia dengan cara yang sama seperti hygge, kedua konsep tersebut sarat makna sehingga tidak ada terjemahan yang benar-benar sempurna, keduanya menyiratkan ketidaksukaan terhadap kemewahan dan juga merupakan bagian dari gagasan gaya hidup tentang bangsa mereka.. [1]

Lagom dan Hygee[sunting | sunting sumber]

Denmark secara universal fanatik tentang hygge, tetapi Swedia bisa sangat bertentangan tentang lagom. Masyarakat Swedia tidak sepenuhnya mengatakan setuju dan mengungkapkan cintanya pada moderasi Swedia terdapat dan konsep lagom. Terdapat batasan yang timbul dari gaya hidup lagom seperti batasan untuk mengekspresikan diri dan keberanian mengemukakan ide dan pemikiran.

Lagom memungkinkan menjadi suatu bentuk moderasi kepribadian, pandangan, dan juga politik.Misal, anak-anak Swedia diperkenalkan dengan tren hidup lagom yang membatasi untuk "jangan terlalu banyak tertawa" , atau "jangan berlebihan".

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Secara harfiah Lagom berarti "menurut hukum", terjemahan yang lebih mendekati adalah "menurut kebiasaan" atau "menurut akal sehat". Pengesahan paling awal dari kata tersebut berasal dari teks abad ke-17 .Terdapat etimologi palsu umum yang mengklaim bahwa itu adalah kontraksi dari "laget om" "di sekitar tim", frasa tersebut digunakan pada zaman Viking untuk menentukan berapa banyak madu yang harus diminum seseorang dari tanduk saat diedarkan agar setiap orang menerima bagian yang adil.

Istilah serupa dalam bahasa lain[sunting | sunting sumber]

Di Indonesia, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa, ada kata yang umum untuk kat Lagom yaitu "pas" yang berarti jumlah yang tepat (ukuran yang dapat dihitung), cocok, cukup.[2]

Dalam dialek Jerman Swiss kata yang mirip dengan lagom adalah kata "gäbig"yang sesuatu seperti "nyaman", "cocok", "berguna", dalam hal objek atau dalam kaitannya dengan orang dan kondisi "ramah", "menyenangkan", "bersimpati".

Dalam bahasa Norwegia, kata tersebut memiliki sinonim sebagai "pas, cocok, nyaman, bagus, layak, tegap/proporsional". Sementara beberapa sinonim terdengar mirip, misal "cocok" dan "masuk akal", "pas" dan "seimbang", banyak dalam bahasa Swedia tidak ada dalam bahasa Norwegia dan sebaliknya. Kata-kata Norwegia "passelig" dan "passe" yang lebih umum sangat mirip, diterjemahkan secara kasar sebagai "pas, memadai, cocok" dalam bahasa Inggris. "Passe" dapat digunakan dalam setiap konteks di mana "lagom" Swedia digunakan, misal, "passe varm" (suhu yang tepat/cukup hangat), "passe stor" (ukuran yang tepat),

Bahasa Finlandia lagom memiliki arti "Sopivasti", yang membawa konotasi serupa "tepat".

Penerapan gaya hidup lagom[sunting | sunting sumber]

Swedia, Finlandia, dan Denmark yang merupakan negara Skandinavia yang menempati peringkat teratas dalam daftar negara paling bahagia di dunia menurut World Happiest Report. Swedia, Finlandia, dan Denmark menerapkan gaya hidup sederhana yang diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan, pakaian, makanan, rumah, dan sebagainya.Selain karena keamanan, kesehatan dan pekerjaan warganya, gaya hidup yang dijalankan memberikan pengaruh besar pada tingkat kebahagiaan mereka. Lagom menjadi kunci hidup seimbang,

Niki Brantmark dalam buku Lagom: The Swedish Art of Living a Balanced, Happy Life menyatakan betapa pentingnya kita meniru perilaku masyarakat Swedia yang santai dan tenang, sehingga bisa mengisi waktu dengan hal-hal bermakna.

Berbeda dengan gaya hidup minimalis yang mengedepankan “less is more” pada lagom lebih mengutamakan prinsip keseimbangan. Dalam hidup, semuanya mesti cukup, tanpa kekurangan dan kelebihan. Dalam pekerjaan, masyarakat di Swedia tidak mengenal prinsip “work hard play hard” tetapi masyarakat lebih fokus pada work life balance dan memang terbiasa menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Mereka juga tak pernah lembur atau mengambil pekerjaan di luar jam kerja yang telah ditentukan. [3]

Di Indonesia, standar jam kerja biasanya sekitar 8 sampai 9 jam. Namun, jam kerja di Swedia pada umumnya hanya enam jam dan berperan dalam meningkatkan produktivitas. Selain itu, gaya hidup lagom juga mendukung waktu bersosialisasi, lagom membiasakan orang-orang untuk mementingkan kelompok dan kebersamaan. Kebahagiaan mereka tidak hanya didapatkan dari kesenangan pribadi, tapi juga membantu dengan orang lain.

Jika sedang tidak bekerja, masyarakat Swedia meluangkan waktu untuk melakukan hobi positif, berkumpul bersama orang terdekat, berkegiatan di ruang publik, dan aktif di komunitas.

Unsur-unsur lagom[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah lima unsur lagom:[4]

Selalu Menjadi Positif[sunting | sunting sumber]

Konsep Lagom didasarkan pada nasihat mendasar: keseimbangan dan kecukupan. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan mitos kepuasan terhadap hal-hal yang berlebihan sebagai tren negatif. Lagom mengajarkan manusia untuk mengetahui bagaimana memahami sesuatu yang positif dalam setiap situasi, mampu belajar dari setiap pengalaman, dan bercita-cita untuk hidup adil dan selaras dengan dunia.

Menyeimbangkan Rutinitas Kerja dan Kehidupan Pribadi[sunting | sunting sumber]

Swedia memandang bekerja ekstra yang memakan lebih dari jam kerja merupakan sebuah tindakan yang tidak efisien. Oleh karena itu, Lagom diimplementasikan dalam aspek pekerjaan dengan memaksimalkan jam kerja dan mengurangi kebiasaan lembur, atau menjadwalkan hari untuk beristirahat sehingga setiap orang memiliki keseimbangan antara karir dan kehidupan.

Konsumsi yang Berkelanjutan[sunting | sunting sumber]

Salah satu pilar filosofi Lagom adalah menyadari pentingnya daur ulang yaitu mengetahui cara menggunakan kembali dan memberi kehidupan baru pada benda-benda bekas tetapi juga merelokasi furnitur atau barang-barang lama dengan kreativitas, imajinasi, dan rasa. Lagom didasarkan pada keberlanjutan, penghematan energi, dan penggunaan bahan yang menjaga kelestarian lingkungan.

Pentingnya Olahraga dan Tidur[sunting | sunting sumber]

Unsur dalam filosofi lagom Swedia adalah mencari waktu untuk olahraga dan istirahat. Keduanya merupakan kegiatan yang memurnikan pikiran dan membantu menghadapi kehidupan sehari-hari dengan semangat positif. Menemukan waktu untuk bersantai, menikmati sedikit kegembiraan dalam olahraga, adalah semua solusi berbeda untuk melepaskan diri dari kecemasan atau kekhawatiran mengenai pekerjaan atau keluarga. Aktivitas sederhana yang dapat ditemukan dalam aktivitas baik olahraga maupun tidur.

Menyebarkan Kebahagiaan[sunting | sunting sumber]

Lagom mengajarkan manusia untuk mampu menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana di dalam kehidupan. Anda pun dapat memulai dengan menemukan kebahagiaan sederhana dengan mensyukuri segala sesuatu yang Anda miliki, dan bahkan dengan membagikan kebahagiaan tersebut kepada orang-orang di sekitar Anda. Menyebarkan kebahagiaan tidak selalu berupa pemberian barang, namun dapat dimulai dengan pemberian apresiasi, ucapan pujian, dan memberikan pengertian terhadap orang terdekat Anda.

Contoh gaya hidup lagom[sunting | sunting sumber]

Dibutuhkan begitu banyak upaya untuk mulai mengubah gaya hidup, kebiasaan, dan cara memikirkan sesuatu secara berlebihan. Setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda dan mengambil pelajaran yang dihasilkan dari menjalani kehidupan lagom. [5]

Contoh penerapan gaya hidup lagom: 1. Menjaga rumah Anda bersih dan rapi, 2.Membuat rehat kopi untuk dapat beristirahat dengan baik, 3.Masyakatat Swedia dikenal dengan rehat kopi sebagai sebuah ritual sosial yang diterjemahkan menjadi "beristirahat untuk minum kopi dan menikmati suguhan kecil". 4. Bekerja lebih lama tidak sama dengan bekerja lebih keras.[5]

Gaya hidup lagom dirumah[sunting | sunting sumber]

Lagom memandu seseorang untuk merangkul apa yang membuat bahagia dan menghilangkan apa yang tidak. Memastikan apa yang disimpan itu berharga dan dimanfaatkan. MIsal, Rak yang penuh dengan buku hanya menjadi beban jika Anda tidak pernah membacanya, 2. Intinya adalah menemukan hidup yang lebih sederhana dan masih memiliki ruang untuk hal-hal yang membuatmu bahagia[6]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Hygee

Referensi:[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Calm down trendspotters – 'lagom' is not the new hygge | Richard Orange". the Guardian (dalam bahasa Inggris). 2017-02-06. Diakses tanggal 2021-12-26. 
  2. ^ "Arti Kata "pas" Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia | KBBI.co.id". kbbi.co.id. Diakses tanggal 2021-12-26. 
  3. ^ "Menerapkan Konsep Lagom, Gaya Hidup Seimbang Ala Orang Swedia". VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan. Diakses tanggal 2021-12-26. 
  4. ^ "Manifestasi "Lagom", Gaya Hidup Seimbang Berkelanjutan ala Filosofi Swedia - Indonesia SDGs Summit". sdgsummit.id. Diakses tanggal 2021-12-27. 
  5. ^ a b "What is the Swedish Lagom lifestyle?". Youth Time Magazine (dalam bahasa Inggris). 2021-01-08. Diakses tanggal 2021-12-26. 
  6. ^ "How lagom — the Swedish concept of 'just right' — can help you live a balanced life" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-12-26.