Lúcia dos Santos

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Lúcia dos Santos, O.C.D.
Suster Lúcia dari Fátima
Jacinta marto lucia santos.jpg
Lúcia dos Santos (berdiri) dengan sepupunya, Jacinta Marto, 1917.
Relijius, Pelayan Allah
Lahir Lúcia de Jesus dos Santos
28 Maret 1907
Aljustrel, Fátima
Kerajaan Portugal
Wafat 13 Februari 2005 (usia 97)
Konven Karmelit Tak Berkasut
Coimbra, Portugal
Dihormati di Gereja Katolik
Atribut Visioner Penampakan Maria di Fátima

Lúcia de Jesus dos Santos,[1] O.C.D.[1] (lahir 28 Maret 1907 – meninggal 13 Februari 2005 pada umur 97 tahun),[1] yang juga dikenal sebagai Lúcia dari Fátima[2] dan nama relijiusnya Suster Maria Lúcia dari Yesus dan Hati Tak Bernoda,[1] adalah seorang biarawati Karmelit Katolik Portugis. Ia juga merupakan salah satu dari tiga anak yang menyaksikan penampakan Maria tahun 1917 di Fátima.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Lúcia adalah anak bungsu dari pasangan António dos Santos dan Maria Rosa Ferreira (1869-1942),[3] keduanya dari Aljustrel, yang menikah pada 19 November 1890.[1] Ia memiliki enam saudara: Maria dos Anjos (1891-1986), Teresa de Jesus Rosa dos Santos, Manuel Rosa dos Santos (1895-1977), Glória de Jesus Rosa dos Santos (1898-1971), Carolina de Jesus Rosa dos Santos (1902-1992), Maria Rosa (wafat saat lahir). Meskipun petani, keluarga Santos tidak berarti miskin, mereka memiliki lahan "dalam pengarahan Montelo, Bunda dari Ortiga, Fátima, Valinhos, Cabeço, Charneca, dan Cova da Iria."[4]:9

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e "Servant of God Lucia Santos". EWTN. Irondale, Alabama: Eternal Word Television Network, Inc. Diakses tanggal 12 July 2016. 
  2. ^ "54-Day Rosary Novena". EWTN Ireland. Eternal Word Television Network, Inc. Diakses tanggal 12 July 2016. 
  3. ^ Duarte, Marco Daniel, ed. (2012). Francisco e Jacinta Marto: candeias que Deus acendeu [Francisco and Jacinta Marto: Candles that God Lit] (dalam bahasa Portuguese). Santuário de Fátima. ISBN 978-972-8213-83-1. 
  4. ^ Dos Santos, Lúcia (1999). Fátima in Lúcia's Own Words. II. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]