Konghu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

'Orang Guǎngfǔ 广府/廣府 yang berada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sering disebut sebagai orang Konghu (Kantonis). Orang Guǎngfǔ terdapat dua pengelompokan yang berbeda sesuai dengan daerah asal dan pemakaian dialeknya.

Pengelompokan[sunting | sunting sumber]

Pertama adalah kelompok Xiáyì yang lebih umum dianggap sebagai orang Guǎngfǔ. Leluhur mereka adalah orang Baiyue. Dengan Guangzhou sebagai pusat, tersebar di sekitar daerah delta Sungai Zhū Jiāng, seperti Hongkong , Fóshān, Nánníng dan sebagainya, dengan dialek bahasa Yuè sebagai bahasa ibu. Kedua adalah kelompok Guǎngyì yang mencakup seluruh keturunan yang berdialek bahasa Yuè di seluruh Provinsi Guangdong dan bahkan sebagian dari daerah di Provinsi Guangxi.

Sedangkan bagi Tionghua perantauan, hanya mengenal dan punya satu pengertian tentang daerah asal mereka yaitu daerah Guangdong dengan bahasa dialek mereka yang mereka sebut sebagai bahasa Konghu.

Daerah Penyebaran[sunting | sunting sumber]

Daerah delta Sungai Zhū Jiāng mencakup daerah Hùizhōu, Shēnzhèn, Dōngguǎn, Guǎngzhōu, Zhōngshān, Zhūhǎi, Jiāngmén, Zhàoqìng, Hongkong dan Macau. Merupakan salah satu daerah paling padat penduduk di Cina. Terutama dearah Shenzhen, Dongguan dan Guangzhou merupakan daerah yang paling awal dibuka sebagai daerah perekonomian khusus di Cina.

Hùizhōu memiliki sejarah yang sangat panjang, dari dulu sudah terkenal dengan julukan daerah terkenal di Lingnan dan pintu daerah Yuè timur. Sekarang merupakan salah satu markas produk elektornik di Cina. Sedangkan Shēnzhèn yang sekarang menjadi sister city dengan kota Batam, merupakan sebuah daerah ekonomi khusus yang baru dibentuk dan mulai dibangun pada tahun 1979 atas ide dari Deng Xiaoping. Dalam jangka waktu hanya 28 tahun, Shēnzhèn sekarang sudah menjadi daerah tujuan bisnis maupun wisata utama di Cina. Kota Shēnzhèn memiliki letak geografis yang sangat strategis karena bersebelahan langsung dengan Hongkong. Sama halnya dengan kota Zhuhai yang bersebelahan langsung dengan Macau.

Dōngguǎn bersama dengan Nanhǎi, Shùndé dan Zhōngshān mendapat julukan sebagai empat macan kecil Provinsi Guǎngdōng. Sedangkan Guǎngzhōu, yang merupakan ibukota dari Provinsi Guǎngdōng, dengan julukan sebagai Pintu Utama Selatan Cina, merupakan pusat politik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan transportasi di Cina Selatan. Guǎngzhōu sekarang merupakan kota ketiga terbesar di Cina setelah Shanghai dan Beijing. Dan pada tahun 2010 merupakan kota pelaksana ASEAN Games yang ke 16.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]