Kilang, Montong Gading, Lombok Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kilang
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Barat
KabupatenLombok Timur
KecamatanMontong Gading
Kodepos
83663
Kode Kemendagri52.03.11.2003 Edit the value on Wikidata
Luas3.677 Ha
Jumlah penduduk5.442 jiwa
Kepadatan1.480 jiwa/km2

Kilang merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Montong Gading, kabupaten Lombok Timur, provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Desa merupakan satu dari 8 desa dan kelurahan yang berada di kecamatan Montong Gading. Desa ini memiliki kodepos 83664.

A. SEJARAH DESA KILANG

                       Berdasarkan buku sejarah (Takepan) dan dari informasi / cerita para Leluhur yang lazim disebut Pengelingsir, bahwa kata Kilang berasal dari kata “Ke-Ilang” atau hilang. Konon pada zamannya Raden Pulasari (Raden Satria Jagad) merupakan orang pertama yang menempati wilayah ini, saat itu beliau adalah sosok pemuda sakti yang rendah hati dan beliau anak bungsu dari 9 bersaudara. Tulisan sejarah mencatat bahwa Raden Pulasari mengembara ke hutan utara hanya seorang diri dan hilang beberapa waktu lamanya. Kemudian untuk mengetahui keberadaan dari beliau diutuslah beberapa orang yang terdiri dari para Punggawa Kerajaan berikut hulubalang dan Tukang Falak untuk menemukannya. Dari pencarian tersebut di suatu tempat beliau pernah tampak tetapi setelah dikitari ternyata hilang lagi, lalu muncullah kata “Ke-Ilang”. Kemudian diadakan lagi pencarian sampai akhirnya beliau ditemukan di rumpun bambu petung yang sampai sekarang orang menyebutnya Kebon Nyangget karena letaknya yang persis di atas tebing terjal.

                       Saat itu Raden Pulasari diminta pulang oleh para punggawa yang ditugaskan namun beliau bersikeras ingin tetap tinggal. Setelah matur pawikan atau pemberitahuan diperintahkanlah para utusan untuk membawa serta 33 orang prajurit dan ikut serta seorang bibinya untuk kembali lagi ke wilayah utara dimana Raden Pulasari ditemukan dengan tujuan agar dapat membentuk pemukiman berikut Pemerintahan sendiri.

                       Dalam perjalanan sejarahnya Raden Pulasari adalah Raja Kilang dengan menguasai wilayah dari Selatan membujur ke Utara (Bumbang-Orong taker Perian Taer-aer dan hutannya) dan sebagai pusat pemerintahannya di Peresak Kilang (Kilang Selatan). Pada masa pemerintahannya beliau terkenal sebagai sosok yang arif dan bijaksana.

PERKAWINAN DAN KETURUNAN

                       Dalam masa pemerintahannya terkadang muncul desakan dari para punggawa dan Bibinya untuk segera menikah agar mempunyai pendamping hidup dan mendapatkan keturunan.

                       Pada pernikahan yang pertama ini gadis yang disunting Raden Pulasari adalah dari kalangan gadis bukan bangsawan.pernikahannya ini hanya melahirkan seorang putra bernama LALU DARMAT.

                       Setelah berselang beberapa tahun dari pernikahan pertamanya, Raden Pulasari kemudian menikah lagi dengan seorang gadis dari kalangan bangsawan bernama Dende Atim yang berasal dari Desa Bebuaq Lilin. Pernikahannya dengan Dende Atim melahirkan 3 orang anak yaitu Raden Gde Wiranom, Dende Tunjung Sari, dan Raden Wiranata.

                       Dende Tanjung Sari meninggal dunia pada usia kanak-kanak sehingga tinggallah mereka bertiga yaitu Lalu Darmat, Raden Gde Wiranom, dan Raden Wiranata.

                       Tahun-tahun berikutnya dalam perkembangan waktu dan zaman sebagai manusia biasa meskipun dari kalangan bangsawan mereka selalu berinteraksi dengan masyarakatnya, mempunyai kegemaran yang saling terkait seperti:

-         Lalu Darmat gemar pada binatang jinak seperti kuda, dll.

-         Raden Gde Wiranom gemar pada burung-burung, binatang liar seperti menjangan dan sejenisnya dan berburu ke hutan.

-         Raden Wiranata gemar berkebun dan berladang.

Mereka tumbuh menjadi remaja yang kreatif di bidangnya. )*Buku Sejarah/Takepan dalam bahasa Kawi ada di Pedaleman Pringgabaya.

PENERUS PEMERINTAHAN

                      Di usia remaja Raden Wiranom gemar pada binatang piaraan, demikian pula adiknya Raden Wiranata yang gemar berladang. Pada masanya Raden Wiranom membuat kandang piaraan disebuah lokasi tanah datar bernama Lendang Makluk yang letaknya kurang lebih 1 km dari rumahnya (Peresak). Karena bosan pulang pergi Raden Wiranom akhirnya membuat sebuah tempat peristirahatan yang lama kelamaan menjadi rumah tinggal dengan diiringi oleh para pengikutnya. Melihat situasi demikian kemudian ikutsertalah Lalu Darmat kakaknya dan Raden Wiranata adiknya. Ini adalah cermin dari solidaritas dan rasa kekeluargaan yang kuat dan semangat persatuan yang kokoh. Perkembangan selanjutnya secara berangsur-angsur mereka berpindah dari Presak ke Lendang Mangkluk.

PUSAT PEMERINTAHAN BARU

                            Menyadari bahwa semakin hari semakin banyak warga pengikutnya turut serta berumah di sekitar Lendang Mangkluk Yang semula menjadi lading mengingat tanahnya yang datar, melalui rembuk dengan kakak dan adiknya berikut pengikutnya kemudian beliau ditunjuk sebagai Pemegang Pimpinan secara pasti Raden Wiranom menetapkan Lendang Mangkluk sebagai tempat tinggal dan menjadi pusat pemerintahannya.

                            Pada perkembangan berikutnya yaitu sekitar penghujung abad 18)*, pemukiman yang baru ini diberinama dengan “DUKUH KILANG” (dalam bahasa Ngawi) yang artinya “DESA KILANG” dan sebagai Pemerintah Pertamanya adalah RADEN WIRANOM.

                            Lokasi pusat pemerintahannya (Bencingah/Kedaton) berada di sebelah timur dengan sebutan Pedalaman Raden Gde Wiranom sekarang dinamakan Dalem Timuq, sementara kakaknya yaitu Lalu Darmat mengambil posisi di sebelah selatan sekarang dinamakan Dalem Lauk, dan adiknya Raden Wiranata mengambil posisi di sebelah Barat dinamakan Pedalaman Raden Gde Wiranata yang sekarang disebut Dalem Bat.

                            Perkembangan Desa Kilang sejalan dengan kemajuan zaman kian hari kian berubah kian tahun kian bertambah. Desa kilang tergolong sebagai desa yang damai, aman dan makmur dengan tingkat kecukupan warga masyarakatnya lumayan bagus karena didukung oleh luas wilayah dan tingkat kesuburan tanahnya.

PERLAWANAN TERHADAP KAUM PENJAJAH

                            Pada perkembangan selanjutnya ketika semua warga Desa tengah menikmati kedamaian yaitu sekitar awal bad 19 datanglah kaum yang hendak berkuasa yaitu Kerajaan Karang Asem Bali dengan membonceng kaum penjajah Belanda. Karnanya muncullah gerakan sporadis melakukan perlawanan dan pertahanan untuk menghalau kaum yang hendak berkuasa. Dari perlawanan yang dilakukan, Desa Kilang tidak dapat memetik kemenangan karena jumlah prajurit yang sedikit meskipun yang menjadi panglima adalah Raden Wiranom sendiri. Konsekwensi dari sebuah kekalahan adalah harus tunduk kepada kaum penguasa. Aturan itupun terpaksa diikuti dengan catatan Desa Kilang jangan diduduki.

                            Perjanjianpun dibuat bahwa Desa Kilang tidak akan diduduki tetapi pimpinannya harus ditahandan Desa Kilang diwajibkan menyerahkan upeti kepada Kerajaan yang diserahkan markasnya di Kota Raja (sekarang wilayah kecamatan sikur) dan Raden Wiranom harus ditahan. Demi membela agar rakyatnya tidak menjadi korban, perjanjianpun disetujui. Penahanan ini menimbulkan perlawanan gerilya dari para prajurit yang setia pada pimpinannya dengan cara melakukan pembegalan dan pembunuhan kepada setiap orang yang menjadi kaki tangan dari pemerintah kerajaan Karang Asem. Cara ini dilakukan oleh pengikut setianya seperti Loq Gendeng, Loq Ewe, Haji Udin, dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Karena situasi semakin gawat, maka masyarakat Kilang memohon bantuan kepada Jeroayah Okon dari Loyok yang terkenal dengan keberanian dan kepiawaiannya dalam olah kanuragan. Kemudian Raden Wiranom diculik dari tempat penahanannya dan dibawa pulang ke Kilang.

KEPALA DESA KILANG

                            Singkat cerita Raden Wiranom sudah merasakan dirinya uzur, dan peraturan pemerintah yang mengharuskan Kilang dipimpin oleh seorang Kepala Desa maka Raden Wiranom menunjuk Lalu Darmasih (Putra saudara sulungnya) menjadi penerus kepemimpinan yaitu “Kepala Desa Kilang”.

                            Lalu Darmasih alias Mamiq Kartanom Kepala Desa Kilang Pertama, mulai menjabat kurang lebih tahun 1932 s/d 1960. Pada masa pemerintahan Beliau Desa Kilang secara berangsur-angsur membenahi diri dalam struktur wilayah yaitu pertama dengan hanya 4 keliang yaitu Kilang, Bendung, Peresak, Keluncing dan Perian kemudian berikutnya menyusul keliang-keliang lainnya. Pada tahun 2950 Desa Kilang sempat dipecah menjadi 2 Desa yaitu Desa Kilang dan Desa Bendung. Hal ini tidak berlangsung lama karena Desa Bendung dengan Kepala Desanya adalah Mamiq Saleh tidak didirikan dengan persetujuan Pemerintah. Karena status tersebut maka pada tahun 1952 Desa Bendung bergabung kembali ke wilayah Desa Kilang setelah Mamiq Sartanom kembali dari menunaikan ibadah Haji. Beliau berganti nama menjadi Haji Abdurrahman. Beliaupun disebut sebagai Kepala Desa Lingsir.

PEMILIHAN KEPALA DESA.  

1.      Pada tahu 1960 Pemilihan Kepala Desa, Calon sebanyak 3 orang masing-masing :

No Nama Calon Alamat Jum.Suara Pemenang
1 H.MAKBUL Perian H.MAKBUL
2 LALU GEMUH Kilang
3 BPK.MUDRIKAH Kilang

Pada masa jabatannya H.Makbul menggalang masa untuk memecah Desa Kilang menjadi 2 Desa, hal ini diwujudkan oleh Pemerintah sehingga pada tahun 1965 wilayah kerja Desa Kilang berkurang karna berdirinya desa Perian dengan mengambil wilayah Keluncing keutara.

2.      Pada Tahun 1966 Pemilihan Kepala Desa Kedua, Calon sebanyak 3 orang masing-masing:

No Nama Calon Alamat Jum.Suara Pemenang
1 LALU GEMUH Kilang
2 HAJI NASRUDIN Bendung HAJI NASRUDIN
3 LALU DARWITE Bendung

Pada masa itu jumlah keliang sebanyak 4 wilayah yaitu :

-       Kilang

-       Bendung

-       Peresak

-       Balik Batang

3.      Pada tahun 1970 Pemilihan Kepala Desa ketiga, calon sebanyak 2 orang masing-masing :

No Nama Calon Alamat Jum.Suara Pemenang
1 HAJI NASRUDIN Bendung HAJI NASRUDIN
2 AMAQ HINDUN Balik Batang

4.      Pada Tahun 1975, Pemilihan Kepala Desa keempat, calon sebanyak 2 orang masing-masing :

No Nama Calon Alamat Jum.Suara Pemenang
1 HAJI NASRUDIN Bendung HAJI NASRUDIN
2 A S  A D Peresak

5.      Pada Tahun 1980, Pemilihan Kepala Desa Kelima, calon sebanyak 2 orang masing-masing:

No Nama Calon Alamat Jum.Suara Pemenang
1 HAJI NASRUDIN Bendung HAJI NASRUDIN
2 LALU WIRADAP/ MAMIQ NURSEHAN Kilang

Masa jabatan Kepala Desa pada saat ini selama 8 tahun.

6.      Pada Tahun 1989, Pemilihan Kepala Desa keenam, calon sebanyak 4 orang masing-masing :

No Nama Calon Alamat Jum.Suara Pemenang
1 LALU ZAKARIA Bendung LALU ZAKARIA
2 SAFARI Kilang
3 A S A D Peresak
4 SURYA JAYA Peresak

Pada saat pemerintah mengeluarkan aturan istilah keliang diganti menjadi Kadus dan pada saat yang sama wilayah bendung dimekarkan menjadi 2 kekadusan  Bendung dan Gunung Malang.

7.      Pada Tahun 1993 sebelum akhir jabatannya Lalu Zakaria meninggal dunia  dan Jabatan Kepala Desa Kilang dijabat oleh Drs.H.Ismail Rozy sampai dengan masa pemilihan Kepala Desa berikutnya yaitu tahun 1995.

8.      Pada Tahun 1995, Pemilihan Kepala Desa ketujuh, calon sebanyak 3 orang masing-masing :

No Nama Calon Alamat Jum.Suara Pemenang
1 ADENIN Bendung ADENIN
2 SAFARI Kilang
3 A S A D Peresak

Sebelum masa jabatannya berakhir , masyarakat Desa Kilang melakukan Reformasi dan jabatan Kepala Desa dijabat oleh Camat Montong Gading : LALU SUANDI,S.Sos  sampai masa pemilihan Kepala Desa beriktnya.

9.      Pada Tahun 2001, Pemilihan Kepala Desa Kilang yang berikutnya, calon sebanyak 5 orang masing-masing :

No Nama Calon Alamat Jum.Suara Pemenang
1 L.MOH.JAMIL Bendung SURYA JAYA
2 L.YUSUF Kilang
3 A S A D Peresak
4. H.MUNGGAH S Bendung
5. SURYA JAYA Peresak

Sehubungan dengan sesuatu dan lain hal, Surya Jaya mengundurkan diri sebelum berakhir masa jabatannya dan yang menjabat sebagai Kepala Desa Kilang adalah Sekretaris Desa Kilang yaitu SUKARMAN,S.Ag sampai masa pemelihan Kepala Desa berikutnya.

10.  Pada Tahun 2005, Pemilihan Kepala Desa ke sembilan calon sebanyak 4 orang masing-masing :

No Nama Calon Alamat Jum.Suara Pemenang
1 MUZAKKIR Peresak H.MUNGGAH SOPIAN
2 L.YUSUF Kilang
3 A S A D Peresak
4. H.MUNGGAH S Bendung

Pada masa ini wilayah Kadus Bendung di mekarkan menjadi Bendung Selatan dan Bendung Utara.

Pada masa Pemerintahan H.MUNGGAH SOPIAN Desa Kilang dimekarkan mejadi Desa Lendang Belo. Sehingga kekadusan yang ada di Desa Kilang sebanyak 5 Dusun yaitu 1. Dusun Kilang Utara, 2. Dusun Kilang Selatan, 3. Dusun Bendung Selatan, 4. Dusun Bendung Utara dan 5. Dusun Gunung Malang.

11.  Pada tahun 2011, Pemilihan Kepala Desa kesepuluh calon sebanyak 3 orang masing-masing :

No Nama Calon Alamat Jum.Suara Pemenang
1 H.MUNGGAH SOPIAN Bendung 687 Drs.H.Ismail Rozy
2 HAERUL HASRI Kilang 888
3 Drs.H.ISMAIL ROZY Kilang 1.383
2.958

12.  Pada tahun 2018, Pemilihan Kepala Desa kesebelas calon sebanyak 5 orang masing-masing :

No Nama Calon Alamat Jum.Suara Pemenang
1 H.L.MUTAWALLI Bendung Lauk 277 Lalu Suparlan
2 H.MUNGGAH SOPIAN Bendung Utara 679
3 H.RADJIN ALI G.Malang 252
4 Drs,H.ISMAIL ROZY Kilang Selatan 994
5 LALU SUPARLAN Kilang Selatan 1.092
3.294

Dan sekarang masih menjabat sebagai Kepala Desa Kilang.

B. KONDISI UMUM DESA

I.  Potensi Sumber Daya Alam (SDA)

Potensi Umum

1. Luas Desa Kilang 190 Ha. Terdiri dari :

  Tanah Sawah :

- Sawah Irigasi                                       : 238,55 ha

  - Sawah Tadah Hujan                         : - ha

Tanah kering :

- Tegal / ladang                                      : 41,2 ha

- Kuburan                                              : 3,5 ha

- Perkantoran                                         : 0,25 ha

- Pemukiman dan pekarangan               : 27,8 ha

- Sarana umum lainnya                          : 6,12 ha

Tanah basah ;

-Tanah rawa                                           :  -  ha

- Tanah surut                                          : - ha

 

Tanah fasilitas umum ;

- Kas Desa                                             : 4,28 ha

- Lapangan                                             : 0,119 ha

2. Tipologi Desa : Desa Perbukitan

Batas wilayah Desa Kilang sebagai berikut :

a. Sebelah Utara                                : Desa Montong Betok/Lendang Belo

b. Sebelah Selatan                             : Desa Sukadana/Rarang

c. Sebelah Barat                                : Desa Jengik/Lando

d. Sebelah Timur                               : Desa Montong Betok/Sukadana

3. Orbitasi :

a. Jarak ke Ibu Kota Provinsi            :  43 Km

b. Jarak ke Ibu Kota Kabupaten       :  22 Km

c. Jarak ke Ibu Kota kecamatan        :  1 Km

4. Iklim :

a. Curah hujan              :  2000 Mm/Th.

b. Suhu rata – rata        :  30 C

c.Ttinggi tempat            :  390   Mdl

d. Bentang wilayah      :  Datar

II. POTENSI SUMBER DAYA MANUSIA ( SDM )  ;

1. Mata Pencaharian Pokok :

A.   Petani                                                                  : 1.949  Orang

B.    Pedagang/Pengusaha                                        : 317 Orang

C.    Buruh Tani                                                         : 339 Orang

D.   Buruh lepas                                                        : 221 Orang

E.    Pertukangan                                                                   : 20  Orang

F.     Peternak                                                                         : 129 Orang

G.   PNS                                                                    : 44 Orang

H.   Polri                                                                    : 5 Orang

I.      TNI                                                                    : 10 Orang

J.      Karyawan Swasta                                              : 204 Orang

K.   Karyawan BUMN                                             : - Orang

L.    Pembantu Rumah Tangga                                  : 10 Orang

M.  TKI/TKW   Luar Negeri                                    : 150 Orang

N.   Pengemudi / Tukang Ojek                                 : 265 Orang

O.   Belum Bekerja                                                   : 1.995 Orang

2. Agama

                   Islam                          :  5.442 Orang

3. Etnis

1.                                                                                               Sasak                           :   5.435 Orang

2.                                                                                               Arab                            :    - Orang

3.                                                                                               Jawa                            :    35 Orang

4.                                                                                               Sunda                          :    1 Orang

5.                                                                                               Bima                            :    3 Orang

6.                                                                                               Padang                                    :    9 Orang

7.                                                                                               Bali                              :    - Orang

8.                                                                                               Sumbawa                                :    21 Orang

9.                                                                                               Mandar                                    :    - Orang

10.                                                                                           Batak                           :    - Orang

III. POTENSI KELEMBAGAAN

A.     Lembaga Pemerintahan Desa ;

·                                                                                                                                                  Jumlah Aparat Desa    : 17 Orang

·                                                                                                                                                   Pendidikan Kepala Desa        : SLTA

·                                                                                                                                                   Pendidikan Sekretaris Desa   : S1

·   Pendidikan Kaur / Pembantu ;

v                Kaur Keuangan                                                : S1

v                Kaur Umum & Administrasi               : D II

v                Kaur Perencanaan                                            : SLTA

v                Kasi Kesejahteraan                                          : S1

v                Kasi Pelayanan                                                : SLTA

v                Kasi Pemerintahan                                           : SLTA

·                                                                          Jumlah  RT                                          : 36

·                                                                          Jumlah Dusun                                     : 5 dusun

B.    Lembaga Pendidikan ;

·                                                                          - Jumlah TK / PAUD                                      :  2 unit

·                                                                          - Jumlah SD / se derajat                                  :  5 unit

·                                                                          - Jumlah SLTP / se derajat                              :  2 unit

·                                                                          - Jumlah SMA / se derajat                               :  2 unit

·                                                                          - Perpusdes                                          : 1 unit

C.   Kelembagaan Keamanan ;

·                                                                                            - Jumlah Pos Kamling                                        :    7 unit

·                                                                          - Jumlah Hansip / LINMAS                            :    12 Orang

D.  Jenis Sarana dan Prasarana

·              Prasarana Pemerintahan ;

No.

Jenis Prasarana

Kondisi

Ket

Baik Kurang baik Rusak
1 2 3 4 5 6
1 Gedung Kantor Desa 1
2 Gedung Aula 1
3 Ruang BPD 1
4 Laptop
5 Komputer 1 1
6 Mesin Tik
7 Meja Kerja 8
8 Kursi Kerja 8
9 Meja Rapat 4
10 Kursi Rapat 87 10
11 Kursi Tamu 1 1
12 Lemari Arsip 1 1
13 Rak Buku 1
14 Etalase 1
15 Kursi sofa 1 1

4.     Geografis

               4.1. Letak dan Luas Wilayah

    Desa Kilang merupakan salah satu dari 8 Desa di Wilayah Kecamatan Montong Gading, yang terletak 1 Km ke arah Selatan dari  kota Kecamatan. Desa Kilang mempunyai luas wilayah seluas  322,27 Ha.

    4.2.  Iklim[sunting | sunting sumber]

    Iklim Desa Kilang, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia  mempunyai Iklim Kemarau dan Penghujan,  hal tersebut  mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Kilang Kecamatan Montong Gading.

5.           Keadaan sosial Ekonomi Penduduk

5.1. Jumlah Penduduk

Desa Kilang mempunyai Jumlah Penduduk 5.815 Jiwa, yang tersebar dalam 5 Dusun  dengan Perincian sebagaimana tabel : 

TABEL  1

                                JUMLAH PENDUDUK

No. Dusun Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah

KK

1. Kilang Utara 619 629 1.248 375
2. Kilang Selatan 604 616 1.220 411
3. Bendung Selatan 582 588 1.170 400
4. Bendung Utara 628 599 1.227 441
5. Gunung Malang 471 479 950 331
Jumlah 2.904 2.911 5.815 1.958

         5.2.  Mata Pencaharian

Desa Kilang berdasarkan fakta geografis merupakan Desa Pertanian (agraris) tetapi yang perlu diketahui bahwa sebagian besar pemilik lahan pertanian di Desa Kilang merupakan hak milik/dikuasai oleh warga yang berasal dari luar wilyah Desa Kilang sehingga  penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani sangat minim.

Mata pencaharian penduduk Desa Kilang yang sangat dominan adalah tani, buruh tani, buruh lepas, baru kemudian petani, pedagang, Pengerajin dll, selengkapnya sebagai berikut :

TABEL  3

MATA PENCAHARIAN

No. Jenis mata pencaharian Jumlah Keterangan
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

Petani

Pedagang/Pengusaha

Buruh Tani

Buruh lepas

Pertukangan

Peternak

PNS

Polri

TNI

Karyawan Swasta

Karyawan BUMN

PRT

TKI/TKW

Pengemudi / Tukang Ojek

Pengrajin

Pemulung

  112 Orang

   75 Orang

  263 Orang

1056 Orang

   125 Orang

   63 Orang

   82 Orang

     3 Orang

     5 Orang

   32 Orang

     8 Orang

   23 Orang

  135 Orang

  120 Orang

   10 Orang

    5  Orang

             5.3.  Pola Penggunaan Tanah

Penggunaan Tanah di Desa Kilang sebagian besar diperuntukan untuk Tanah Pertanian Sawah sedangkan sisanya untuk Tanah kering yang merupakan bangunan dan fasilitas-fasilitas lainnya.

      5.4. Pemilikan Ternak

Jumlah kepemilikan hewan ternak, penduduk Desa Kilang adalah sebagai berikut ;

TABEL  4

          KEPEMILIKAN TERNAK[sunting | sunting sumber]

No. Jenis Ternak Jumlah Keterangan
1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

Sapi

Kerbau

Kuda

Kambing

Domba

Itik

Ayam kampung

Ayam Potong

Ayam Petelur

Kelinci

Puyuh

  417 ekor

    - ekor

     12 ekor

  50 ekor

     - ekor

  788 ekor

4.425 ekor

565 ekor

15.000 ekor

12 ekor

-   ekor

       6.   Sarana dan Prasarana Desa

Kondisi sarana dan prasarana umum Desa Kilang secara garis besar adalah sebagai   berikut :

TABEL  5

PRASARANA

1. TRANSPORTASI

No. Status Jalan Panjang Keterangan
1

2

3

4

Jalan Provinsi

Jalan Kabupaten

Jalan Desa

Jalan Dusun

- km

1,5 km

7,7 km

5 km

Desa ini memiliki jumlah penduduknya sebagian besar bersuku daerah Sasak. Terletak di bagian timur pulau Lombok.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]