Lompat ke isi

Ki Hadjar Hardjo Oetomo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ki Hadjar Hardjo Oetomo
Lahir1889 atau 1903
Pilangbango, Madiun
Meninggal13 April 1952
Nama lainSamingoen
OrganisasiBudi Utomo, SH Pemuda Sport Club (PSC)
Dikenal atasPendiri SH PSC (cikal bakal PSHT)
PenggantiRM. Soetomo Mangkoedjojo
Gerakan politikSosialis, Kiri-jauh dan Kanan
AnakHarsono

Ki Hadjar Hardjo Oetomo Lahir di Kota Madiun, Jawa Timur, Tahun 1883 (ada yang menyebut tahun 1903[1]) Masehi dan meninggal pada hari Sabtu Legi/Akad Pahing12/13 April 1952 Masehi (17/18 Rejeb 1883 ) dan di makamkan di Desa Pilangbango Madiun. Dia bergabung dengan Syarekat Islam, dan Taman Siswa. Selain begabung dengan organisasi tersebut, Ki Hadjar Hardjo Oetomo juga mendirikan organisasi pencak silat SH Pemuda Sport Club (SH-PSC) yang kemudian berubah menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate. Di bidang ekonomi untuk membantu masyarakat lepas dari penindasan 'lintah darat', ia mendirikan perkumpulan Harta Djaja semacam koperasi sekarang.[2][3][4]

Murid Pertama

[sunting | sunting sumber]
  1. Bpk. Hardjo Mardjoet alias Hardjo Pramojo
  2. Bpk. Soenaryo
  3. Bpk. Soeyono
  4. Bpk. Hasan Djoyo Adi Soewarno
  5. Bpk. Soemo Soedirjo
  6. Bpk. Sastro Harjono (Mantri Botok)
  7. RM Soetomo Mangkoedjodjo
  8. Kang Mas Darsono
  9. Kang Mas Suprojo
  10. Kang Mas Hardjo Giring
  11. Kang Mas Gunawan
  12. Kang Mas Hadisubroto
  13. Kang Mas Hardjo Wagiran
  14. Kang Mas Letnan CPM Sunardi
  15. Kang Mas Sumadji al-Atmadji
  16. Kang Mas Badini
  17. Kang Mas Muhammad Irsyad Widagdo
  18. Rm. Roeslan
  19. Mas Roestamaji
  20. Bu Nunung
  21. Bu Nining
  22. Bu Nunik
  23. Mas Trimawan
  24. KRT Prayitno Marnun
  25. Pelda K.K.O Ariek Harsono
  26. Mas Harmoko modin
  27. Mas Bambang Yudoyono
  28. Mas Agus Prasetyo
  29. Mas Soedibyo
  30. Mas Soejono mantri
  31. Mas Sebiakto hansip
  32. Mas Darmon pwri

Riwayat Hidup

[sunting | sunting sumber]

Ki Hadjar Hardjo Oetomo lahir di daerah Ororo ombo, Kota Madiun pada tahun 1883 Masehi. Masa kecilnya dihabiskan di daerah tersebut sampai remaja. Sebelum mendirikan SH PSC, Ki Hadjar Hardjo Oetomo magang sebagai guru di SD Banteng Madiun. Tidak betah menjadi guru, bekerja di Leerling Reambate di SS (PJKA) Bondowoso, Panarukan dan Tapen. Pada tahun 1906, ia pindah bekerja menjadi Mantri Pasar Spoor Madiun di Mlilir dengan jabatan terakhir sebagai Ajudan Opsioner Pasar Mlilir, Dolopo, Uberan dan Pagotan (wilayah selatan Madiun). Pada tahun 1916, ia bekerja di pabrik gula Redjo Agung Madiun. Pada tahun berikutnya, 1917, ia masuk menjadi saudara SH dan dikecer langsung oleh Ki Ngabei Soerodiwirjo, pendiri Persaudaran Setia Hati. Pada tahun ini bekerja di stasiun kereta api Madiun hingga menjabat Hoof Komisaris. Pada tahun 1922 untuk berjuang dan pergerakan melawan penjajahan Pemerintah Belanda, Ki Hadjar Hardjo Oetomo bergabung dengan organisasi Syarekat Islam (S.I Merah komunisme) dan Boedi Oetomo. Untuk melatih pemuda yang tergabung dalam Boedi Oetomo, tahun itu juga ia mendirikan Setia Hati Pencak Sport Club di Desa Pilangbango, Madiun, yang kemudian berkembang dan bernama Persaudaraan Setia Hati Terate. Saat itu terjadi resesi global, gaji pegawai S.S banyak yang tak dibayar, sebagai tanggapan hal tersebut pada bulan Ramadhan menjelang lebaran pada Mei 1923 Hardjo Oetomo bersama Djojoadihardjo dan Brotosewojo menggelar aksi protes dan mogok kerja pegawai S.S di wilayah Madiun. Sebagai akibatnya, mereka bertiga berada pada pengawas polisi.[5][6]

Pada tahun 1925, ia ditangkap oleh Pemerintah Belanda dan dipenjara di Cipinang, kemudian dipindahkan ke Padang, Sumatera Barat

. Pada tahun 1927 dalam surat kabar hindia belanda namanya termasuk dalam daftar orang Madiun yang akan dibuang ke Boven-Digoel. Uniknya, umur Hardjo Oetomo saat 1927 tertulis 25 tahun.[1] SH PSC dibubarkan Belanda karena terdapat nama "pencak". Setelah diizinkan kembali pulang pada tahun 1931,[7] ia mengaktifkan kembali SH PSC dan untuk menyesuaikan keadaan, kata "pencak" pada SH PSC diubah menjadi "pemuda". Kata "pemuda" semata-mata hanya untuk mengelabui Belanda agar tidak dibubarkan kembali. Bertahan sampai tahun 1942 bersamaan dengan datangnya Jepang ke Indonesia.[8]

Ki Hadjar Hardjo Oetomo meninggal pada tanggal 13 April 1952 dan dimakamkan di TPU Desa Pilangbango, Kota Madiun, Jawa Timur.

Organisasi

[sunting | sunting sumber]

Organisasi yang diikuti:

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 "De locomotief". De locomotief. 1927-07-12. Diakses tanggal 2025-07-16.
  2. "Sejarah SH Terate" website shterate.com
  3. "Biodata Ki Hajar Harjo Oetomo" website shterate.com
  4. "Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate" website silatindonesia.com
  5. "De locomotief". De locomotief. 1927-07-12. Diakses tanggal 2025-07-16.
  6. "Naween van de Staking". De Indische courant. 1923-08-30. Diakses tanggal 2025-07-16.
  7. "POLITIEKE BANNELINGEN. Terug naar hun Geboorteplaats". Soerabaijasch handelsblad. 1931-06-12. Diakses tanggal 2025-07-16.
  8. "Habibi,Amran,Sejarah Pencak Silat Indonesia ( Studi Historis Perkembangan Persaudaraan Setia Hati Terate di Madiun oereode tahun 1922 - 2000 ), Skripsi,UIN Sunan Kalijaga, Jogyakarta, 2009, " website digilib.uin-suka.ac.id