Chatib Sulaiman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Khatib Sulaiman)
Jump to navigation Jump to search
Chatib Sulaiman
Meninggal 15 Januari 1949
Bendera Indonesia Lurah Kincia, Situjuah Batua, Situjuah Limo Nagari, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Pekerjaan Pengajar
Dikenal atas Pejuang kemerdekaan Indonesia

Chatib Sulaiman adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia dari Sumatera Barat. Perjuangan Chatib Sulaiman adalah salah satu episode dalam masa perjuangan PDRI yang berlangsung dari tgl 22 Desember 1948 - 13 Juli 1949, yang dipimpin oleh Syafruddin Prawiranegara.

Patriot[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 14 Januari 1949, Chatib Sulaiman sebagai Ketua Markas Pertahanan Rakyat Daerah memimpin suatu rapat di Lurah Kincia, Situjuh Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Rapat diikuti Bupati Militer dan beberapa pimpinan pejuang lainnya serta puluhan orang pasukan pengawal. Hasil rapat memutuskan kota Payakumbuh yang sedang dikuasai Belanda harus diserang dari segala arah lalu mendudukinya untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa perjuangan rakyat Indonesia masih tetap ada. Hal ini dilakukan untuk melawan opini yang dibentuk Belanda bahwa Indonesia telah mereka kuasai sepenuhnya.[1]

Keberadaan mereka akhirnya diketahui Belanda. Pada subuh hari tanggal 15 Januari 1949 saat para pejuang akan melaksanakan shalat subuh, mereka diberondong tembakan oleh Belanda. Chatib Sulaiman dan beberapa pimpinan perjuangan beserta puluhan orang lainnya tewas seketika, diantaranya Arisun Sutan Alamsyah (Bupati Militer Limapuluh Kota), Letkol Munir Latief, Mayor Zainuddin, Kapten Tantawi, Lettu Azinar, Letda Syamsul Bahri serta 69 orang pasukan Barisan Pengawal Negeri dan Kota (BPNK).[2]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Peristiwa yang dikenal sebagai Peristiwa Situjuah ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan bangsa asing yang telah berlangsung begitu lama.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan kepahlawanannya beberapa kota di Sumatera Barat menyandangkan nama Chatib Sulaiman sebagai nama jalan, seperti salah satu jalan utama di kota Padang.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatra Barat dan politik Indonesia, 1926-1998" Audrey R. Kahin, Yayasan Obor Indonesia. Diakses 13-5-2013.
  2. ^ "Makam Pahlawan Situjuah" Antara, 21 Agustus 2008. Diakses 13-5-2013.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]