Khalayak sasaran

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Khalayak sasaran adalah khalayak yang menjadi sasaran kegiatan komunikasi organisasi, baik karena organisasi memiliki kepentingan terhadap khalayak tersebut, maupun karena khalayak tersebut adalah objek utama yang tindak tanduknya dapat menguntungkan maupun merugikan tim.

Pentingnya menentukan khalayak sasaran[sunting | sunting sumber]

Dalam aktivitas komunikasi, sasaran audiens penting untuk ditentukan karena:

  • Terkait langsung dengan dana. Apabila khalayak yang dituju terlalu luas dipertimbangkan dari skala tempat, demografi, dan psikografinya, maka dana akan terpecah belah dikarenakan tidak secara tepat pada khalayak yang dituju.
  • Keberhasilan penyampaian pesan. Pesan yang dikirimkan tidak diterima atau dimengerti sebagaimana mestinya.
  • Penjadwalan kegiatan.
  • Tercapainya tujuan pada titik yang hendak dicapai luput dari jangkauan.
  • Kemudahan perbaikan aktivitas komunikasi. Saat aktivitas komunikasi sulit untuk diperbaiki tolak ukur tingkat keberhasilannya, maka keberhasilan/kegagalan menjadi tak menentu.

Menentukan target sasaran[sunting | sunting sumber]

Dalam melakukan penentuan sasaran (targeting) biasanya sebuah organisasi melakukan usaha untuk memilah pasar dengan meneliti tipe konsumen secara mandiri.

Umpan balik dari penyampaian aktivitas komunikasi pemasaran yang diberikan organisasi untuk dijadikan dasar penggunaan dalam menilai bagaimana karakter konsumen mereka yang dibedakan secara tempat, demografi, dan psikografi menyikapi sesuatu.

Setelah didapatkan gambaran, kemudian dilakukan:

  • Penentuan segmen khalayak atau kelompok yang paling tepat;
  • Menentukan skala prioritas;
  • Memilih bidang dan teknik humas yang sekiranya paling sesuai;
  • Mempersiapkan pesan-pesan.

Tingkat kesadaran khalayak sasaran[sunting | sunting sumber]

  1. Tidak peduli/abai (unaware)
  2. Tahu/sadar (aware)
  3. Mengerti (comprehend)
  4. Yakin (convince)
  5. Tergerak (action)
  6. Membeli (keep sold)

Berdasarkan urutannya dalam kegiatan promosi/kehumasan semakin besar tingkat kesadaran khalayak sasaran maka semakin turun kegiatan pengiklanan/kehumasan yang harus dilakukan. Namun seiring waktu dan kegiatan pesaing, maka tingkat aktivitas akan bertambah kembali untuk mengendalikan tingkat kesadaran masyarakat baik.