Kevin Susanto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian


Kevin Susanto
Kevin Susanto.jpg
Lahir26 Oktober 1993 (umur 27)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
PekerjaanPengusaha, Penyanyi
Orang tuaBenjamin Susanto (ayah), Elisabeth Tannady (ibu)
KerabatKaryn Susanto (adik)
Karier musik


Kevin Susanto (lahir 26 Oktober 1993) adalah pengusaha sekaligus pendiri beberapa perusahaan start-up seperti EnviGo!, Goola dan Gaaram. Ia merupakan salah satu mantan artis cilik yang menyanyikan lagu rohani Kristen. Kevin sudah berhasil merilis 16 album yang dikemas dalam bentuk kaset, CD, maupun VCD.

Ini berarti setiap tahunnya mereka dapat memproduksi 1 hingga 2 album. Mulai dari judul lagu ‘Susu Lagi’, ‘Doa Untuk Keluarga’, ‘Alat Musik’, ‘Mama Papa’, ‘Special Mandarin’, dan sejumlah judul ‘Sekolah Minggu’ — menjadi hits dan digemari oleh anak-anak Tuhan di mana pun berada. Paling tidak, ini merupakan catatan sejarah dalam belantika musik rohani anak yang patut diapresiasi.

Setelah beranjak dewasa, Kevin dan Karyn merilis album Lagu Rohani ke-17 yaitu album yang berjudul "Mujizat Kan Terjadi". Album Mujizat Kan Terjadi terdiri dari lagu Best Of All Times seperti lagu Mujizat itu Nyata, Allah Peduli, Dia Mengerti. Lagu Utama dari Album Mujizat Kan Terjadi adalah "Peganglah Tanganku" dan "Hanya Kau Tuhan". Dua lagu ini merupakan lagu ciptaan ayah Kevin Susanto yaitu Benjamin Susanto.

Sebagai seorang pengusaha, Kevin Susanto meniti bisnisnya sejak lulus kuliah di tahun 2015. Melalui bendera PT Multi Globalindo Sukses Pratama, perusahaan yang memproduksi kemasan ramah lingkungan dengan nama brand EnviGo!

Selain itu, Kevin Susanto bersama putra Presiden Joko Widodo Gibran Rakabuming Raka dan Benz budiman bekerja sama membangun dua brand yang bergerak di bisnis Food & Beverage (FnB) yaitu Goola dan Gaaram. Melalui dua brand ini Kevin berharap kuliner-kuliner lokal Indonesia dapat naik level, makin digemari masyarakat, dan dikenal secara global.

Meski masih terbilang muda, berkat berbagai pencapaiannya Kevin Susanto masuk di jajaran pengusaha-pengusaha top Indonesia yang dihimpun oleh majalah Forbes Indonesia 30 under 30 edisi Maret 2021.[1]

Namanya kemudian terpiih kembali sebagai satu di antara Forbes Asia 30 Under 30 Asia List - Class of 2021. Sebelumnya pada 2020, Kevin Susanto juga dinobatkan oleh majalah The Prestige Indonesia sebagai The Vanguards 40 Under 40 list for 2020.

Kehidupan dan Karier[sunting | sunting sumber]

Kevin Susanto lahir pada tanggal 26 Oktober 1993. Kevin Susanto adalah anak pertama dari 2 anak Benjamin Susanto dan Elisabeth. Kevin mempunyai seorang adik perempuan yaitu Karyn Susanto.[2]

Bakat seni yang dimiliki Kevin dan Karyn bisa dibilang mengalir dari sang Ayah, Benjamin Susanto, yang mahir memainkan instrumen gitar klasik. Tidak berhenti sebagai penyanyi cilik, setelah beranjak dewasa kakak beradik ini merilis album Lagu Rohani ke-17 mereka yang berjudul "Mujizat Kan Terjadi".

Kevin menempuh pendidikan dasar di International Language School sampai kelas 6 SD bersamaan dengan karier profesionalnya sebagai penyanyi. Lalu ia melanjutkan studinya ke sekolah Gandhi Memorial International School. Dari sana Kevin kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Bina Nusantara International, tidak berlama-lama gelar sarjananya ditempuh Hanya dalam kurun maktu 3,5 tahun.

Kevin Susanto yang mahir berbahasa Inggris, Mandarin, dan Taiwan ini lantas melanjutkan studi S-2 nya di Macquarie University Sydney, Australia. Dalam kurun waktu setahun, ia menyelesaikan studinya hingga ia mendapat gelar Master of Commerce in Finance and Managementnya di usia 21 tahun.

EnviGo![sunting | sunting sumber]

Setelah ia kembali ke Jakarta, ia mulai membangun perusahaannya, PT Multi Globalindo Sukses Pratama. Sejak April 2015 melalui bendera PT Multi Globalindo Sukses Pratama, sebuah entitas yang memproduksi kemasan ramah lingkungan lewat brand EnviGo! dan merupakan perusahaan start-up yang berorientasi pada "green-mindset". [3]

Tujuannya supaya masyarakat sadar efek buruk dari penggunaan kantong plastik yang dapat merusak lingkungan. Perusahaan ini mengembangkan berbagai kemasan ramah lingkungan berbahan dasar singkong. Produk-produk tersebut antara lain: Cassava Bag, Paper Bag, Spunbound Bag, Courier bag, dan Oxo Bio Plastic yang terbuat dari bahan alami dan bisa menjadi kompos. Produk ini bisa terurai dalam kurun waktu sekitar 2 tahun karena menggunakan bahan oksium yang dapat terurai terutama di tanah beriklim tropis seperti Indonesia. [4]

Dalam kurun maktu 6 tahun Kevin berhasil membuat EnviGo! tumbuh. Hingga tahun 2021, EnviGo! tercatat telah menjalin kerjasama dengan berbagai brand FMCG, e-commerce, skincare dan perusahaan logistik ternama seperti Kopi Kenangan, Mangkokku, Miniso, Jiwa Group, Tokopedia, Blibli, Ninja Express, dan SecBowl.[4] Untuk menyesuaikan visi misi perusahaan jabatan Kevin di EnviGo! pun disesuaikan menjadi Chief Green Officer. [5]

Goola[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2018, Kevin juga memulai Usaha di bidang FNB yaitu Goola. Sebuah brand Minuman dengan Konsep Indonesia yang diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 2018. [6]

Berkolaborasi dengan Gibran Rakabuming dan Benz Budiman, Goola menjual berbagai minuman tradisional Indonesia yang otentik dengan banyak varian seperti Es Doger, Es Cincau, Es cendol, Es Kacang Hijau, Es Goola Aren dan Glatuk, es krim rendah kalori. [7]

Setelah Goola memiliki 5 cabang, Kevin beserta rekan bisnisnya Gibran Rakabuming Raka dan Benz Budiman mendapatkan suntikan dana venture capital dari Alpha JWC sebesar USD 5 juta dollar atau sebesar 71 miliar rupiah untuk ekspansi. [7]

Gaaram[sunting | sunting sumber]

Setelah Goola eksis, bersama putra Presiden yang lain Kaesang Pangarep, Putra Kharisma, serta menggandeng Chef Arnold Poernomo, Kevin ikut mengembangkan brand makanan yaitu Gaaram. Gaaram merupakan Joint Venture bersama Goola, Mangkokku, ABL Group, dengan menu andalannya adalah "Ayam Batubara" yang merupakan daging ayam yang legam dihidangkan setelah diproses menggunakan bubuk arang alias charcoal.[8] Bersama timnya, Kevin berharap Gaaram bisa memperluas cabangnya. Sampai akhir 2020 Gaaram sudah memiliki 25 gerai di seluruh Indonesia.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Our Alumni is One of Forbes Indonesia's 30 Under 30 Class 2021!". Finance International Program. Diakses tanggal 2021-07-09. 
  2. ^ Majalah Praise - Kevin dan Karyn
  3. ^ "Perjalanan Kevin Susanto, Pendiri Envigo yang Masuk Jajaran Forbes Under 30". kumparan. Diakses tanggal 2021-07-16. 
  4. ^ a b Liputan6.com (2021-03-04). "Terobosan 5 Jenis Kemasan Plastik Lebih Ramah Lingkungan bagi Para Pebisnis". liputan6.com. Diakses tanggal 2021-07-16. 
  5. ^ medcom.id. "Hebat! Pemuda Indonesia Raih penghargaan 30 Under 30 Asia 2021, Siapakah Mereka?". osc.medcom.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-07-16. 
  6. ^ "Satu Tahun Berdiri, Startup Goola Milik Anak Jokowi Raih Pendanaan Rp 71 M". suara.com. 2019-08-17. Diakses tanggal 2021-07-16. 
  7. ^ a b Redaksi. "Kisah Startup Anak Jokowi Goola Disuntik Investor Rp 71 M". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2021-07-16. 
  8. ^ Fitria, Riska. "Gaaram: Rice Bowl Ayam Goreng Batu Bara Sabetan Anak Presiden". detikfood. Diakses tanggal 2021-07-16. 

http://www.thejakartapost.com/life/2018/09/17/gibran-rakabuming-launches-new-beverage-brand.html

https://www.dealstreetasia.com/stories/indonesian-goola-alpha-jwc-ventures-149910/

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

http://www.thejakartapost.com/life/2018/09/17/gibran-rakabuming-launches-new-beverage-brand.html