Lompat ke isi

Kerajaan Sukhothai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kerajaan Sukhothai

1238-1438
1300 M  Orange: Kerajaan Sukhothai  Biru muda: Kerajaan Lavo  Merah: Kerajaan Khmer Kuning: Champa  Biru: Dai Viet  Ungu: Lanna  Hijau: Majapahit
1300 M
Orange: Kerajaan Sukhothai
Biru muda: Kerajaan Lavo
Merah: Kerajaan Khmer
Kuning: Champa
Biru: Dai Viet
Ungu: Lanna
Hijau: Majapahit
Ibu kotaSukhothai (1238 - 1347)
Song Khwae (1347 - 1438)
Bahasa yang umum digunakanThai Kuno
Agama
Buddha Theravada
Pemerintahankerajaan mandala
Pho Khun (raja) 
 1238- 1270 (pertama)
Sri Indraditya
 1279 - 1298
Ramkhamhaeng yang Agung
 1347 - 1368
Li Thai
 1419 - 1438 (terakhir)
Borommapan
Era SejarahSejarah pascaklasik
 Dibangun sebagai negara-kota
1127
 Pendirian kerajaan
1238
1378-1438
 Diduduki Kerajaan Ayutthaya
1438
 Pengangkatan Raja Maha Thammarachathirat
1569
Mata uangUang Kerang
Photduang
Didahului oleh
Digantikan oleh
krjKerajaan
Lavo
Mueang Chaliang
krjKerajaan
Asadvarapura (Xiū Luó Fēn)
krjKerajaan
Ayutthaya
Sunting kotak info
Sunting kotak info Lihat Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
Replika kuil kerajaan Sukhothai, di Muang Boran

Kerajaan Sukhothai (bahasa Thai: อาณาจักรสุโขทัย) adalah salah satu kerajaan tertua di Thailand yang berpusat di sekitar kota Sukhothai. Kerajaan ini berdiri sejak tahun 1238 sampai 1438. Bekas ibu kota Kerajaan Sukhothai lama berada sekitar 12 km dari kota Sukhothai modern, yaitu di Tambon Muang Kao. Saat ini yang tertinggal di kota lama hanyalah puing-puing kota dan Taman Bersejarah Sukhothai.

Sukhothai dipahami secara tradisional didirikan sebagai perhubungan dagang dengan Dwarawati dan Lavo di abad ke-7. Setelah kemunduran Lavo, wilayah tersebut jatuh ke dalam kekuasaan Kerajaan Qiān, yang pada akhirnya juga lenyap akibat ditaklukkan oleh bangsa Angkor pada tahun 946 Masehi. Setelah itu, Sukhothai dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Haripuñjaya sekitar satu dekade setelahnya. Di pertengahan abad ke-12, kendali atas kota kemudian ditegaskan oleh para raja Xiān (yang merupakan keturunan raja-raja Kerajaan Qiān), yang dipercaya mempertahankan periode di bawah kekuasaan Angkor antara akhir abad ke-12 hingga awal abad ke-13. Sukhothai secara konvensional dianggap telah muncul sebagai wilayah merdeka pada tahun 1238 Masehi.

Kerajaan tersebut meluaskan wilayahnya dam meraih wilayah terluas selama masa pemerintahan Raja Ram Khamhaeng yang Agung (memerintah tahun 1279-1298), yang menurut beberapa rujukan sejarah juga memperkenalkan ajaran agama Buddha Theravāda dan aksara Thai awal ke kerajaan. Raja Ram Khamhaeng juga menjalin hubungan dengan Yuan China, melalui perkembangan teknik pembuatan dan ekspor keramik kerajaan, seperti Keramik Sangkhalok.

Setelah pemerintahan Raja Ram Khamhaeng, kerajaan mengalami kemunduran. Pada tahun 1349, selama masa pemerintahan Raja Li Thai (Maha Thammaracha I), Sukhothai diduduki oleh Kerajaan Ayutthaya, negara Thai tetangganya. Sukhothai tetap menjadi negara bawahan Ayutthaya sampai diduduki penuh pada tahun 1438 setelah Raja Borommapan wafat. Meski demikian, kaum bangsawan Sukhothai melanjutkan pengaruhnya dalam kekuasaan raja-raja Ayutthaya selama berabad-abad melalui pendirian Dinasti Sukhothai.

Kerajaan Sukhothai sejak lama dianggap dalam penulisan sejarah Thailand sebagai "kerajaan pertama bangsa Thai," meskipun penelitian terkini menyetujui bahwa asal usul bangsa Thai sudah ada jauh sebelum itu. Reruntuhan ibukota kerajaan, yang kini berjarak 12 km (7,5 mil) di luar Kota Sukhothai Thani modern wilayah Provinsi Sukhothai, dilestarikan sebagai Taman Bersejarah Sukhothai dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Kota Sukhothai sebelumnya merupakan bagian dari Kerajaan Khmer sampai dengan tahun 1238, yaitu pada saat dua pemimpin bangsa Thai, Pho Khun Pha Muang dan Pho Khun Bang Klang Hao, menyatakan kedaulatannya dan mendirikan kerajaan untuk bangsa Thai. Pho Khun Bang Klang Hao kemudian menjadi raja pertama Sukhothai, dan menamakan dirinya Pho Khun Si Indrathit (atau Intradit). Kejadian ini secara tradisi dianggap merupakan awal berdirinya negara Thai modern, meskipun terdapat beberapa kerajaan Thai yang tidak begitu terkenal, seperti Lanna, Phayao dan Chiang Saen, yang juga didirikan sekitar waktu yang sama.

Sukhothai berkembang dengan cara membentuk aliansi dengan kerajaan-kerajaan Thai lainnya, di mana kerajaan-kerajaan tersebut memeluk agama Buddha Theravada sebagai agama negara dengan bantuan dari para biksu dari Sri Lanka. Pemerintahan Intradit dilanjutkan oleh anaknya Pho Khun Ban Muang, yang pada tahun 1278 diikuti oleh saudaranya Pho Khun Ramkhamhaeng. Di bawah pemerintahannya, yang juga disebut dengan nama Raja Ramkhamhaeng Agung, Sukhothai menikmati masa keemasan sebagai puncak kemakmurannya. Ramkhamhaeng dianggap sebagai pencipta alfabet Thai (secara tradisional diperkirakan tahun 1283, dengan bukti kontroversial berupa batu Ramkhamhaeng, yaitu suatu batu berinskirpsi yang dianggap merupakan bukti tulisan Thai tertua).

Pada puncaknya, Sukhothai diperkirakan terbentang meliputi Martaban (sekarang di Myanmar) sampai Luang Prabang (sekarang Laos), serta ke arah selatan di Semenanjung Malaysia sampai sejauh Nakhon Si Thammarat (Tambralinga). Dengan demikian pengaruhnya lebih luas daripada Thailand modern, meskipun tingkat kekuasaan yang diterapkan terhadap wilayah-wilayah tersebut berbeda-beda.

Setelah kematian Ramkhamhaeng, Sukhothai melemah dan berbagai kerajaan bawahannya mulai melepaskan diri. Sementara itu Kerajaan Ayutthaya yang merupakan saingannya semakin meningkat kekuasaannya. Pada akhirnya Raja Thammaracha II dari Sukhothai tahun 1378 terpaksa menyerahkan kekuasaannya, dan Sukhothai menjadi negara bawahan Ayutthaya. Sekitar tahun 1430, Raja Thammaracha IV memindahkan ibu kota Sukhothai ke Phitsanulok, dan setelah kematiannya tahun 1438, status Sukhothai berubah hanya menjadi sekadar provinsi dari Ayutthaya.

Daftar raja Sukhothai

[sunting | sunting sumber]
Replika prasasti Raja Po Khun Ramkamhaeng.