Kaisar Jianwen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kaisar Jianwen

Kaisar Jianwen (Hanzi: 建文,1377-1402?) adalah kaisar ke-2 Dinasti Ming, nama aslinya adalah Zhu Yunwen (朱允炆). Dia adalah cucu tertua Zhu Yuanzhang (Kaisar Hongwu) yang mendirikan Dinasti Ming. Ayahnya, Zhu Biao anak sulung Zhu Yuanzhang yang seharusnya mewarisi tahta mati muda sebelum sempat menjadi kaisar karena itu hak waris atas tahta jatuh padanya.

Pada mulanya Zhu Yuanzhang berencana untuk mewariskan tahta kepada Zhu Di karena terkesan akan bakatnya setelah mampu melengkapi puisi lebih baik dibanding Zhu Yunwen. Namun sejumlah menterinya yang menganut prinsip anak sulung berhak mewarisi tahta menyatakan keberatannya sehingga Zhu Yuanzhang terpaksa tetap menyatakan Zhu Yunwen sebagai penerusnya.

Setelah Zhu Yuanzhang mangkat, Zhu Yunwen menjadi kaisar dengan gelar Jianwen. Dalam masa pemerintahannya dia berusaha mengurangi kekuasaan para raja, termasuk pamannya Zhu Di yang saat itu bergelar Raja Yan. Ketika hari pemakaman kakeknya, Jianwen mengeluarkan perintah agar para raja muda tidak datang ke Nanjing (ibukota Ming pada saat itu) untuk menghadiri pemakaman. Sebagai anak berbakti, Zhu Di tidak mengindahkan perintah ini dan tetap berangkat ke Nanjing. Mengetahui hal ini, Jianwen langsung memerintahkan pasukannya di Huai’an (sekarang Jiangsu) untuk menghadang pamannya dan memerintahkannya kembali ke daerahnya. Sejak saat itulah permusuhan antara paman dan keponakan itu mulai membara.

Zhu Di diam-diam melatih pasukannya dan tak lama kemudian menyatakan perang terhadap Jianwen, keponakannya. Peristiwa ini dikenal dalam sejarah sebagai Insiden Jingnan (靖难之变). Bulan Juni 1402, pasukan Zhu Di berhasil menduduki Nanjing. Jianwen sendiri dilaporkan telah tewas membakar diri di istananya bersama seluruh anggota keluarganya. Tidak banyak hal yang diketahui mengenai Kaisar Jianwen, karena banyak catatan mengenai dirinya telah dimusnahkan oleh pamannya, Zhu Di setelah naik tahta sebagai Kaisar Yongle.

Meskipun secara resmi Jianwen dinyatakan telah tewas terbakar, namun ada catatan sejarah tidak resmi menyebutkan bahwa Jianwen menjadi biksu setelah terusir dari istana. Ada sebuah puisi yang dicurigai ditulis Jianwen setelah kejatuhannya, namun kebenarannya masih simpang siur. Kabar lain mengatakan Jianwen kabur ke sekitar Asia Tenggara, sehingga di kemudian hari Zhu Di mengirimkan Zheng He untuk melakukan ekspedisi keliling dunia dengan salah satu misi melacak jejak keponakannya yang misterius ini.

Bulan Juni 2006 seorang peneliti Tiongkok menemukan jejak Kaisar Jianwen. Diyakini bahwa setelah digulingkan, Jianwen hidup menyepi di Gunung Sanqing di Provinsi Jiangxi sebagai seorang Taois dengan nama Zhan Biyun (詹碧云). Setelah meninggal dia juga dimakamkan di gunung itu.

Kaisar Jianwen dalam budaya populer[sunting | sunting sumber]

Kisahnya yang misterius sering menjadi bagian dari beberapa kisah-kisah silat. Misalnya dalam serial silat Pendekar Mabuk (大醉侠) yang dibintangi aktor Tiongkok, Zhao Wenzhuo, serial ini pernah ditayangkan di TV7, Indonesia. Dikisahkan, Jianwen yang telah lanjut usia dan menjadi pertapa muncul di tengah cerita dan ternyata tokoh utama kisah ini adalah anaknya yang terpisah setelah Insiden Jingnan.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Sumber[sunting | sunting sumber]

Cheng Qinhua, Tales of the Forbidden City, Bejing: Foreign Languages Press, 1997.

Didahului oleh:
Kaisar Hongwu
Kaisar Tiongkok
(Dinasti Ming)
1398-1402
Diteruskan oleh:
Kaisar Yongle