John Philip Saklil

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Mgr. John Philip Gaiyabi Saklil
Uskup Timika
John Philip Saklil.jpg
GerejaGereja Katolik Roma
KeuskupanTimika
Ditunjuk19 Desember 2003
Akhir Masa Jabatan3 Agustus 2019
(15 tahun, 227 hari)
Jabatan lain
  • Wakil Provinsi Gerejawi Papua Presidium KWI (2018–2021)
  • Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) KWI 2015–2021[1]
Tahbisan
Ditahbiskan23 Oktober 1988[2]
(30 tahun, 284 hari)
Konsekrasi18 April 2004
(15 tahun, 107 hari)
oleh Leo Laba Ladjar, O.F.M.
Data Diri
Nama lahirJohn Philipus Saklil
Lahir(1960-03-20)20 Maret 1960
Bendera Indonesia Kokonao, Mimika Barat, Mimika, Papua, Indonesia
Wafat3 Agustus 2019(2019-08-03) (umur 59)
Bendera Indonesia Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Timika Jaya, Mimika Baru, Mimika
Dimakamkan di7 Agustus 2019
Bendera Indonesia Pemakaman Imam Diosesan, Jalan Cendrawasih 12 Kwamki, Mimika Baru, Mimika 99910[3]
Kewarganegaraan Indonesia
DenominasiKatolik Roma
Posisi sebelumnya
  • Ketua Komisi Kepemudaan KWI (2009–2015)[4][5]
MotoParate Viam Domini (Mat 3:3)
(Siapkan Jalan Tuhan)
Lambang{{{coat_of_arms_alt}}}

Mgr. John Philip Gaiyabi Saklil (lahir di Kokonao, Mimika Barat, Mimika, Papua, Indonesia, 20 Maret 1960 – meninggal di Timika Jaya, Mimika Baru, Mimika, 3 Agustus 2019 pada umur 59 tahun) adalah Uskup Timika pertama, yang menjabat sejak 19 Desember 2003 hingga meninggal dunia pada 3 Agustus 2019.

Karya[sunting | sunting sumber]

Ia ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Jayapura pada tanggal 23 Oktober 1988. Bersamaan dengan pendirian Keuskupan Timika sebagai pemekaran dari Keuskupan Jayapura, Mgr. Saklil ditunjuk sebagai Uskup pertama Timika pada 19 Desember 2003. Ia ditahbiskan sebagai uskup pada 18 April 2004. Ia ditahbiskan oleh Mgr. Leo Laba Ladjar, O.F.M. sebagai Penahbis Utama, didampingi oleh Uskup Agung Emeritus Merauke, Mgr. Jacobus Duivenvoorde, M.S.C. dan Uskup Agats, Mgr. Aloysius Murwito, O.F.M..

Sebagai uskup, ia memilih moto "Parate viam Domini" (Mat 3:3, par. Mrk 1:3, Luk 3:4). Hal ini merupakan suatu seruan kenabian yang ditujukan kepada semua orang, terutama seluruh yang terlibat di Keuskupan Timika untuk bertobat, menyiapkan diri, membersihkan hati, supaya diselamatkan oleh Tuhan.[6]

Pada 25 Juli 2004, ia menjadi Uskup Penahbis Pendamping bagi Mgr. Nicolaus Adi Seputra, M.S.C. sebagai Uskup Agung Merauke. Pada Kamis, 7 Oktober 2010, Gereja Katedral Tiga Raja Timika ditahbiskan, dengan selebran utama Mgr. Leopoldo Girelli.[7] Pesta terkait penahbisan gereja katedral ini telah berlangsung sejak satu minggu sebelumnya.

Ia berulang kali mengajak umat Keuskupan Timika untuk menggali potensi yang ada, demi terwujudnya Gereja lokal yang mandiri.[8]

Sejak 2009 hingga 2015, ia terpilih menjadi Ketua Komisi Kepemudaan KWI. Semasa jabatannya, ia membaca keprihatinan Orang Muda Katolik yang telah lama terjadi. Hal ini membawa kepada pelaksanaan Indonesian Youth Day pertama yang diselenggarakan di Sanggau.[9][10] Paus Benediktus XVI menyatakan kegembiraan atas pelaksanaan IYD 2012 tersebut.[11]

Pada 27 Juli 2019, ia ditunjuk sebagai administrator apostolik sede plena bagi Keuskupan Agung Merauke, setelah Nicolaus Adi Seputra, M.S.C., dibebastugaskan dari tugasnya sebagai Uskup Agung Merauke.

Ia meninggal dunia pada 3 Agustus 2019 pada pukul 14.16 WIT dalam usia 59 tahun di Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Timika.[12][13][14] Ia dimakamkan pada 7 Agustus 2019 di Pemakaman Imam Diosesan Keuskupan Timika yang terletak di belakang kediaman uskup.[15][3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan Gereja Katolik
Pertama Uskup Timika
19 Desember 2003–3 Agustus 2019
Lowong