Jean-Henri Fabre
Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (November 2024)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
|
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. |
Jean-Henri Fabre adalah seorang peneliti yang menemukan zat feromon pada serangga. Ia memulai karier pertamanya pada usia 19 tahun sebagai guru di Avignon, Prancis. Sebagai guru, ia memiliki minat yang kuat pada alam. Misalnya ia betah duduk berjam-jam mengamati berbagai organisme kecil yang beranda di belakang rumahnya. Selain itu, Fabre membuat catatan dan eksperimen-eksperimennya sendiri. Sebagai Autodidak sejati, Fabre juga melatih dirinya melukis dan membuat ilustrasi untuk bukunya sendiri.
Dari hasil pengamatan dan eksperimennya, Fabre menerbitkan 10 seri ensiklopedia tentang serangga ‘Souvenirs Entomologiques’ yang pada kemudian hari diakui sebagai karya klasik dalam dunia akademik Prancis. Charles Darwin, John Stuart Mill, dan Louis Pasteur, para tokoh terkemuka sains dan filosofi itu mengagumi Fabre karena kecermatan dan detail pengamatannya.
Penelitian tentang feromon pada hewan
[sunting | sunting sumber]| Zoologi |
|---|
| Cabang |
| Antropologi · Antropologi biologis · Antrozoologi · Araknologi · Artropodologi · Cetologi · Bryozoologi · Entomologi · Etologi · Helmintologi · Herpetologi · Iktiologi · Karkinologi · Konkologi · Knidariologi · Malakologi · Mamalogi · Melitologi · Mirmekologi · Nematologi · Neuroetologi · Ornitologi · Parasitologi · Paleozoologi · Planktologi · Primatologi · Zoosemiotik · Zooarkeologi |
| Zoologis terkemuka |
|
Karl Ernst von Baer · Georges Cuvier · Charles Darwin Jean-Henri Fabre · William Kirby Carolus Linnaeus · Konrad Lorenz · Thomas Say Jakob von Uexküll · Alfred Russel Wallace · lainnya... |
| Sejarah |
| Pra-Darwin · Pasca-Darwin · Linimasa zoologi |
Di satu musim semi tahun 1870-an, Fabre menghabiskan paginya mengamati ngengat ‘Great peacock’ betina keluar dari kepompongnya. Puas dengan pengamatannya, Fabre meletakkan ngengat yang baru keluar dari kepompong itu di kandang kawat di meja studinya. Jam 9 malam pada hari yang sama, rasa puas Fabre berubah menjadi takjub ketika ia menemukan lusinan ngengat jantan berkumpul merubung kandang kawat di meja studinya. “Mereka datang dari segala penjuru, tanpa aku tahu bagaimana, mereka menemukan betina di mejaku...” tulis Fabre.
Fabre menghabiskan tahun-tahun berikutnya mempelajari bagaimana ngengat-ngengat jantan ‘menemukan’ betina-betinanya. Fabre sampai pada kesimpulan bahwa ngengat betina menghasilkan ‘zat kimia’ tertentu yang baunya menarik ngengat-ngengat jantan.
Dengan kesimpulan Fabre ini, mulailah seluruh lapangan penelitian baru tentang feromon.