Jay Richards

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Jay W. Richards
Lahir Amerika Serikat
Almamater Princeton Theological Seminary
Pekerjaan Senior Fellow pada Discovery Institute dan bekas Direktur Program Center for Science and Culture pada Discovery Institute
Dikenal karena Pendukung perancangan cerdas

Jay Wesley Richards adalah seorang filsuf analitik dan pendukung intelligent design yang berasal dari Amerika Serikat.[1][2][3][4] Ia merupakan distinguished fellow pada Institute for Faith, Work & Economics, Senior Fellow pada Discovery Institute, dan pernah menjadi Program Director Center for Science and Culture (CSC) dari Discovery Institute.[5][6] Richards adalah bekas pengajar pada Biola University, di mana ia mengajar apologetik.[7]

Biografi[sunting | sunting sumber]

Richards meraih gelar B.A. dengan major pada bidang sains politik dan agama, kemudian gelar Master of Divinity (M.Div.) dan Master of Theology (Th.M.). Gelar Ph.D. (dengan penghargaan) pada bidang filsafat dan teologi diraih dari Princeton Theological Seminary. Ia adalah pengarang sejumlah artikel ilmiah dan populer, termasuk empat buku, di antaranya The Untamed God dan The Privileged Planet. Richards dikenal sebagai pendukung intelligent design sejak tahun 1996. The Privileged Planet ditulis bersama dengan astronom dan CSC Senior Fellow Guillermo Gonzalez.

Debat dengan Christopher Hitchens[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Januari 2008 di Stanford University Jay Richards berdebat dengan Ateis terkemuka, Christopher Hitchens, dengan topik: "Atheism vs. Theism and The Scientific Evidence of Intelligent Design", yang dimoderasi oleh Ben Stein. Debat ini kemudian mendorong peluncuran film oleh Ben Stein Expelled: No Intelligence Allowed.

Richards menyatakan bahwa Allah dapat saja melanggar hukum alam menurut kehendak-Nya, dan bertanya secara retorik, "Hanya karena aku melempar pena ke udara dan kemudian menangkapnya, apakah aku telah melanggar hukum gravitasi sebab menghentikannya dari jatuh ke tanah? Tidak, tentu saja tidak. Mengapa tidak? Karena hukum fisika yang kita bicarakan adalah semacam generalisasi."[8]

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]