Jalan Tunjungan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Jalan Tunjungan merupakan kawasan komersial di kota Surabaya. Di sepanjang jalan ini banyak ditemui bank, toko elektronik dan pusat perbelanjaan. Pada 2021 lalu, Jalan Tunjungan Surabaya diresmikan sebagai kawasan destinasi wisata setingkat jalan Malioboro di Yogyakarta dengan nama "Tunjungan Romansa". Di kawasan ini, pengunjung akan ada suguhan kuliner dari para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Surabaya lengkap dengan tampilan hiburan seni dan budaya.

Tempo Doeloe[sunting | sunting sumber]

Berkas:Tunjungan tempodulu1.jpg
Foto 1: Persimpangan Jalan Tunjungan dan Jalan Embong Malang circa tahun 1925.

Jalan Tunjungan semenjak awal abad ke-20 telah menjadi salah satu pusat komersial Kota Surabaya. Jalan ini adalah jalan penghubung yang sekali menjadi daerah pertokoan utama di Surabaya. Jalan tersebut menghubungkan derah perumahan disebelah Selatan-Timur dan Barat Surabaya (Gubeng, Darmo, Ketabang dan Sawahan), dengan daerah perdagangan yang ada disekitar Jembatan Merah.

Pada tahun 1930-an didirikan komplek pertokoan utama di Surabaya dengan bangunan beton dan gaya arsitektur modern. Di persimpangan Jalan Tunjungan dan Jalan Embong Malang, dulunya ada bangunan Toko Nam. Bangunan ini menduduki lahan bekas sebuah toko agen penjual mobil (Foto 1). Sayangnya Toko Nam ini sendiri bangunannya juga telah diruntuhkan sekitar tahun 1990-an.

Berkas:Tunjungan tempodulu2.jpg
Foto 2: Pertokoan Jalan Tunjungan circa tahun 1930.

Di sepanjang Jalan Tunjungan terdapat berbagai macam toko dan restoran. Salah satunya adalah bangunan pertokoan dan restaurant "HELLENDORN" dipojok Jl. Kenari dan Jl. Tunjungan. Perancangnya adalah Ir. Th. Van Oyen (Foto 2).

Berkas:Tunjungan tempodulu3.jpg
Foto 3: Gedung Siola dan Jalan Tunjungan circa tahun 1930.

Salah satu bangunan terkenal di Jalan Tunjungan adalah Gedung Siola. Sebelum menjadi Toko Siola, gedung ini dulu dipakai sebagai toko serba ada Inggris yang bernama "WHITEAWAY". Pada tahun 1940 an dipakai untuk menjual barang-barang yang didatangkan dari Jepang, namanya berganti menjadi "TOKO CHIYODA". Meskipun mengalami beberapa kali ganti wajah depannya, sekarang Gedung Siola masih merupakan markah tanah bagi lingkungan disekitar Jalan Tunjungan.

Saat Ini[sunting | sunting sumber]

Berkas:Tunjungan current1.jpg
Pemandangan Jalan Tunjungan (kiri) mengarah Jalan Gubernur Suryo. Jalan di kanan adalah Jalan Basuki Rahmat mengarah ke Jalan Embong Malang.

Nama jalan ini menjadi dasar nama pusat perbelanjaan terkenal di Surabaya yakni Tunjungan Plaza, dan Hotel Tunjungan, walaupun kedua tempat ini terletak di antara Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Embong Malang.

Bangunan bersejarah Hotel Majapahit Surabaya yang kini dikelola oleh Mandarin Oriental juga terletak di Jalan Tunjungan.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]