Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan/Aksara Jawa: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
saya paham kekhawatiran anda, namun bentuk-bentuk tersebut ada rujukannya. Semoga penjelasan saya memadai
* ḍa sekarang seringkali diajarkan bentuknya meruncing, namun dalam pernaskahan ini bukan satu-satunya cara dan anda bisa lihat sendiri di ''serat mardi kawi'' yang saya beri di referensi bahwa dalam menulis sansekerta, ḍa punuk kanannya tumpul sementara dha punuk kanannya runcing ([https://drive.google.com/file/d/0B4eJ6BhvZbrNZkU2elBWQlRfWHM/view Mardi Kawi] halaman ꧑꧐). Hal ini valid dan nyatanya digunakan dalam buku-buku cetak aksara Jawa yang isinya sastra Kawi, seperti Bharatayuddha yang ada di wikimedia commons. Let say bentuk semacam itu dipertahankan di tabel yang deret kuno, kemudian di tabel deret modern yang ḍa nya meruncing? Karena ya saya juga akui bahwa memang yang dijarkan sekarang kebanyakan yang meruncing dan di naskah berbahasa Jawa baru juga banyak meruncing (meski saya kira tidak universal juga)
* ḍha dan ṭha (juga cha) memang bentuknya adalah rekaan modern yang [http://std.dkuug.dk/jtc1/sc2/wg2/docs/n3319.pdf diusulkan] dan disetujui dalam standar unicode. Jika perlu, bisa diberi catatan kaki pula bahwa bentuk tepat dari aksara-aksara ini agak ambigu, namun ada dan dijelaskan fungsinya seperti dalam panduan unicode RS Wihananto untuk menulis kata-kata Sansekerta dan nyatanya font-font unicode modern juga seringkali menyertakan keduaketiga huruf ini (meski again, bentuknya bisa jadi agak ambigu)
* pancawalimukha itu istilah sansekerta untuk grup bunyi itu, di komunitas pemakai seperti Segajabung di Yogyakarta dipakai. Namun jika memang tidak sreg, istilah itu bisa didelete karena esensi deret sansekertanya masih ada.
* Saya pikir tidak masalah jika beberapa naskah asli aksara Jawa ditunjukkan sebagai contoh aksara Jawa dalam native text enviromentnya, apalagi naskah2 jawa terdigitalisasi agak tercecer di internet dan akan bermanfaat bagi pembaca yang tertarik untuk menelusuri lanjut linknya langsung ada di paling bawah. Jika permasalahannya yang sekarang adalah terlalu banyak dan ada beberapa tautan menuju repositori naskah general yg mengandung selain aksara Jawa, bisa dikurangin menjadi beberapa pilihan naskah saja

Menu navigasi