Paku Alam VII: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
2 bita ditambahkan ,  12 tahun yang lalu
k
Robot: Cosmetic changes
k (Robot: Cosmetic changes)
Disamping pemerintahan perhatian Paku Alam VII juga tertuju pada kesenian. Pagelaran wayang orang berkembang dengan baik. Dalam kesempatan menerima tamu-tamu dari luar negeri beliau acapkali menjamu mereka dengan wayang orang dan beksan (tari-tarian klasik). Dalam bidang pendidikan beliau mengijinkan sekolah-sekolah berdiri di daerah Adikarto (bagian selatan Kabupaten [[Kulon Progo]] sekarang) serta mengadakan sebuah lembaga beasisiwa untuk menjamin kelanjutan studi bagi mampu melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.
 
Pada 5 Januari 1909 Paku Alam VII menikah dengan GBRA Retno Puwoso, Putri dari [[Pakubuwono X]], Sunan [[Surakarta]]. Seluruh putra-putri beliau ada 7 orang. Ketika putra mahkota berkunjung ke Nederland untuk menghadiri pesta perkawinan Putri Mahkota [[Belanda]] Juliana dan Pangeran Bernard, Paku Alam mangkat. Beliau berpulang pada [[16 Februari]] [[1937]] dan dimakamkan pada 18 Februari tahun yang sama di Girigondo Adikarto (sekarang bagian selatan Kabupaten [[Kulon Progo]]).
 
== Referensi ==
[[Soedarisman Poerwokoesoemo]], KPH, Mr (1985) KADIPATEN PAKUALAMAN, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
 
== Pranala luar ==
* {{en}} [http://www.4dw.net/royalark/Indonesia/pakuala3.htm Pakualaman - The Kartasura Dynasty - Genealogy]
 
[[Kategori:Kelahiran 1882]]
[[Kategori:Kematian 1937]]
 
[[ms:Paku Alam VII]]
259.487

suntingan

Menu navigasi