Tiongkok dan Perserikatan Bangsa-Bangsa: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
Tiongkok merupakan salah satu [[anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa|anggota pendiri]] [[Perserikatan Bangsa-Bangsa]] (PBB) dan merupakan salah satu dari lima [[anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa|anggota tetap]] dari [[Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa]]. Hak veto yang telah digunakannya merupakan yang paling sedikit dibandingkan anggota tetap lainnya.
 
Sebagai salah satu [[Sekutu Perang Dunia II|Sekutu]] yang menang dalam [[Perang Dunia II]] (secara lokal dikenal sebagai [[Perang Tiongkok-Jepang Kedua]]), [[Republik Tiongkok (1912–1949)|Republik Tiongkok]] (RT) bergabung dengan PBB pada pembentukannya pada tahun 1945. Dimulainya kembali [[Perang Saudara Tiongkok]] kemudian menyebabkan pembentukan [[Republik Rakyat Tiongkok]] (RRT) pada tahun 1949. Hampir semua [[Tiongkok daratan]] segera di bawah penguasaan {{efn|1=di mana [[Hainan]] [[Operasi Pendaratan di Pulau Hainan |dikuasai pada tahun 1950]]}} dan RT melarikan diri ke [[Pulau Taiwan]]. [[Kebijakan Satu Tiongkok]] yang dianjurkan oleh kedua pemerintah menghalangi perwakilan ganda namun, di tengah [[Perang Dingin]] dan [[Perang Korea]], [[Amerika Serikat]] dan sekutunya menentang penggantian dari RT di PBB, meskipun mereka dibujuk untuk menekan pemerintah RT untuk menerima pengakuan internasional kemerdekaan [[Republik Rakyat Mongolia|Mongolia]] pada tahun 1961.
 
==Lihat juga==
{{reflist}}
 
==ExternalPranala linksluar==
{{Commons}}
*[http://www.academia.edu/5475885/Blue_Berets_Under_the_Red_Flag_China_in_the_UN_Peacekeeping_System_2009_ Jerker Hellström (2009) ''Blue Berets Under the Red Flag: China in the UN Peacekeeping System'', (Stockholm: Swedish Defence Research Agency)]
38.863

suntingan

Menu navigasi