Lompat ke isi

Fiber to the Home: Perbedaan antara revisi

69 bita ditambahkan ,  5 tahun yang lalu
k
Clean up, replaced: metoda → metode using AWB
(→‎Protokol PON: terbalik antara tabel GPON dan GEPOn)
k (Clean up, replaced: metoda → metode using AWB)
{{judul asing}}
'''Fiber to the Home''' (disingkat '''[[FTTH]]''') merupakan suatu format penghantaran isyarat optik dari pusat penyedia (provider) ke kawasan pengguna dengan menggunakan serat optik sebagai medium penghantaran. Perkembangan teknologi ini tidak terlepas dari kemajuan perkembangan teknologi '''[[serat optik]]''' yang dapat mengantikan penggunaan kabel konvensional. Dan juga didorong oleh keinginan untuk mendapatkan layanan yang dikenal dengan istilah '''''Triple Play Services''''' yaitu layanan akan akses [[internet]] yang cepat, suara (jaringan [[telepon]], PSTN) dan [[video]] (TV Kabel) dalam satu [[infrastruktur]] pada unit pelanggan.
 
Penghantaran dengan menggunakan teknologi FTTH ini dapat menghemat biaya dan mampu mengurangkan biaya operasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Ciri-ciri inheren serat optik membenarkan penghantaran isyarat [[telekomunikasi]] dengan lebar jalur yang lebih besar dibandingkan dengan penggunaan [[kabel]] konvensional<ref>Keiser, Gerard, 2000, ''Optical Fiber Communication'', 3rd ed., McGraw-Hill, Singapore, ISBN 0-07-116468-5</ref>.
 
Dari gambar mengilustrasikan arsitektur umum dari suatu jaringan FTTH. Biasanya jarak antara pusat layanan dengan pelanggan dapat berkisar maksimum 20 &nbsp;km. Dimana pusat penghantaran penyelenggara layanan (service provider) yang berada di kantor utama disebut juga dengan ''central office'' (CO), disini terdapat peralatan yang disebut dengan OLT. Kemudian dari OLT ini dihubungkan kepada ONU yang ditempatkan di rumah-rumah pelanggan (customer's) melalui jaringan distribusi serat optik (Optical Distribution Network, ODN). Isyarat optik dengan panjang gelombang (wavelength) 1490 &nbsp;nm dari hilir (downstream) dan isyarat optik dengan panjang gelombang 1310 &nbsp;nm dari hulu (upstream) digunakan untuk mengirim data dan suara.
 
Sedangkan layanan video dikonversi dahulu ke format optik dengan panjang gelombang 1550 &nbsp;nm oleh optik pemancar video (optical video transmitter). Isyarat optik 1550 &nbsp;nm dan 1490 &nbsp;nm ini digabungkan oleh pengabung (coupler) dan ditransmisikan ke pelanggan secara bersama. Singkatnya, tiga panjang gelombang ini membawa informasi yang berbeda secara simultan dan dalam berbagai arah pada satu kabel serat optik yang sama.
 
== Komponen utama ==
# Terminal Saluran Serat Optik (''Optical Line Terminal'', '''OLT''') biasa ditempatkan pada pusat penyedia layanan provider (CO) untuk menghantarkan isyarat layanan kepada setiap pengguna dalam jaringan rangkaian sistem, dan OLT juga merupakan titik aggregasi suara dari [[PSTN]], data dari penghala dan video melalui berbagai bentuk sebagai medium penghantaran<ref>International Engineering Consortium (IEC), 2007, ''FTTH explained: delivering efficient customer bandwidth and enhanced services'', [http://www.iec.org/online/tutorials/fiber home/ Memungkinkan diakses] </ref>.
# Unit Jaringan Serat Optik (''Optical Network Unit'', '''ONU''') adalah peralatan yang digunakan diakhir jaringan untuk memberikan layanan-layanan yang disediakan kepada pelanggan<ref>Conniq, 2007, ''Internet access guide : fiber-to-the-home (FTTH)'', [http://www.conniq.com/InternetAccess FTTH.htm/ Memungkinkan diakses]</ref>.
 
Layanan data (internet), suara (telepon) dan video (TV Kabel) diberikan dari ONU kepada pelanggan pengguna melalui penghantaran media yang sesuai.
 
Secara umum, teknologi FTTH terdiri daripada tiga jenis topologi jaringan<ref name="Koonen">Koonen, Ton, 2006, ''Fiber to the Home/Fiber to the Premises:What, Where, and When?'', Proceedings of the IEEE 94(5): 911-934.</ref>, jaringan titik ke titik, jaringan serat optik aktif dan jaringan serat optik pasif.
 
=== Pencerai optik pasif ===
Pencerai optik pasif atau juga disebut dengan ''splitter'' yang digunakan dalam jaringan P2MP memiliki satu masukan dan banyak (''multiple'') keluaran dan bersifat pasif karena tidak memerlukan sumber energi eksternal. Rugi-rugi atau kehilangan daya optik pada pencerai serat optik pasif ini disebut juga ''splitter rasio'', biasanya dinyatakan dalam [[decibel]] (dB) dan ini terjadi terutama bergantung kepada jumlah keluaran dari pencerai tersebut, sebagai contoh, masukan sinyal optik dibagi rata di kaskade atau cabang-cabang; misalnya sebuah splitter 1x2 hanya memiliki dua cabang maka kemungkinan [[kehilangan sisipan]] (''insertion loss'') adalah 3 &nbsp;dB (50% pada setiap keluaran); jika pada splitter 1x4, maka akan ada dua cabang ditambahkan ke masing-masing kaki 1x2, kehilangan akan bertambah lagi 3 &nbsp;dB sehingga menjadi 6 &nbsp;dB; jika dalam splitter 1x8 dua cabang atau 1x2 split akan ditambahkan ke masing-masing kaki 1x4, sehingga kembali ditambahkan 3 &nbsp;dB sehingga total kehilangan menjadi 9 &nbsp;dB, dan begitu seterusnya.
 
{| class="wikitable" border="1" style="background:BlanchedAlmond;color:blue"
Sebagai perbandingan sejak tahun 2007 di [[Jepang]], hampir 70% masyarakat Jepang adalah pengguna internet, dan bersamaan dengan itu, minat masyarakat menjadi pelanggan FTTH juga meningkat pesat seiring dengan menurunnya minat akan ''Digital Subscriber Line'' ([[DSL]])<ref>White Paper, Ministry of Internal Affairs and Communications, Japan, 2008.</ref>. Sedangkan di Indonesia keinginan masyarakat akan internet masih rendah, dan tentunya alih teknologi kepada FTTH itu sendiri belum berpengaruh signifikan.
 
Saat ini di kota-kota besar Indonesia seperti [[Jakarta]], kebutuhan akan akses internet yang cepat sudah cukup tinggi dibandingkan dengan kota-kota lainnya, sehingga keinginan untuk beralih ke FTTH tentunya sudah menjadi gaya hidup tersendiri.
 
Pemasangan jaringan [[instalasi]] serat optik merupakan bahagian yang paling mahal dalam [[investasi]] teknologi ini. Beberapa metode instalasi yang telah diperkenalkan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti, anggaran yang disediakan, pilihan topologi jaringan, teknologi akses dan protokol, budaya masyarakat sekitar serta [[estetika]].
Berikut ini ada tiga metodametode yang telah diimplementasikan dalam pemasangan instalasi jaringan serat optik<ref name="EXPO">EXPO Electro-Optical Engineering Inc., 2008, ''FTTx PON Guide: Testing Passive Optical Networks'', 3rd Ed., Canada: Quebec City, ISBN 1-55342-002-0.</ref>:
# Instalasi bawah tanah (direct burial)
# Instalasi dalam pipa (duct installation)
Untuk mendapatkan performa yang baik, dan bebas dari kemungkinan kesalahan dalam penghantaran layanan kepada konsumen, maka setiap jaringan instalasi serat optik perlu diuji dan diukur terlebih dahulu. Berikut ini beberapa peralatan [[optoelektronik]] yang biasa digunakan dalam pengukuran dan pengujian tersebut:
# [[Optical Loss Test Set]] (OLTS)
# [[Optical Time-Domain Reflectometer]] (OTDR)
 
Dalam pengukuran dan pengujian, salah satu dari kedua peralatan ini biasanya mesti memiliki kemampuan dalam menguji serat optik pada panjang gelombang 1310 &nbsp;nm, 1490 &nbsp;nm, 1550 &nbsp;nm<ref>Green, P.E., 2006, ''Fiber to the home: the new empowerment'', New Jersey: John Wiley & Sons Inc., ISBN 978-0-471-74247-0</ref>, dan 1625 &nbsp;nm<ref name="EXPO" />.
 
Tujuan utama dari pengujian instalasi serat optik ini adalah untuk menjamin kontinuitas dan kehandalan jaringan dalam memberikan layanan kepada pelanggan. Selain itu juga dapat mengurangi biaya perawatan, waktu yang diperlukan dalam memulihkan jaringan akibat kemungkinan gangguan (faulty) dari komponen-komponen optik yang digunakan seperti konektor (connector) atau sambungan serat optik (splice).
1.109.637

suntingan