Istana Gebang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Gebang, lihat Gebang (disambiguasi).

Istana Gebang adalah rumah kediaman mantan Presiden Soekarno di Kota Blitar, Jawa Timur. Rumah ini berada di Jalan Sultan Agung Blitar, sekitar 2 kilometer dari Makam Bung Karno. Setiap tanggal 6 Juni, hari kelahiran Bung Karno, di rumah ini diselenggarakan acara haul dengan menampilkan berbagai macam kesenian. Objek Wisata Istana Gebang Blitar

Kota Blitar memang sangat identik dengan sosok proklamator RI, Ir. Soekarno. Pahlawan yang juga menjadi presiden pertama RI ini dilahirkan dan di wafatkan di Kota Bllitar. Selain makam Ir. Soekarno yang akrab dipanggil bung Karno, ada peninggalan lain yang berkaitan erat dengan beliau, berupa kompleks rumah tua yang menjadi tempat tinggal beliau ketika masih kecil, yaitu Istana Gebang. Kota Blitar, jawa Timur memang tidak bisa lepas dari sebutan kota Proklamator. Kota Tua ini ramai dikunjungi oleh para peziarah makam Bung Karno yang datang dari seluruh plosok negri, bahkan peziarah dari luar negri. Selain makam, Blitar juga punya saksi bisu yang sangat bersejarah yang berkaitan dengan Ir. Soekarno, yaitu komplek rumah tua yang dahulu menjadi kediaman orang tua sekaligus rumah masa kecil bagi beliau. Masyarakat lebih mengenal tempat ini dengan sebutan Istana Gebang, Istana masa kecil yang turut mengantar kesuksesan beliau, sang proklamator sekaligus presiden pertama kita Ir. Soekarno. Istana Gebang terletak di kelurahan Bendo Gerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar.

Dahulu keberadaan Istana Gebang tidak begitu dikenal dan kurang familiar, karena pada awalnya tempat ini masih dimiliki dan dikuasai oleh ahli waris atau kerabat Bung karno. Hal ini menyebabkan masyarakat tidak bisa leluasa mengunjungi rumah tersebut. Hanya orang tertentu saja yang mendapatkan akses untuk masuk ke dalam rumah. Namun, semenjak pemerintah kota Blitar dan Jawa Timur membeli dan mengambil alih kepemilikan Istana Gebang dari ahli waris Soekarmini Wardoyo, maka keberadaan Istana Gebang menjadi terbuka untuk umum. Masyarakat luas tanpa terkecuali dapat memiliki akses secara bebas untuk dapat masuk dan menikmati suasana bersejarah di rumah tersebut. Hingga saat ini Istana Gebang menjadi destinasi wisata edukasi yang sarat akan sejarah, yang menjadi pilihan utama bagi wisatawan di Kota Blitar untuk sejenak ikut mengenang dan merenungkan perjuangan luhur yang telah diabdikan Ir. Soekarno kepada bangsa Indonesia. Setiap Hari Istana Gebang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Mereka yang berkunjung merupakan serangkaian wisatawan yang juga berziarah ke makam Bung Karno. Istana gebang dibuka mulai pukul 07.00 WIB. Jumlah pengunjung yang masuk dapat mencapai 200 sampai 300 orang setiap harinya. Namun, pada hari khusus jumlah pengunjung dapat mencapai 1.000 orang dalam satu hari. Semua lapisan masyarakat dapat masuk ke dalam istana dan melihat berbagai macam barang peninggalan Ir. Soekano. Mulai dari perabotan rumah, tempat tidur, kursi dan juga benda- benda kuno lain seperti mesin ketik, radio dan telepon rumah yang menggingatkan kita akan masa kehidupan beliau ir. Soekarno. Selain bangunan yang memiliki desain arsitektur kuno, pengunjung dapat berfoto dengan latar bagus yang bervarias sebagai kenang-kenangan. Beberapa spot menarik yang dapat dijadikan latar adalah patung Bung Karno berwarna putih bersih di depan istana. Selain itu, tiap sudut di dalam bangunan dapat kita abadikan juga melalui foto.

Ada satu tempat favorit yang bisa menjadi pilihan utama bagi para pengunjung di Istana Gebang, yaitu sebuah sumur tua di belakang rumah yang sampai sekarang tetap memancarkan mata air yang jernih dan dipercaya memiliki khasiat lebih serta menyehatkan. Para pengunjung selalu menyempatkan waktu untuk menengambil air jernih dari sumur yang sudah dikemas dalam plastik-plastik kecil oleh pengelola, untuk sekedar diminum ataupun dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga dirumah secara gratis. Ir. Soekarno pernah mengatakan “bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”. Begitu besar dan pentingnya sejarah perjuangan Bung Karno bagi Bangsa Indonesia, maka hal itu sangatlah patut untuk kita teladani.

“Mari bersama-sama kita semarakkan dan kembangkan potensi Pariwisata di Indonesia, khususnya di Kota kebanggaan, Kota Patria Blitar”


Pranala luar[sunting | sunting sumber]