Indra Utami Tamsir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Indra Utami Tamsir
Latar belakang
Nama lahir Indra Utami Tamsir
Nama lain IUT
Lahir lahir 16 Juli 1974; umur 44 tahun
Bendera Indonesia Blora, Indonesia
Kebangsaan  Indonesia
Jenis musik Keroncong
Pekerjaan Aktris, Penyanyi
Instrumen Vokal, Keroncong,Gamelan
Tahun aktif 2000 - Sekarang
Perusahaan rekaman IUT Production
Anak Tara Adia
Agama Islam

Indra Utami Tamsir lahir di Blora, 16 Juli 1974; umur 44 tahun adalah adalah seorang penyanyi keroncong berkebangsaan Indonesia yang dikenal sebagai satu-satunya pejuang keroncong kekinian di era millennial. Perempuan yang dijuluki The Next Waldjinah ini tetap bersemangat untuk melestasikan keroncong sebagai musik asli Indonesia.

Karier[sunting | sunting sumber]

Sejak kecil dirinya telah akrab dengan dunia musik. Di rumah ayahnya terdapat seperangkat alat gamelan yang digunakan untuk latihan oleh begitu banyak orang. Pembimbing dan pengajarnya adalah ayahnya sendiri yang merupakan pengajar karawitan, dan pengajar tembang. Sejak kelas 6 SD ia sudah bisa nembang mocopat. Ia sempat menjadi juara pertama tari tingkat kecamatan dan kabupaten menarikan tari Bondan memakai boneka terpilih. Ketika SMP, ia sering mengikuti latihan kolintang di sekolahnya, memainkan lagu-lagu keroncong. Ia lantas menjadi finalis dalam lomba keroncong tingkat SMP. Dari situlah ia mulai memutuskan untuk menjadi penyanyi.

Semasa SMA ia lebih menggemari pop dan jenis musik lainnya. Bahkan dirinya juga sempat mengikuti beberapa festival hingga tingkat kabupaten dan provinsi. Setelah lulus SMA di Blora, ia melanjutkan kuliah di Jakarta.

Ia berkeyakinan bahwa musik keroncong dan langgam Jawa bisa hadir di setiap kalangan. Supaya lebih banyak yang menyukai keroncong, para penggiatnya perlu berani menabrak pakem. Ia mencontohkan dirinya, ia mencoba menabrakkan langgam jawa dengan musik keroncong. Langgam yang bukan dengan gamelan, tetapi memakai peralatan musik diatonik plus kendang. “Menabrakkan keroncong dengan genre musik yang digemari kaum muda seperti rock, jazz, atau balada, mengapa tidak?” kata wanita yang akrab dipanggil IUT. Semangatnya untuk menekuni jenis musik keroncong semakin meluap-luap setelah pilihannya itu mendapatkan restu dan dukungan penuh dari Ratu Keroncong, Waldjinah.

24 Agustus 2013, ia menggelar konser tunggalnya, bertajuk ‘Persembahan Indra Utami Tamsir Untuk Indonesia – Langgam Jawa Keroncong Mini Concert’, di Golden Ballroom Hotel Sultan Jakarta. Selain itu pada pada 20 September 2013.

18 Februari 2015 ia menggelar konser solonya yang bertajuk ‘Konser Langgam Jawa dan keroncong Indra Utami Tamsir Langgam Untuk Dunia.[1] di Gedung Kesenian Jakarta

7 September 2016 untuk pertama kali, ia menggelar Tur konser keroncong keliling 9 kota di Pulau Jawa dan Bali. Rangkaian tur dimulai di kota kelahirannya Blora, Jawa Tengah, lalu berlanjut ke Semarang, Solo, Yogyakarta, Bandung, Malang, Surabaya, Bali dan diakhiri di gedung Balai Sarbini, Jakarta.

Selama menekuni musik Keroncong, ibu dari Tara Adia , Wilhelmina Sistianing Galuh dan Intan Nirmaya telah menghasilkan 4 album. Yang pertama adalah album “Pengantin Agung” (2012). Album kedua diberi judul “Nggayuh Katresnan” (2013), dan berhasil menjadi nominasi dalam AMI Awards 2012 untuk kategori Artis Terbaik, Lagu Terbaik, Pencipta Lagu Terbaik, dan Penata Musik Terbaik. Barulah di album keduanya, Nggayuh Katresnan, ia berhasil menyabet penghargaan untuk kategori Penyanyi Keroncong Wanita Terbaik dalam ajang AMI Awards 2013. “Wanita” (2016), dan Album yang akan segera di rilis akhir tahun 2018 yang bertajuk “Karangan Bunga Dari Selatan” (2018)

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Album[sunting | sunting sumber]

  • Pengantin Agung (2012)
  • Nggayuh Katresnan (2013)
  • Wanita (2016)
  • Karangan Bunga Dari Selatan (2018)

Konser[sunting | sunting sumber]

  • Persembahan Indra Utami Tamsir Untuk Indonesia – Langgam Jawa Keroncong Mini Concert (2014)
  • Langgam Untuk Dunia (2015)

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]