Hoax (film)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hoax
Rumah dan Musim Hujan
SutradaraIfa Isfansyah
ProduserHB Naveen (Produser Eksekutif)
Frederica (Produser Eksekutif)
Ifa Isfansyah
PenulisIfa Isfansyah
PemeranTora Sudiro
Vino G. Bastian
Tara Basro
Landung Simatupang
Jajang C Noer
Aulia Sarah
Permata Sari Harahap
Bayu Pamura
Adi Marsono
Suparwoto
MusikKrisna Purna Ratmara
SinematografiGandang Warah
PenyuntingEdi Cahyono
Greg Arya
Perusahaan
produksi
DistributorFalcon Pictures
Tanggal rilis
1 Desember 2012
1 Februari 2018 (komersial)
Durasi
98 menit (2012)
80 menit (2018)
Negara Indonesia
BahasaIndonesia

Hoax (film) merupakan film drama panjang Indonesia yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah. Film ini dianggap menggabungkan unsur dari genre drama, thriler, dan komedi sekaligus.[1] Rilis perdana film ini dilakukan pada 1 Desember 2012 dengan judul Rumah dan Musim Hujan dan durasi yang mencapai 98 menit.[2] Enam tahun kemudian film ini diluncurkan kembali secara komersial pada 1 Februari 2018. Judul tersebut kemudian diganti menjadi Hoax dengan durasi yang mencapai 80 menit.

Proses Produksi[sunting | sunting sumber]

Film ini merupakan proyek film panjang perdana yang dikerjakan oleh Ifa Isfansyah. Proses penggarapan naskah film ini telah berlangsung sejak tahun 2008 ketika Ifa Isfansyah tinggal di Busan, Korea Selatan. Namun, karena sejumlah alasan, proses penggarapan film ini menjadi molor. Ifa Isfansyah sendiri keburu terkenal dengan terbitnya film Garuda Di Dadaku di tahun 2009. Film Rumah dan Musim Hujan baru berhasil dirampungkan oleh Ifa Isfansyah setelah empat tahun sejak proses awal penggarapannya. Bagi Ifa Isfansyah, menggarap film ini memiliki makna tersendiri. Ifa tertarik untuk menceritakan kisah hubungan antarmanusia yang tergambar dalam keluarga.[3]

Hal lain yang menarik dari proses produksi film ini adalah unsur hujan yang digambarkan terus mengguyur dalam film. Padahal, proses pengambilan gambar film ini dilakukan pada saat musim kemarau.[4] Karena membutuhkan banyak air untuk menghidupkan suasana hujan dan banjir, film ini sempat mengalami penundaan produksi karena kehabisan air. Petugas pemadam kebakaran yang membantu proses pembuatan film ini, harus mencari sumber air lainnya terlebih dahulu agar dapat memasok air kembali.[5]

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Film ini menceritakan kisah tentang tiga orang anak yang berasal dari sebuah keluarga nyaris sempurna yang tinggal Yogyakarta. Nama ketiga anak tersebut adalah Raga, Ragil, dan Adek. Ketiga anak tersebut memiliki orang tua yang sudah dan memutuskan tidak tinggal serumah.[6]

Adegan kemudian berlanjut dengan latar waktu di suatu malam pada bulan Ramadhan. Ketika tiga kakak beradik tersebut berkumpul di rumah sang ayah untuk melakukan buka puasa bersama. Keadaan hangat sekaligus canggung menyelimuti suatu buka bersama mereka. Setelah selesai makan, masing-masing berpamitan. Raga yang merupakan anak pertama dan Adek yang merupakan anak bungsu, pulang kembali ke tempatnya, sedangkan Ragil yang merupakan anak kedua, memang tinggal bersama Ayahnya dan tetap ada di rumah tersebut. Di tengah perjalanan pulang, Adek diperkosa oleh seorang pria yang tidak dikenal. Ketika sampai di rumah, Adek kembali mendapatkan teror baru yang berbau mistis. Adek dibingungkan oleh kehadiran ibunya yang muncul berkali-kali. Kebingungan Adek tersebut muncul karena menganggap kondisi yang dia alami betulan terjadi atau tidak.[6]

Pada adegan berikutnya giliran Ragil yang dihadapkan dalam sebuah masalah. Sang ayah selalu menyinggung Ragil tentang kapan dia memiliki pasangan. Ragil mengalami konflik batin karena sebenarnya dia sudah memiliki pasangan. Sayangnya, Ragil tidak yakin bahwa ayahnya dapat menerima kondisi bahwa pasangannya adalah seorang laki-laki. Adegan berlanjut dengan kisah yang menggambarkan permasalahan yang dihadapi oleh Raga. Awalnya, malam tersebut berjalan lancar baginya. Semuanya berubah ketika Raga melakukan hubungan badan dengan pacaranya yang bernama Sukma. Raga mengalami ejakulasi tanpa pengaman. Keduanya kemudian diserang rasa ketakutan akan kehamilan yang tidak diharapkan. Kisah berlanjut ketika mantan kekasih Raga yang bernama Sari, tiba-tiba datang mengetuk pintu dan muncul di depan rumahnya. Permasalahan yang Raga begitu kompleks. Dia harus menghadapi hubungan beda agama dengan Sukma. Selain itu, alasan kedatangan mantan kekasih Raga secara tiba-tiba dikarenakan ia sering dipukuli oleh suaminya. Pemukalan tersebut didasari oleh penolakan untuk mengenakan hijab yang diwajibkan oleh suaminya tersebut. Pada awalnya Sukma cemburu dengan kemunculan Sari. Namun, mengetahui kisah yang dialami oleh Sari, keadaan menjadi berubah[6]

Pemain[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah daftar pemain dalam film ini:[7]

  • Tora Sudiro sebagai Raga
  • Vino G. Bastian sebagai Ragil
  • Tara Basro sebagai Adek
  • Landung Simatupang sebagai Bapak
  • Jajang C Noer sebagai Ibu
  • Aulia Sarah sebagai Sukma
  • Permata Sari Harahap sebagai Sari
  • Bayu Pamura sebagai Ara
  • Adi Marsono sebagai pria pemerkosa
  • Suparwoto sebagai pria misterius

Film Festival[sunting | sunting sumber]

Film Hoax ketika masih menggunakan judul Rumah dan Musim Hujan pernah mengikuti sejumlah film festival internasional. Penayangan perdana di Indonesia dilakukan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Ke-7 pada 1 Desember 2012.[8] Selanjutnya, film ini kemudian tayang di International Film Festival Rotterdam ke-42 pada 29 Januari 2013 yang menjadi tanda penayangan perdana dunia (world premier). Dalam pemutaran di Rotterdam tersebut, film ini masuk dalam program Bright Future. Selanjutnya film ini juga tayang di BFI London Film Festival 2013 pada 11 Oktober 2013[9], serta tayang di Asiatica Film Mediale pada 16 Oktober 2013.[2] Film ini juga tayang di Southeast Asian Film Festival 2013.[3]

Perubahan Judul[sunting | sunting sumber]

Pasca peluncuran perdana yang diadakan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival Ke-7 pada 1 Desember 2012 dan penayangan di berbagai festival film internasional, hak penayangan dan distribusi film Rumah dan Musim Hujan dibeli oleh Falcon Pictures. Pasca pembelian tersebut, Falcon Pictures pada awalnya berencana meluncurkan penayangan komersial film ini pada akhir 2013. Rencana kemudian tertunda dan film ini kemudian mengalami vakum selama kurang lebih lima tahun. Film ini kemudian hilang dari pasaran. Alasan penundaan tersebut dikarenakan Falcon Pictures menganggap film ini belum sesuai dengan tren yang berkembang pada saat itu. Menurut Falcon Pictures, kondisi perfilman Indonesia pada saat itu sedang ramai oleh film komedi. Sehingga untuk film bergenre keluarga seperti Rumah dan Musim Hujan akan sulit untuk bersaing. Pada tahun 2018, akhirnya Falcon Pictures meluncurkan penayangan komersial film Rumah dan Musim Hujan dan mengganti judulnya menjadi Hoax. Alasan penggantian judul ini karena setelah proses penyuntingan gambar, penggunaan judul Hoax dianggap lebih pas.[3] Selain karena proses penyuntingan, kondisi masyarakat Indonesia yang sedang menghadapi tahun politik juga dianggap sebagai alasanya. Hal ini dikarenakan pada saat tersebut, banyak sekali berita bohong atau hoaks yang beredar di masyarakat.

Penayangan komersial yang membuat film Rumah dan Musim Hujan berganti menjadi Hoax, sangat berpengaruh dalam aspek film secara keseluruhan. Hal ini dikarenkan proses penyuntingan film agar sesuai dengan ketentuan lembaga sensor dan sesuai dengan kebutuhan pasar film Indonesia. Hal yang paling terasa berubah pasca penyuntingan film ini adalah durasi. Durasi awal film ini mencapai 98 menit. Jumlah kemudian mengalami pemotongan secara ekstrem sehingga hanya menjadi 80 menit.[10] Selain itu proses penyuntingan ini juga menyebabkan beberapa adegan menjadi kurang mengalir. Misalnya dalam beberapa adegan yang mengandalkan ekspresi wajah dan tanpa dialog dari pemeran. Namun, karena proses penyuntingan, adegan tersebut dipangkas dan dimampatkan sehingga pesan yang ingin disampaikan kepada penonton menjadi kurang.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2018-01-30). "Film Hoax Hadirkan Tiga Genre dalam Satu Cerita - VIVA". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2019-04-22. 
  2. ^ a b Rumah dan Musim Hujan, diakses tanggal 2019-04-12 
  3. ^ a b c d Djaya, Andi Baso (2018-01-30). "Perbedaan antara Hoax dengan Rumah dan Musim Hujan". https://beritagar.id/. Diakses tanggal 2019-04-22.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  4. ^ Jan 2018, Aditia Saputra30; Wib, 18:20. "Vino Bastian Ungkap Perbedaan Film Hoax Dulu dan Sekarang". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-04-22. 
  5. ^ "Film 'Hoax' Awalnya Berjudul 'Rumah dan Musim Hujan'". kumparan. Diakses tanggal 2019-04-22. 
  6. ^ a b c Irfan, M. Faisal Reza. "Film Hoax: Hoaks Itu Bernama Keluarga". tirto.id. Diakses tanggal 2019-04-22. 
  7. ^ "Rumah dan Musim Hujan (2012)". filmindonesia.or.id. Diakses tanggal 2019-04-22. 
  8. ^ "Flick Magazine : 'Rumah dan Musim Hujan' Berganti Judul Menjadi 'Hoax'". flickmagazine.net. Diakses tanggal 2019-04-22. 
  9. ^ One Day When The Rain Falls, diakses tanggal 2019-04-22 
  10. ^ "Rumah dan Musim Hujan". kineforum DKJ (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-04-22.