Harjanto Halim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Harjanto Kusuma Halim atau Liem Tun Hian (lahir di Semarang, Jawa Tengah) adalah pengusaha dan filantropis keturunan Tionghoa berkebangsaan Indonesia. Harjanto merupakan CEO dari PT Marimas Putera Kencana, perusahaan yang memproduksi minuman segar, Marimas. Di luar pekerjaannya sebagai pengusaha, dia juga beraktivitas di bidang sosial, antara lain menjadi Ketua Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong, Ketua Komunitas Pecinan Semarang Untuk Pariwisata (Kopi Semawis) yang kegiatannya dimaksudkan untuk meningkatkan minat wisatawan ke Semarang, menjadi dosen tamu di Universitas Katolik Soegijapranata, dan dewan penyantun Unnes.[1][2][3][4]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Harjanto Halim lahir di Semarang, Jawa Tengah. Namanya dikenal sebagai pengusaha dan filantropis keturunan Tionghoa. Halim adalah CEO dari PT Marimas Putera Kencana yang bergerak di bidang produksi makanan dan minuman, di antaranya Marimas. Predikat lain yang melekat padanya yakni budayawan, tokoh pariwisata Semarang dan juga pemerhati UMKM. Sebagai Pimpinan Komunitas Pecinan Semarang Untuk Pariwisata (Kopi Semawis, Harjanto Halim telah banyak kiprahnya membangun kawasan Pecinan sebagai tujuan wisata di Kota Semarang. Mecintai budaya lokal dan mengembangkannya menjadi daya tarik wisata merupakan keinginan terbesarnya. Perusahaan yang dipimpinnya pun dimulai dari skala UKM dan saat ini telah berkembang menjadi perusahaan nasional.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Wawancara dengan Harjanto Halim – Radar Semarang". Radar Malang. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-03-01. Diakses tanggal 18 Februari 2019. 
  2. ^ "Merawat Ajaran Sang Ayah, Keluarga Besar Harjanto Halim Serahkan Bantuan Sosial". Tribun Jateng. Diakses tanggal 18 Februari 2019. 
  3. ^ "Belajar Dari Harjanto Halim : Kiat Bertahan & Berkembang Dalam Usaha". Rumah UMKM. Diakses tanggal 18 Februari 2019. 
  4. ^ "Harjanto Halim, Warga Keturunan Tionghoa Perawat Budaya Jawa". Nusantara Medcom. Diakses tanggal 18 Februari 2019.