Greta oto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Greta oto
Greta oto.jpg
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
G. oto
Nama binomial
Greta oto
Hewitson, 1854

Greta oto adalah kupu-kupu berkaki empat yang merupakan anggota dari subfamili Danainae, suku Ithomiini, subsuku Godyridina. Sayapnya tembus pandang, dengan lebar antara 5,6 sampai 6,1 cm. Nama umumnya dalam bahasa Inggrisnya yaitu Glasswinged butterfly ("kupu-kupu bersayap kaca"), sedangkan dalam bahasa Spanyolnya adalah Espejitos ("cermin kecil").

Kupu-kupu ini terlihat unik karena jaringan antara urat sayapnya terlihat seperti kaca. Sebenarnya semua kupu-kupu memiliki sayap yang transparan yang dibentuk oleh lapisan kitin. Namun, sayap transparan itu dipenuhi dengan ribuan sisik yang memiliki pigmen warna tertentu sehingga memantulkan cahaya dengan warna yang berbeda. Hal ini yang membuat sayap kupu-kupu berwarna sesuai pigmen warna yang dimilikinya. Sedangkan pada Greta oto, sisik pigmen pemberi warna akan rontok dari sayapnya saat mereka dewasa dan menyisakan sayap yang transparan karena lapisan kitinnya terpapar.

Greta oto dewasa menunjukkan sejumlah perilaku menarik, seperti migrasi yang jauh, mengankat beban 40 kali dari berat badannya, dan lek (berkumpulnya para jantan untuk menampilkan daya tariknya kepada calon betina secara kompetitif). Greta oto paling banyak ditemukan di Amerika Serikat dan Chili, mereka biasanya bermigrasi ke daerah Meksiko dan Texas.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Lamas, G. (Ed.). (2004). Checklist: Part 4A. Hesperioidea - Papilionoidea. In: Heppner, J. B. (Ed.), Atlas of Neotropical Lepidoptera. Volume 5A. Gainesville, Association for Tropical Lepidoptera; Scientific Publishers.
  • Henderson, Carrol L. (2002). "Greta oto". Field guide to the Wildlife of Costa Rica. Austin, Texas: University of Texas Press. hlm. 56. ISBN 0-292-73459-X. OCLC 46959925. 
  • Dyer, L. A. (1995). "Tasty generalists and nasty specialists? Antipredator mechanisms in tropical lepidopteran larvae". Ecology. 76 (5): 1483–1496. doi:10.2307/1938150. JSTOR 1938150.