Sudargo Gautama
| Sudargo Gautama | |
|---|---|
| Lahir | Gouw Giok Siong 1 Maret 1928 Batavia, Hindia Belanda |
| Meninggal | 8 September 2008 (umur 79–80) Perth, Australia Barat, Australia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Almamater | Universitas Indonesia |
| Pekerjaan | Ahli hukum |
Sudargo Gautama memiliki nama asli Gouw Giok Siong (1 Maret 1928 – 8 September 2008) adalah seorang pakar hukum perdata internasional dan hukum antargolongan.
Latar belakang
[sunting | sunting sumber]Sudargo lahir pada tangal 1 Maret 1928.[1]
Dia meraih gelar doktor di Universitas Indonesia, dengan disertasi: Segi-Segi Hukum Peraturan Perkawinan Campuran pada tahun 1955.
Pada awalnya Gautama diberi peluang peningkatan karier oleh Prof. Mr. G.J. Resink dan Prof. Djokosoetono, S.H., di mana Resink memberinya dua peluang peningkatan karier kepadanya: menjadi promotor promosi doktor, dan mengundurkan diri sebagai lektor Fakultas Hukum Universitas Indonesia sehingga memungkinkan Gautama mengisi lowongan yang ditinggalkan. Prof. Djokosoetono kemudian merestui Gautama sebagai guru besar.[2]
Karier
[sunting | sunting sumber]Gautama memulai kariernya sebagai pengacara berkat uluran tangan (Alm) Prof. Iwa Kusumasumantri. Prof. Iwa mengajak Gautama ikut bekerja dikantor pengacara yang didirikannya bersama Mr. A.A. Maramis.[2]
Profesor Sudargo Gautama meninggal di Perth, Australia pada tanggal 8 September 2008 pada usia 80 tahun.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Selamat Jalan Profesor Sudargo". HukumOnline.com. 9 September 2008. Diakses tanggal 15 Juli 2025.
- 1 2 APA & SIAPA sejumlah orang Indonesia 1985-1986. Tempo (Jakarta, Indonésie) (Edisi Cet. 1). Jakarta: Grafiti Pers. 1986. ISBN 979-444-006-X. OCLC 37095471. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)