Gottlob Frege
| Friedrich Ludwig Gottlob Frege | |
|---|---|
| Lahir | 8 November 1848 Wismar, Mecklenburg-Schwerin, Germany |
| Meninggal | 26 Juli 1925 (umur 76) Bad Kleinen, Mecklenburg-Schwerin, Germany |
| Karya terkenal | Begriffsschrift (1879) The Foundations of Arithmetic (1884) |
| Era | 19th-century philosophy 20th-century philosophy |
| Kawasan | Western philosophy |
| Aliran | Filsafat Analitik |
Minat utama | Filsafat Matematika, Logika Matematika, Filsafat Bahasa |
Gagasan penting | Principle of compositionality, Quantification theory, Predicate calculus, Logicism, Sense and reference |
Dipengaruhi | |
Memengaruhi | |
Friedrich Ludwig Gottlob Frege (8 November 1848 – 26 Juli 1925) adalah seorang matematikawan, logikawan, dan juga filsuf bahasa berkebangsaan Jerman yang paling berpengaruh di paruh akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 terutama dalam pembentukan aliran filsafat analitik pada awal abad ke-20.[2] Frege Lahir di Wismar pada tahun 1848, dan wafat di Bad Kleinen pada tahun 1925. Frege mengawali karir akademiknya di Departemen Matematika Universitas Jena pada tahun 1874 hingga 1918.[2] Frege membawa suatu wawasan baru yang memicu perkembangan revolusioner dalam ilmu logika.[3]
Karya
[sunting | sunting sumber]Frege merupakan salah satu tokoh besar yang melandasi perkembangan tradisi filsafat analitik bahasa. Pemikirannya yang paling berpengaruh di antaranya adalah upaya meletakkan dasar matematika pada logika, sistematika filsafat formal, dan pemikirannya mengenai pemaknaan dan rujukan. Karya besarnya meliputi Begriffsschrift (1879), Die Grundlagen der Arithmetik (1884), Grundgesetze der Arithmetik (1889; 1903), serta Uber Sinn und Beudetung (On Sense and Refference) (1892).[2]
Makna dan Rujukan
[sunting | sunting sumber]Uber Sinn und Beudetung (Inggris: On Sense and Refference; Indonesia: Perihal Makna dan Rujukan) merupakan artikelnya yang ditulis dari permasalahan konsep identitas yang ada pada suatu istilah dan berhubungan dengan fungsi-kebenaran dari suatu proposisi.[4] Upaya ini berangkat untuk memberikan suatu arti-rujukan dari apa yang dimaksud dengan bilangan dan bagaimana pengetahuan akan bilangan dapat dicapai.[2]
Uber Sinn und Beudetung membuka pandangan baru mengenai suatu sistem analisis kebahasaan serta hubungan antara bahasa dengan logika. Frege membedakan dua bentuk makna, sense dan reference. Sense merupakan suatu gambaran mental dari suatu ekspresi bahasa; bagaimana suatu bahasa dapat dipahami oleh seseorang, sedangkan reference mengacu pada bagaimana suatu ekspresi bahasa memiliki suatu bentuk rujukan kepada hal yang konkrit nyata.[4]
Pada contoh dalam Uber Sinn und Beudetung, Frege menyampaikan perbedaan antara makna dan rujukan antara bintang fajar dan bintang petang yang mana keduanya memiliki makna yang berbeda tetapi memiliki rujukan yang sama, yakni planet Venus. Penggambaran mental yang diberikan pada kata “bintang fajar” memiliki gambaran yang berbeda dengan “bintang petang” di antaranya adalah waktu kemunculannya dan hal-hal yang diasosiasikan di antara kedua hal tersebut memberikan makna yang berbeda pada penggunaan kedua ekspresi bahasa tersebut.[4]
Suatu ekspresi bahasa dapat memiliki suatu makna tanpa harus memiliki suatu rujukan yang konkrit. Hal-hal seperti unicorn, peri, dan pegasus tidak memiliki rujukan yang konkrit-nyata dalam ekspresi bahasa. Frege menilai ekspresi bahasa tanpa rujukan ini tidak memiliki suatu nilai kebenaran yang dirujuk karena tidak memiliki suatu kekuatan logis di dalamnya. “Bilangan yang terbesar” memiliki suatu makna tetapi tidak memiliki rujukan, di dalamnya tidak memiliki nilai kebenaran yang dapat ditentukan—karena tidak ada rujukan konkrit. Frege menilai kembali mengenai rujukan istilah tunggal ini karena istilah tanpa rujukan ini tidak dapat diberikan predikat karena tidak memiliki nilai kebenaran secara logis. Frege kemudian mempertimbangkan mengenai kebenaran bagian dan hubungannya dengan kebenaran keseluruhan dalam suatu proposisi,
"Barang siapa yang tidak menganggap rujukan itu ada, tidak dapat menerapkan maupun mempertahankan predikatnya. Namun, dalam kasus tersebut, akan berlebihan untuk beralih ke rujukan nama; seseorang bisa puas dengan maknanya, jika ia tidak ingin melangkah lebih jauh dari sekadar "pikiran". Jika ini hanya masalah makna kalimat, yaitu pikiran, maka tidak perlu repot-repot dengan rujukan sebagian kalimat; hanya makna, bukan rujukan, dari bagian tersebut yang relevan dengan makna keseluruhan kalimat."[4]
Frege kemudian mengajukan konsep mengenai rujukan dari suatu proposisi secara keseluruhan karena ada pertimbangan mengenai nilai kebenaran. Pertimbangan mengenai proposisi kemudian dijatuhkan pada nilai kebenarannya karena pada suatu bentuk kebenaran saja suatu proposisi dapat dipahami—memiliki makna.[4] Hal ini juga menyiratkan mengenai kemungkinan kebenaran sebagai kunci dari pemahaman suatu proposisi, sehingga proposisi yang sepenuhnya tautologis atau kontradiksi tidak dapat memiliki makna.[4]
Setelah semua proposisi memiliki rujukan kepada nilai kebenaran mereka yang menjadi persoalan berikutnya adalah apakah nilai kebenaran ini memiliki suatu hubungan identitas kepada terma yang memiliki rujukan yang sama. Karena terma yang memiliki rujukan yang sama memiliki rujukan nilai kebenaran yang sama sehingga dapat dipertukarkan tetapi masih memiliki rujukan kepada nilai kebenaran yang sama.[4] Hal ini yang kemudian menjadi upaya penjelasan mengenai teori identitas atau kesamaan, di mana suatu terma dalam proposisi dapat dipertukarkan dengan terma yang memiliki nilai kebenaran yang sama;
- a = b;
- jika dan hanya jika a dan b merujuk pada nilai kebenaran yang sama saat digunakan dalam proposisi.
Pemikiran Frege mengenai makna dan rujukan serta kaitannya dengan hukum logika membuka jalan baru bagi filsafat, yakni penelusuran konsep melalui analisis bahasa terkait dengan hubungannya dengan nilai kebenaran—palingan linguistik. Dalam perkembangannya, banyak pemikir filsafat yang menerima apa yang dilandaskan oleh Frege mengenai penelusuran bahasa ini, di antaranya adalah Betrand Russell dan Ludwig Wittgenstein. Pasca pemikiran Wittgenstein analisis bahasa memiliki perkembangan ke arah yang berbeda, penelusuran hubungan bahasa dan logika dilanjutkan oleh tradisi neopositivisme dan penulusuran lain muncul terkait hubungan bahasa dan penggunaannya (languange in use).[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Frege's Technical Concepts" in Frege Synthesized: Essays on the Philosophical and Foundational Work of G. Frege, L. Haaparanta and J. Hintikka, Synthese Library, D. Reidel 1986 pp. 253–295 ()
- 1 2 3 4 5 Martinich, A. P., & Sosa, D. (2001). A Companion to Analytic Philosophy (A. P. Martinich & S. David, Eds.). Blackwell Publisher Inc.
- ↑ (Indonesia) Bryan Magee. 2001. The Story of Philosophy. Jogjakarta: Kanisius
- 1 2 3 4 5 6 7 Frege, G. (1948). "Sense and Reference". Source: The Philosophical Review, Vol. 57 (3), hal. 209-230.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Frege at Genealogy Project Diarsipkan 2015-03-24 di Wayback Machine.
- A comprehensive guide to Fregean material available on the web Diarsipkan 2009-05-17 di Wayback Machine. by Brian Carver.
- Stanford Encyclopedia of Philosophy:
- "Gottlob Frege Diarsipkan 2008-10-07 di Wayback Machine." — by Edward Zalta.
- "Frege's Logic, Theorem, and Foundations for Arithmetic Diarsipkan 2008-10-07 di Wayback Machine." — by Edward Zalta
- Internet Encyclopedia of Philosophy:
- Gottlob Frege Diarsipkan 2009-04-06 di Wayback Machine. — by Kevin C. Klement.
- Frege and Language Diarsipkan 2009-01-31 di Wayback Machine. — by Dorothea Lotter.
- Metaphysics Research Lab: Gottlob Frege. Diarsipkan 2009-04-06 di Wayback Machine.
- Frege on Being, Existence and Truth. Diarsipkan 2023-03-09 di Wayback Machine.
- John J. O'Connor and Edmund F. Robertson. Gottlob Frege di MacTutor archive.
- Begriff Diarsipkan 2003-08-19 di Wayback Machine., a LaTeX package for typesetting Frege's logic notation.