Gigi palsu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Gigi palsu pertama kali dikenal pada tahun 700 SM. Biasanya pada masa tersebut gigi palsu masih terbuat dari gading, tulang ikan paus atau tulang kudanil dan diikat dengan semacam kawat yang terbuat dari emas. Teknik ini bertahan selama hampir 2000 tahun.

Pada tahun 1500 dan seterusnya, tulang masih dipakai untuk bahan pembuatan gigi palsu, akan tetapi mulai diikat dengan tali yang terbuat dari benang sutera. Pada masa itu, sutera juga dipakai untuk menutupi gigi yang ompong, terutama oleh para tokoh terkenal di era tersebut seperti Ratu Elizabeth I dari Inggris dan Presiden George Washington dari Amerika Serikat. Selain menggunakan tulang, gigi palsu pada masa itu juga sudah mulai menggunakan bahan-bahan seperti perak, emas, atau batu akik. Selain itu ada juga beberapa gigi palsu yang terbuat dari gigi asli, yang biasanya diambil dari mayat korban perang atau dari orang miskin yang menjual gigi-nya.

Gigi palsu yang murah dan nyaman baru mulai diciptakan pada tahun 1839 oleh Nelson Goodyear di Amerika Serikat. Bahannya berupa karet keras yang disebut vulcanite. Nelson adalah saudara dari Charles Goodyear, seorang pengusaha yang belakangan terkenal dengan pabrik ban Goodyear-nya. Karena nyaman, maka gigi palsu yang diciptakan oleh Nelson laku keras dan diproduksi massal sehingga Nelson mendapatkan paten atas ciptaannya ini. Paten ini tidak dilanjutkan pada tahun 1881 dikarenakan pengacara-nya, Josiah Bacon, akhirnya harus menemui ajal-nya di tangan seorang dokter gigi yang kelewat kesal karena Josiah terlalu rajin menuntut para dokter gigi untuk mendapatkan royalti dari paten tersebut. Selain itu hingga bahan akrilik ditemukan pada awal 1940-an, bahan vulcanite masih terus digunakan sebagai bahan gigi palsu.

Jenis Gigi Palsu[1][sunting | sunting sumber]

Beberapa jenis gigi palsu yang sering digunakan adalah sebagai berikut :

1. Gigi Palsu Lepasan[sunting | sunting sumber]

Gigi palsu jenis ini didesain agar pemakai bisa dengan mudah melepas dan memasangnya tanpa bantuan dokter atau orang lain. Sehingga pemakai jenis ini bisa kapan saja melepas gigi palsunya untuk dibersihkan. Biaya pembuatannya termasuk paling murah dibanding jenis yang lain.

Beberapa pilihan bahan yang digunakan, yaitu :

  • Akrilik

Dengan menggunakan bahan akrilik adalah pilihan paling murah, namun mempunyai plat relatif tebal dan ada kawat yang berfungsi untuk mencengkeram ke gigi yang tersisa. Sehingga gigi palsu jenis ini kurang nyaman untuk digunakan.

  • Valplast

Jenis bahan ini tidak menggunakan kawat untuk mencengkeram namun lebih lentur dan tipis dibandingkan dari bahan akrilik. Sehingga lebih nyaman untuk digunakan, namun membutuhkan biaya yang sedikit lebih mahal ketimbang akrilik.

  • Frame (kerangka logam)

Jenis ini menggunakan plat logam sebagai rangkanya. Karena mempunyai rangka dari logam, plat gigi palsu bisa dibuat sangat tipis sehingga dibandingkan gigi palsu lepasan lainnya, jenis ini paling nyaman digunakan dan paling kuat. Namun biayanya paling mahal diantara gigi palsu lepasan lainnya.

  • Dan lain-lain

2. Gigi Palsu Jaket (Mahkota)[sunting | sunting sumber]

Gigi palsu jaket (mahkota) adalah gigi palsu yang dibuat dan digunakan untuk menyelimuti gigi asli yang sudah rusak. Syarat memakai gigi palsu jaket (mahkota) adalah syaraf dan akar gigi masih berfungsi dengan baik. Bentuk gigi palsu jaket menyerupai selongsong yang kemudian disarungkan pada gigi asli.

Biasanya pengguna gigi tiruan ini adalah orang yang mempunyai gigi berlubang atau gigi yang patah. Namun gigi asli tersebut tidak memungkinkan untuk ditambal seperti biasa. Tetapi akar dan syaraf giginya masih baik, jadi sayang jika harus dicabut. Maka solusi yang tepat adalah dengan membungkus gigi asli yang rusak tadi dengan gigi tiruan jaket (mahkota).

3. Gigi Palsu Permanen[sunting | sunting sumber]

Sebenarnya ini adalah salah satu teknologi terbaru dalam pemasangan gigi palsu. Karena bersifat permanen, maka pemasangannya adalah dengan cara menanam ke dalam gusi atau dikenal dengan sistem implan. Karena ditanam ke dalam gusi, maka perlu pembedahan kecil di gusi untuk menanam tadi.

Khusus sistem implan ini perlu beberapa syarat khusus yang harus dipenuhi oleh orang yang akan menggunakan metode implan ini. Beberapa syarat tersebut adalah kondisi gusi, rahang dan tulang yang sesuai. Sehingga dokter perlu memeriksa secara intensif kondisi tersebut.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Majalah Intisari - Maret 2006
  1. ^ "Gigi Palsu". Dokter Gigi (dalam bahasa Inggris). 2018-07-14. Diakses tanggal 2018-09-29.