Gelombang pembawa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Gelombang pembawa (bahasa Inggris: carrier wave) adalah berbentuk gelombang sinusoid yang dimodulasi untuk mengirim informasi jarak jauh yang disalurkan ke udara. Gelombang pembawa ini (gelombang radio) merupakan frekuensi yang jauh lebih tinggi daripada sinyal modulator yang merupakan informasi modulasi yang dikirim.

Pada siaran radio, gelombang pembawa dipancarkan oleh pesawat pemancar (pengirim) saat mengirimkan isyarat (signal) melalui ruang bebas (udara) atau bahan tertentu (misalnya air untuk komunikasi kapal selam) sehingga isyarat tersebut dapat dimengerti pada sebuah pesawat penerima.

Untuk pengiriman isyarat radio tuturan (voice), terdapat dua jenis modulasi yang umum digunakan yaitu modulasi frekuensi (FM) dan modulasi amplitudo (AM). Tuturan pada FM maupun AM dikirimkan dengan bantuan gelombang pembawa. Pengiriman isyarat gambar (image) menggunakan modulasi Vestigial-sideband modulation (VSB) yang merupakan varian dari Single-sideband modulation (SSB). Modulasi SSB banyak digunakan dalam komunkasi handy talky.

Setelah gelombang pembawa termodulasi dipancarkan, maka terjadi pembangkitan frekuensi harmonik (harmonic frequency) frekuensi yang melebar. Pengertian melebar pada sumbu frekuensi berarti banyak sumbu. Pada modulasi VSB dan SSB, sebagian besar frekuensi gelombang pembawa plus frekuensi harmoniknya ditekan atau ditapis (filtered) untuk menghemat lebar-pita (bandwidth). Semua frekuensi harmonis harus dihilangkan karena jika tidak dihilangkan dapat nyasar keperalatan elektronik lainnya, jika frekuensi harmonis nyasar dan mengganggu paralatan lain disebut frekuensinya bocor.

Frekuensi sebuah stasiun radio, misalnya radio BERJAYA dengan frekuensi 90,8 MHz, sebenarnya merupakan frekuensi dari gelombang pembawa yang digunakan. Jalur gelombang pembawa radio tidak boleh sembarangan dipakai, melainkan harus ada izin resmi dari instansi telekomunikasi, misalnya Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi di Indonesia.

Beberapa metode komunikasi radio terbaru tidak lagi menggunakan gelombang pembawa secara kentara, misalnya pada metode spektrum-tersebar (spread spectrum) dan pita ultra-lebar (ultra wide band) dan COFDM. Yang terakhir ini digunakan untuk pengiriman siaran televisi HDTV.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Carrier Wave dari Texas Universitas