Garudafood

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.
Publik
Simbol sahamIDX: GOOD
IndustriPengolahan makanan
Pendahulu
  • PT Tudung (1958–1979)
  • PT Tudung Putra Jaya (1979–1990)
Didirikan1958; 63 tahun lalu (1958) (sebagai PT Tudung)
31 Agustus 1990; 31 tahun lalu (1990-08-31) (sebagai PT Garudafood Putra Putri Jaya)
PendiriDarmo Putro
Kantor
pusat
Wisma Garudafood, Jl. Bintaro Raya No.10A, Jakarta 12240, Indonesia
Produk
PendapatanKenaikan Rp 8.048 Triliun (FY 2018)
Kenaikan Rp 647.6 Miliar (FY 2018)
Kenaikan Rp 425.5 Miliar (FY 2018)
Total asetKenaikan Rp 4.212 Triliun (FY 2018)
Total ekuitasKenaikan Rp 2.489 Triliun (FY 2018)
IndukKelompok Usaha Tudung
Situs webGarudafood.com

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) didirikan pada tahun 1994, namun demikian kegiatan usaha sebagai perusahaan makanan dan minuman telah dimulai sejak tahun 1979 oleh keluarga pendiri melalui PT Tudung Putra Jaya (“TPJ”), sebuah perusahaan di Pati, Jawa Tengah yang memasarkan produk kacang tanah dengan menggunakan merek Kacang Garing Garuda, yang kemudian dikenal sebagai Kacang Garuda, pada tahun 1994. TPJ awalnya didirikan oleh Darmo Putro dengan nama PT Tudung yang memulai usahanya sebagai produsen tepung tapioka.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kegiatan usaha Garudafood di industri makanan dan minuman terus berkembang hingga menjadi salah satu perusahaan makanan dan minuman terkemuka di Indonesia yang didukung oleh jaringan distribusi nasional milik PT Sinarniaga Sejahtera (“SNS”), Entitas Anak Garudafood. Pada tahun 1997, Garudafood melakukan ekspansi bisnis melalui pendirian pabrik biskuit yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur.

Sebagian besar produk Garudafood saat ini diproduksi oleh fasilitas produksi milik sendiri. Garudafood saat ini mengoperasikan 2 (dua) fasilitas produksi di Pati, Jawa Tengah, 1 (satu) fasilitas produksi di Gresik, Jawa Timur dan 1 (satu) fasilitas produksi di Kawasan Industri Rancaekek, Sumedang, Jawa Barat.

Selain itu, seluruh lini produksi Garudafood mendapatkan dan mempertahankan sertifikat halal dan ISO22000: Food Safety Management System. Hal ini menunjukkan fokus perusahaan pada pengelolaan mutu. Garudafood juga dari waktu ke waktu menggunakan fasilitas produksi pihak ketiga dengan pertimbangan fleksibilitas, efisiensi dan pengelolaan risiko.

Kesuksesan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan Garudafood dalam memperkenalkan produk-produk unggulan baru seiring dengan perubahan selera masyarakat di Indonesia. Budaya inovasi yang ditanamkan pada setiap karyawan merupakan kunci dari kesuksesan tersebut. Garudafood saat ini memproduksi dan menjual produk makanan dan minuman di bawah 5 (lima) merek, yaitu Garuda, Gery, Chocolatos, Leo dan Clevo. Produk-produk tersebut meliputi biskuit, kacang, pilus, keripik, confectionery, minuman susu, minuman cokelat dan serbuk cokelat

Pada tanggal 31 Agustus 2015, bertepatan di hari ulang tahun ke-25, Garudafood melakukan perubahan logo untuk mempertegas posisinya sebagai perusahaan yang unggul di bidang inovasi, dimana hal ini diyakini sebagai salah satu ciri yang membedakan Garudafood dengan perusahaan makanan dan minuman lainnya.

Atas kinerjanya yang baik, Garudafood berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Indonesia Most Admired Company (IMAC) oleh Frontier pada urutan ketiga pada tahun 2005-2011 dan berada pada urutan kedua untuk kategori Snack pada tahun 2017. Merek-merek unggulan Garudafood juga secara rutin mendapatkan penghargaan berskala nasional.

Produk[sunting | sunting sumber]

Merek-merek Garudafood mencakup kategori makanan dan minuman yang dapat dikelompokkan ke dalam segmen-segmen sebagai berikut:

·  Makanan, meliputi biskuit, kacang, pilus, keripik dan confectionery.

·  Minuman, meliputi minuman susu, minuman cokelat dan minuman serbuk cokelat.


Merek Garuda merupakan merek pertama Garudafood untuk produk kacang kulit dan kacang bersalut, serta pilus. Kacang kulit Garuda, terbuat dari kacang tanah pilihan yang garing dan renyah serta isi yang padat dengan kandungan asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acids). Inovasi terbaru di segmen ini meliputi kacang kulit rasa bawang dan kacang biga atau kacang dengan tiga butir isi. Kacang bersalut, dengan varian produk kacang bersalut Garuda saat ini meliputi kacang atom, kacang telur dan kacang panggang. Pilus, dengan berbagai varian rasa sapi panggang, keju, abon, pedas dan rumput laut. Pilus adalah makanan tradisional asli Indonesia. Inovasi terbaru dari produk pilus adalah pilus dengan sensasi rasa mie goreng.


Merek Gery merupakan merek Garudafood yang diluncurkan pada tahun 1997 untuk produk biskuit bersalut. Setelah itu, merek Gery meluncurkan produk confectionery seperti pasta cokelat dan meises cokelat serta jenis biskuit yang lain seperti malkist crackers, wafer cream dan makanan ringan sereal (snack cereal). Varian produk merek Gery saat ini meliputi Gery Saluut Malkist, Gery Saluut Wafer, Gery Snack Sereal, Gery Pasta dan Gery Meises.


Merek Leo pertama kali diluncurkan oleh Garudafood pada tahun 2005 untuk produk keripik kentang dan sejak saat itu telah ditambahkan dengan produk jagung brondong (popcorn). Varian produk merek Leo saat ini meliputi keripik kentang rasa ayam original, keripik kentang rasa sapi panggang, keripik kentang rasa rumput laut, dan popcorn instan rasa mentega.


Merek Chocolatos, pertama kali diluncurkan pada tahun 2008, merupakan inovasi dari Garudafood untuk menghadirkan wafer stik yang lebih besar dan isi krim cokelat yang lebih padat. Perpaduan antara wafer stik dan krim cokelatnya memberikan cita rasa serta kepuasan tersendiri dalam menikmati wafer stik yang berbeda dari produk yang tersedia di pasar. Chocolatos juga telah mengembangkan produknya ke kategori minuman serbuk rasa cokelat dan cokelat putih green tea latte sebagai inovasi baru di minuman serbuk cokelat. Kenikmatan cokelat dari Italia menjadi keunggulan dari produk Chocolatos ini. Varian produk merek Chocolatos saat ini meliputi Chocolatos Wafer Stick dan Chocolatos Drink RTS (ready to serve) & Chocolatos Drink RTD (ready to drink).


Merek Clevo pertama kali diluncurkan pada tahun 2009 untuk minuman susu UHT berukuran 125ml untuk anak-anak. Susu merek Clevo memiliki kandungan tinggi kolin dan kalsium yang baik untuk kecerdasan otak dan pertumbuhan anak. Varian rasa susu Clevo saat ini meliputi rasa cokelat dan stroberi.


Merek Coklat Van Houten produk ini merupakan produk coklat dari Barry Callebaut. Di Indonesia dan Asia Tenggara, merek ini sering berganti lisensi dari kepemilikan sendiri, Hershey, Ceres, hingga Garuda Food. Sekarang, produk tersebut masih dalam masa transisi lisensi dari Delfi ke Garuda Food imbas konflik yang belum selesai antara Delfi dengan pihak Barry Callebaut yang ingin mengambil lisensi Van Houten di Asia Tenggara lagi sekitar pertengahan 2010an sehingga Garuda Food ambil lisensi Van Houten Indonesia.


Merek Skippy produk ini merupakan produk selai kacang yang awalnya diproduksi Unilever. Namun, sekitar 2013 lisensi skippy dunia dibeli oleh Hormel yang notabene merupakan perusahaan kornet babi dunia sehingga di Indonesia produk tersebut merupakan produk yang diimpor oleh Diamond yang merupakan perusahaan susu di Indonesia dan mengimpor produk Hershey, Kiri, San Remo, Elle & Vire, Ferrero, dan Ricola Glico (sejak pertengahan 2010an sebelum punya kantor sendiri yang dibantu Wings). Sejak 2019, Diamond berhenti mengimpor produk Skippy setelah Garuda Food dan Hormel membuat perjanjian lisensi atas produk Skippy.


Merek Mytea produk minuman teh ini merupakan produk kolaborasi Garuda Food dengan Suntory Jepang.


Merek Goodmood produk air ini merupakan produk kolaborasi Garuda Food dengan Suntory Jepang.

Perseroan juga memiliki produk-produk musiman yang hanya dijual pada saat menjelang hari raya Lebaran. Produk-produk ini diproduksi dengan menggunakan merek Gery, Chocolatos, dan Hollanda.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]