Gajah sri lanka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Gajah sri lanka
Pinnawala 02.jpg
Gajah sri lanka
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Proboscidea
Famili: Elephantidae
Genus: Elephas
Spesies: E. maximus
Subspesies: E. m. maximus
Nama trinomial
Elephas maximus maximus
Linnaeus, 1758
Elephant range.jpg
Persebaran gajah sri lanka

Gajah sri lanka (Elephas maximus maximus) adalah salah satu dari tiga subspesies gajah asia. Subspesies ini hidup di pulau Sri Lanka. Semenjak tahun 1986, Elephas maximus telah diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah oleh IUCN karena populasinya mengalami penurunan sebesar 50% dalam tiga generasi (diperkirakan 60-75 tahun). Gajah ini terutama terancam oleh kehancuan dan fragmentasi habitat.[1]

Elephas maximus maximus adalah subspesies tipe gajah asia yang pertama kali dideskripsikan oleh Carl Linnaeus dengan nama binominal Elephas maximus pada tahun 1758.[2]

Populasi gajah sri lanka saat ini terbatas di wilayah kering di utara, timur, dan tenggara Sri Lanka. Gajah ini dapat ditemui di Taman Nasional Udawalawe, Taman Nasional Yala, Taman Nasional Lunugamvehera, Taman Nasional Wilpattu dan Taman Nasional Minneriya, tetapi mereka juga tinggal di luar wilayah yang dilindungi. Diperkirakan populasi gajah sri lanka merupakan populasi gajah terpadat di Asia. Konflik antara manusia dengan gajah semakin memanas akibat konversi habitat gajah menjadi permukiman dan lahan pertanian.[3]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Choudhury, A., Lahiri Choudhury, D.K., Desai, A., Duckworth, J.W., Easa, P.S., Johnsingh, A.J.T., Fernando, P., Hedges, S., Gunawardena, M., Kurt, F., Karanth, U., Lister, A., Menon, V., Riddle, H., Rübel, A., Wikramanayake, E. (2008). "Elephas maximus". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2010.4. International Union for Conservation of Nature. 
  2. ^ Linnaei, C. (1760) Elephas maximus In: Caroli Linnæi Systema naturæ per regna tria naturæ, secundum classes, ordines, genera, species, cum characteribus, differentiis, synonymis, locis. Tomus I. Halae Magdeburgicae. Page 33
  3. ^ Fernando, P., Jayewardene, J. Prasad, T., Hendavitharana, W. Pastorini, J. (2011). Current Status of Asian Elephants in Sri Lanka. Gajah 35: 93–103.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]