Fajar yang Kelabu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Fajar yang Kelabu
Sutradara Sandy Suwardi Hassan
Produser Raam Punjabi
Penulis Sandy Suwardi Hassan
Pemeran Roy Marten
Eva Arnaz
Farouk Afero
Kaharuddin Syah
Junaedi Salat
Nani Widjaja
Astri Ivo
Debby Cynthia Dewi
Kusno Sudjarwadi
Darussalam
Ramli Ivar
Farida Pasha
Malino Djunaedy
Distributor Parkit Film
Durasi
.. menit
Negara Indonesia

Fajar Yang Kelabu adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1981 dengan disutradarai oleh Sandy Suwardi Hassan. Film ini dibintangi antara lain oleh Roy Marten dan Eva Arnaz.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Bobby (Roy Marten) anak lelaki tunggal yang dimanja ibunya meskipun ayahnya tidak setuju. Pertengkaran suami istri sering terjadi karena ulah Bobby yang seenaknya. Saat Bobby beradu balap menggunakan mobil barunya, ia menabrak mati seseorang dan satu korban lainnya buta. Korban buta ini adalah sahabat Rachmat (Kaharuddin Syah), sopir keluarga yang ingin menjodohkan adiknya dengan Andi (Junaedy Salat).

Rachmat bahkan menyediakan diri masuk penjara sebagai pengganti. Bobby yang tidak suka karena kemarahan ayahnya, meninggalkan rumah dan bertekad hidup dengan keringatnya sendiri. Victor (Farouk Afero) adalah teman kuliah Bobby yang akrab yang culas. Ia memalsu tanda tangan ayah Bobby untuk dapat bekerja di sebuah perkebunan milik orangtua Santi (Eva Arnaz) yang hendak dijodohkan dengan Bobby. Saat menolong Andi yang nyaris tertabrak Santi, Bobby haru melihat kemiskinan Andi dan istri korban yang ditabraknya dan ingin menebus dosa.

Pagi ia bekerja sebagai sopir di tempat Santi, dan malamnya bekerja di bengkel, sedangkan hasilnya untuk menolong orang yang dia sengsarakan. Ia juga membalap untuk mendapat hadiah agar bisa menyembuhkan kebutaan Andi. Rahasia Bobby diketahui Santi saat terjadi pertengkaran antara Bobby dan Victor, dan Bobby pun berterus terang. Setelah matanya sembuh, Andi melampiaskan kemarahan pada Bobby, dan tidak tahu siapa yang menolongnya. Bobby berniat melapor pada polisi karena sudah menebus dosanya, sedangkan Santi siap menanti sampai kapanpun.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]