Erotomania

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Erotomania atau dikenal dengan sebutan sindroma de Clerambault adalah suatu bentuk gangguan kepribadian saat para penderitanya memiliki keyakinan bahwa orang lain memendam perasaan cinta kepada si penderita atau mungkin memiliki suatu bentuk hubungan intim.[1] Gangguan kepribadian ini rata-rata penderitanya adalah kaum pria.[1]

Erotomania berasal dari bahasa Yunani, eros, yang artinya cinta, serta mania yang artinya berlebihan.[2] Dalam tahap yang parah, erotomaniak tak perlu kontak langsung dengan seseorang untuk menyangka orang itu jatuh cinta padanya.[2] Ia bisa saja mengagumi seorang aktris di televisi, dan menganggap semua yang dikatakan sang aktris di televisi ditujukan pada dirinya.[2] Ia pun merasa diperhatikan, dan menganggap sang aktris jatuh cinta padanya.[2]

Penderita erotomania, terutama sampai pada tahap gangguan kejiwaan akut, tidak bisa disembuhkan hingga normal sepenuhnya.[2] Namun bila penyakit ini belum sampai pada tahap ekstrem, penderita masih bisa disembuhkan dengan menggunakan behaviour cognitive therapy.[2] Terapi ini dipakai untuk meruntuhkan ide-ide bahwa dia dicintai oleh orang-orang tertentu.[2] Kemudian fantasinya dikembalikan pada realita.[2] Bila terlalu parah, bisa juga dibantu dengan bantuan obat-obatan medis, seperti antidepresan supaya lebih tenang.[2]

Kutipan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Anderson CA, Camp J, Filley CM (1998). "Erotomania after aneurysmal subarachnoid hemorrhage: case report and literature review". J Neuropsychiatry Clin Neurosci. 10 (3): 330–70.
  • Berrios GE, Kennedy N (December 2002). "Erotomania: a conceptual history". History of Psychiatry. 13 (52 Pt 4): 381–400. doi:10.1177/0957154X0201305202. PubMed.
  • Helen K. Gediman (14 December 2016). Stalker, Hacker, Voyeur, Spy: A Psychoanalytic Study of Erotomania, Voyeurism, Surveillance, and Invasions of Privacy. Karnac Books. pp. 21–34. ISBN 978-1-78181-706-3.
  • Jordan, H.W., Lockert, E.W., Johnson-Warren, M., Cabell, C., Cooke, T., Greer, W., & Howe, G. (2006). Erotomania revisisted: Thirty-four years later. Journal of the National Medical Association, 98(5), 787-93.
  • Kelly, B.D. (2005). Erotomania: Epidemiology and management. CNS Drugs, 19(8), 657-669.
  • McDonnell, Margaux, and Mike McPadden. “9 Stalkers That Make Us Glad We're Not Famous.” CrimeFeed, 12 Nov. 2013, crimefeed.com/2013/10/9-stalkers-that-make-us-glad-were-not-famous/.
  • Oliveira, C., Alves, S., Ferreira, C., Agostinho, C., & Avelino, M.J. (2016). Erotomania-A review of De Clerambault's Syndrome. The Journal of the European Psychiatric Association, 33, S664.
  • Seeman, M.V. (2016). Erotomania and recommendations for treatment. Psychiatric Quarterly, 87, 355-364.
  • Segal, J.H. (1989). Erotomania revisited: From Kraepelin to DSM-III-R. The American Journal of Psychiatry, 146(10), 1261-6.