Ekonomi Liechtenstein

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Ekonomi Liechtenstein
Vaduz Zentrum.jpg
Mata uang Franc Swiss (CHF)
Statistik
PDB $3,2 miliar (KKB, 2009)
Pertumbuhan PDB −0,5% (riil, 2009)
PDB per kapita $141.100 (KKB, 2008)
PDB per sektor Pertanian: 7,1%; industri: 42,8%; jasa: 50,1% (2008)
Inflasi (IHK) 0,2% (CPI, 2011)
Penduduk
di bawah garis kemiskinan
N/A
Koefisien gini N/A
Angkatan kerja 35.260, 51% di antaranya penglaju dari Austria, Swiss, atau Jerman (2012)
Angkatan kerja
berdasarkan sektor
Pertanian: 0,8%; industri: 39,4%; jasa: 59,95% (2010)
Pengangguran 2,5% (2011)
Industri utama Elektronik, manufaktur logam, produk gigi, keramik, obat-obatan, pangan, peralatan presisi, pariwisata, peralatan optik
Eksternal
Ekspor $3,76 miliar (2011)
Komoditas ekspor Mesin, konektor untuk audio dan video, suku cadang kendaraan bermotor, produk gigi, perangkat keras, makanan olahan, peralatan elektronik, produk optik
Tujuan ekspor utama n/a
Impor $2,218 miliar (2011)
Komoditas impor Produk pertanian, bahan mentah, produk energis, mesin, barang logam, tekstil, makanan, kendaraan bermotor
Utang kotor luar negeri 0% (2001)
Pembiayaan publik
Utang publik N/A
Pendapatan $1,29 miliar (2011)
Beban $1,372 miliar (2011)
Peringkat utang Standard & Poor's:[1]
AAA (Domestik)
AAA (Asing)
AAA (T&C Assessment)
Perkiraan: Stabil[2]
Sumber data utama: CIA World Fact Book

Perekonomian Liechtenstein hampir seluruhnya berlandaskan pada jasa (terutama jasa keuangan) dan industri, dengan sebagian kecil berasal dari sektor pertanian. Liechtenstein berpartisipasi dalam sebuah serikat pabean dengan Swiss dan menggunakan franc Swiss sebagai mata uang nasional. Liechtenstein mengimpor lebih dari 85% dari kebutuhan energi. Liechtenstein merupakan anggota Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) sejak tahun 1991 (sebelumnya negara ini diwakilkan oleh Swiss). Liechtenstein juga merupakan anggota Wilayah Ekonomi Eropa (EEA) sejak Mei 1995 dan berpartisipasi dalam Perjanjian Schengen. Pemerintah bekerja untuk menyelaraskan kebijakan ekonomi dengan negara anggota Uni Eropa.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejak penandatanganan Perjanjian Pabean pada tahun 1919, Liechtenstein dan Swiss telah menjadi satu daerah ekonomi bersama. Oleh karena itu, perbatasan antara kedua negara ini dibuka. Negara ini juga menggunakan franc Swiss sebagai mata uang nasional. Petugas bea cukai Swiss bertugas mengamankan perbatasan dengan Austria. Saat ini terdapar 21 penjaga perbatasan Swiss yang ditempatkan di Liechtenstein dan 20 penjaga perbatasan Austria yang mengamankan perbatasan (pada 2011).

Liechtenstein adalah anggota EFTA, dan bergabung dengan Wilayah Ekonomi Eropa (EEA) pada tahun 1995 dalam rangka untuk mendapatkan keuntungan dari pasar bersama Uni Eropa. Sistem ekonomi yang kapitalistik dan sistem pajak membuat Liechtenstein menjadi tempat yang aman dan terpercaya untuk tujuan bisnis dan pribadi, terutama karena infrastruktur yang sangat modern dan memiliki koneksi ke seluruh dunia.

Keharyapatihan Liechtenstein telah melalui pembangunan ekonomi dan budaya dalam 40 tahun terakhir. Dalam waktu singkat ini, Liechtenstein berkembang dari negara agraris menjadi salah satu negara maju di dunia.

Perdagangan luar negeri[sunting | sunting sumber]

Kantor Hilti Corporation di Hong Kong di bulan Maret 2010, salah satu contoh ekspor Liechtenstein

Selain industri yang efisien, terdapat pula sektor jasa yang kuat. Empat dari 10 pekerja memiliki pekerjaan di sektor jasa, sebagian besar di antara mereka adalah pekerja asing. Mereka adalah penglaju yang melintasi perbatasan negara tetangga seperti Swiss, Austria, dan Jerman. Ekspor industri bertambah dua kali lipat dalam 20 tahun dari $1,21 miliar (SFr. 2,2 miliar) pada tahun 1988 menjadi $2,9 miliar (SFr. 4,6 miliar) pada tahun 2008. Sebesar 15,7% dari komoditas yang diproduksi di Liechtenstein diekspor ke Swiss, 62,6% ke Uni Eropa, dan 21,1% ke seluruh dunia. Liechtenstein mengimpor lebih dari 85% kebutuhan energi dari Swiss, sementara hanya mampu menghasilkan 15% dari kebutuhan energi.

Selama 2 tahun terakhir, Amerika Serikat telah menjadi yang pasar ekspor paling penting bagi Liechtenstein dengan nilai ekspor sebesar $561 juta (SFr. 876 juta); Jerman menjadi rekan ekspor Liechtenstein terbesar kedua nilai ekspor mencapai dengan $479 juta (SFr. 748 juta), dan negara ketiga adalah Swiss dengan nilai sebesar $375 juta (SFr. 587 juta).

Sekitar 32% pendapatan negara diinvestasikan dalam sektor penelitian dan pengembangan, salah satu pendorong keberhasilan perekonomian Liechtenstein. Total pengeluaran untuk penelitian dan pengembangan pada tahun 2000 naik sebesar 20,7% dengan sekitar $140 juta (213 juta franc).

Perbankan dan keuangan[sunting | sunting sumber]

Keharyapatihan Liechtenstein juga dikenal sebagai pusat keuangan, terutama karena memiliki spesialisasi dalam jasa keuangan untuk entitas asing. Tarif pajak negara yang rendah, peraturan tata kelola yang longgar, dan tradisi kerahasiaan bank yang ketat memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan menyediakan jasa keuangan di Liechtenstein, sehingga dapat menarik dana dari luar negeri. Faktor yang sama juga membuat Liechtenstein rentan terhadap tindakan pencucian uang, meskipun di akhir tahun 2009 telah disahkan undang-undang yang memperkuat regulasi pengawasan transfer uang.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Sovereigns rating list". Standard & Poor's. Diakses tanggal 26 May 2011. 
  2. ^ Rogers, Simon; Sedghi, Ami (15 April 2011). "How Fitch, Moody's and S&P rate each country's credit rating". The Guardian. Diakses tanggal 31 May 2011.