Donor darah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Proses donor darah.

Penyumbang darah atau Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela atau pengganti untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian digunakan untuk transfusi darah.

Untuk menekankan pentingnya persediaan darah hasil sumbangan, Palang Merah Australia menyampaikan bahwa "80% orang Australia akan membutuhkan transfusi darah suatu saat pada hidup mereka, namun hanya 3% yang menyumbang darah setiap tahun". Menurut palang merah di Amerika Serikat, 97% orang kenal orang lain yang pernah membutuhkan transfusi darah. Dan menurut survei di Kanada, 52% orang Kanada pernah mendapatkan transfusi darah atau kenal orang yang pernah.

Penyumbangan darah biasa dilakukan rutin di Unit Donor Darah (UDD) PMI Pusat maupun Unit Donor Darah di daerah. Dan setiap beberapa waktu, ada pula penggalangan penyumbangan darah yang diadakan di tempat-tempat keramaian, seperti di pusat perbelanjaan, kantor perusahaan besar, tempat ibadah, serta sekolah dan universitas secara sukarela. Pada acara ini, para calon penyumbang dapat menyempatkan datang dan menyumbang tanpa harus mengkhususkan diri mendatangi pusat penyumbangan darah dengan memanfaatkan sistem informasi atau secara online. Selain itu, bank darah dapat memiliki mobil penyumbangan darah (mobile unit) yang digunakan untuk tempat menyumbang.

Syarat Menjadi Penyumbang darah[sunting | sunting sumber]

Untuk dapat menyumbangkan darah, seseorang mengisi formulir pendaftaran dan secara umum harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:[1]

  • Sehat Jasmani dan Rohani
  • Calon penyumbang harus berusia 17-65 tahun,
  • Berat badan minimal 45 kg
  • Kadar hemoglobin >12,5 gr% sampai dengan 17,0g%
  • Tekanan darah (sistol) 100-170 mmHg ]]) dan (diastol) 70-100 mmHg
  • Suhu tubuh antara 36,6-37,5 derajat Celcius
  • Tidak mengalami gangguan pembekuan darah (hemofilia)
  • Denyut nadi antara 50-100 kali/menit
  • Rentang waktu penyumbang minimal 12 minggu atau 3 bulan sejak donor darah sebelumnya (maksimal 5 kali dalam 2 tahun)

Larangan Menjadi Penyumbang Darah[sunting | sunting sumber]

  1. Mempunyai penyakit jantung dan paru paru
  2. Menderita kanker
  3. Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  4. Menderita kencing manis (diabetes militus)
  5. Memiliki kecenderungan perdarahan abnormal atau kelainan darah lainnya.
  6. Menderita epilepsi dan sering kejang
  7. Menderita atau pernah menderita Hepatitis B atau C.
  8. Mengidap Raja Singa (Sifilis)
  9. Ketergantungan Narkoba.
  10. Kecanduan Minuman Beralkohol
  11. Mengidap atau beresiko tinggi terhadap HIV/AIDS
  12. Dokter menyarankan untuk tidak menyumbangkan darah karena alasan kesehatan

Keadaan yang Menunda Menjadi Penyumbang Darah[sunting | sunting sumber]

  1. Sedang sakit demam, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 minggu setelah sembuh.
  2. Setelah cabut gigi, jangka waktu menyumbangkan adalah 5 hari setelah sembuh.
  3. Setelah operasi kecil, jangka waktu menyumbangkan adalah 6 bulan.
  4. Setelah operasi besar, jangka waktu menyumbangkan adalah 12 bulan.
  5. Setelah melakukan tranfusi, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 tahun.
  6. Setelah tatto, tindik, tusuk jarum, dan transplantasi, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 tahun.
  7. Bila kontak erat dengan penderita hepatitis, jangka waktu menyumbangkan adalah 12 bulan.
  8. Sedang hamil, jangka waktu menyumbangkan adalah 6 bulan setelah melahirkan.
  9. Sedang menyusui, jangka waktu menyumbangkan adalah 3 bulan setelah berhenti menyusui.
  10. Setelah sakit malaria, jangka waktu menyumbangkan adalah 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria.
  11. Setelah berkunjung pulang dari daerah endemis malaria, jangka waktu menyumbangkan adalah 12 bulan.
  12. Bila tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun berturut-turut, jangka waktu menyumbangkan adalah 3 tahun setelah keluar dari daerah tersebut.
  13. Bila sakit tipus, jangka waktu menyumbangkan adalah 6 bulan setelah sembuh.
  14. Setelah vaksin, jangka waktu menyumbangkan adalah 8 minggu.
  15. Ada gejala alergi, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 minggu setelah sembuh.
  16. Ada infeksi kulit pada daerah yang akan di tusuk, jangka waktu menyumbangkan adalah 1 minggu setelah sembuh.

Panduan Untuk Menyumbangkan Darah[sunting | sunting sumber]

  1. Tidur minimal 4 jam sebelum menyumbang.
  2. Makanlah 3 - 4 jam sebelum menyumbangkan darah. jangan menyumbangkan darah dengan perut kosong.
  3. Minum lebih banyak dari biasanya pada hari menyumbangkankan darah (paling sedikit 3 gelas)
  4. Setelah menyumbang beristirahat paling sedikit 10 menit sambil menikmati makanan penyumbang, sebelum kembali beraktivitas.
  5. Kembali bekerja setelah menyumbangkan darah, karena tidak berbahaya untuk kesehatan.
  6. Untuk menghindari bengkak di lokasi bekas jarum, hindari mengangkat benda berat selama 12 jam.
  7. Banyak minum sampai 72 jam ke depan untuk mengembalikan stamina dan pulih

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ [1], Palang Merah Indonesia, diakses tanggal 20 September 2015.