Dogma sentral biologi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Dogma sentral biologi menjelaskan mengenai proses perubahan gen dari DNA menjadi RNA, dan RNA menjadi protein.[1][2][3] Dogma ini menjelaskan bagaimana proses pembacaan materi genetik menjadi protein yang berperan di setiap tahap metabolisme di dalam tubuh suatu organisme.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Frasa ini pertama kali dicetuskan oleh Francis Crick pada tahun 1958.[1][2]

Mekanisme[sunting | sunting sumber]

Dogma sentral biologi terbagi atas 3 tahapan besar, yaitu replikasi, transkripsi, dan translasi.[1] Ketiga tahap ini memungkinkan penyalinan materi genetik menjadi protein.[1][3][2]

Replikasi[sunting | sunting sumber]

Mekanisme terjadinya replikasi (a: strands, b: leading strand, c: lagging strand, d: helikase, e: primer, f: Fragmen Okazaki).

Replikasi merupakan proses duplikasi DNA menjadi DNA dengan bantuan DNA polimerase.[3][1] DNA memiliki struktur antiparalel. Beberapa jenis protein dan enzim yang terlibat dalam replikasi DNA adalah helikase, single strand DNA-binding protein, primase, DNA polimerase, girase, dan ligase. [1][2] Pada tahap awal, kompleks helikase-primase akan membuka rantai ganda DNA menjadi 2 rantai tunggal leading strand dan lagging strand. [4] [5] Namun, DNA merupakan struktur yang stabil sehingga memiliki kecenderungan untuk kembali ke struktur rantai ganda. [4] [5] single strand DNA-binding protein berperan untuk mencegah kedua rantai tunggal yang telah terpisah kembali menyatu. [4] [5] Selanjutnya, DNA polimerase tidak dapat mulai bekerja bila tidak ada daerah RNA yang dikenalinya. [4] Daerah primer RNA ini akan dibuat oleh primase.[4] [5] Ketika primase telah memasang daerah primer yang dikenali DNA polimerase, maka DNA polimerase akan memulai sintesis DNA baru dengan arah 5'->3'. Karena DNA memiliki struktur antiparalel, maka pada rantai utama, pola sintesis rantai ganda akan berjalan dari arah 3'->5' (terjadi pada leading strand).[4] [5] Tidak seperti leading strand yang proses replikasi langsung dilakukan, pada lagging strand yang memiliki konformasi 5'->3', DNA polimerase tidak dapat langsung bekerja karena akan menghasilkan struktur DNA yang paralel.[4] [5] Oleh karena itu, diperlukan fragmen Okazaki. Fragmen ini akan diletakkan oleh primase pada jarak beberapa basa di depan sehingga replikasi dapat dilakukan dengan arah 5'->3'.[4] [5] Hal ini akan terus berulang, sehingga replikasi DNA berjalan secara setahap demi setahap.[4] [5] Enzim ligase berperan untuk menyambungkan fragmen Okazaki dengan hasil replikasi DNA.[4] [5] Fungsi utama dari replikasi adalah untuk menggantikan sel yang tua dengan sel yang baru dan segar. Selain itu, replikasi juga berperan dalam penurunan sifat dari orang tua ke anaknya.[6]

Transkripsi[sunting | sunting sumber]

Mekanisme terjadinya transkripsi

Transkripsi merupakan proses perubahan DNA menjadi RNA dengan bantuan RNA polimerase.[1][7] Transkripsi terjadi di nukleus dan hasil RNA akan dibawa menuju sitoplasma untuk tahap translasi.[7] Perbedaan DNA dan RNA adalah keberadaan gugus basa Timin (T) pada DNA yang digantikan oleh gugus basa Urasil (U).[7] Tiga tahapan utama transkripsi adalah:

  1. Penempelan RNA polimerase pada DNA (Inisiasi)
    RNA polimerase akan menempel pada bagian DNA yang diikat oleh promotor. strand yang akan menjadi cetakan adalah rantai anti-sense sedangkan rantai sense tidak akan mengalamin proses transkripsi.[7] Dari lokasi inilah transkripsi akan berlangsung dan cetakan RNA dibuat.[7]
  2. Elongasi
    Proses elongasi membutuhkan beberapa jenis faktor transkripsi. Pada proses ini akan terjadi pemanjangan hasil transkripsi DNA.[7]
  3. Terminasi[7]
    Transkripsi akan berakhir bila RNA polimerase bertemu dengan terminator yang menyebabkan lepasnya RNA polimerase dari rantai anti-sense DNA.[7]

Translasi[sunting | sunting sumber]

Translasi merupakan proses sintesis RNA menjadi protein dengan bantuan ribosom.[1][3][2] Pada eukariot, proses ini terjadi di retikulum endoplasma sedangkan pada prokariot proses ini terjadi di sitoplasma.[1][3][2] Tidak semua RNA dapat disintesis menjadi protein, salah satu jenis RNA yang tidak dapat ditranslasi adalah mRNA.[1][3][2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j (Inggris) Fitzgerald-Hayes M, Reichman F. 2010. DNA and Biotechnology. London:Elsevier.
  2. ^ a b c d e f g h (Inggris) Bettelheim F, Brown W, Campbell M, Farrell S. 2010. Introduction to General, Organic and Biochemistry. Belmont:Cengage Learning.
  3. ^ a b c d e f (Inggris) Golan DW, Tashjian AH, Armstrong EJ, Armstrong AW. 2012. Principles of Pharmacology: The Pathophysiologic Basis of Drug Therapy. Philadelphia:Lippincott Williams and Wilkins.
  4. ^ a b c d e f g h i j (Inggris) http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK26850/
  5. ^ a b c d e f g h i (Inggris) Kornberg A, Baker TA. 2005. DNA Replication, Second Edition. University Science Books.
  6. ^ (Inggris) Nasheuer HP. 2009. Genome Stability and Human Diseases, Fifth Edition. New York:Springer.
  7. ^ a b c d e f g h (Inggris) Beljanski M. 2013. The Regulation of DNA Replication and Transcription. New York:DemosMedical.