Lompat ke isi

Dendam dari Gunung Merapi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dendam dari Gunung Merapi
Genre
Pemeran
NaratorAsmadi Sjafar
Lagu tema pembuka"Jangan Ada Angkara" oleh Nicky Astria
Lagu tema penutup"Jangan Ada Angkara" oleh Nicky Astria
Negara asalIndonesia
Bahasa asliBahasa Indonesia
Jml musim1
Jml episode4
Produksi
ProduserBudhi Sutrisno
Pengaturan kameraMulti-kamera
Durasi60 menit
Rumah produksiGenta Buana Paramita
DistributorTrans Media
Rilis asli
JaringanTrans7
Rilis24 Mei (2015-05-24) 
14 Juni 2015 (2015-6-14)

Dendam dari Gunung Merapi adalah serial televisi Indonesia produksi Genta Buana Paramita yang ditayangkan perdana 24 Mei 2015 di Trans7. Serial ini dibintangi oleh Sally Marcelina, Hengky Kurniawan dan Ridwan Ghani.[1][2]

Setelah terkubur selama 500 thn di dalam peti mati, Mak Lampir berhasil bangkit kembali untuk membalaskan dendamnya kepada para anak keturunan Kyai Ageng Prayogo. Salah satu diantaranya adalah Farida. Namun usaha balas dendam Mak Lampir tak berjalan mulus, ada Kyai Jamas, Siluman Harimau Kumbang-Datuk Panglima Kumbang,Kyai Jabat & muridnya Sembara yg selalu melindungi Farida.

Dalam aksinya Mak Lampir dibantu oleh Si Manusia Harimau Mardian, yang bersaing dengan Sembara untuk mendapatkan cinta Farida.Tiba-tiba Rosminah, bude Farida menjodohkan Farida dengan Mardian, anak Juragan Darwis orang terkaya. Padahal Farida telah jatuh hati kepada Sembara.

Akibat membunuh beberapa harimau di hutan larangan, Datuk Panglima Kumbang mengutuk Mardian, tiap bulan purnama dirinya berubah wujud menjadi harimau.Sembara dan beberapa orang sakti, diantaranya Datuk Panglima Kumbang dan Ki Jabat berusaha melindungi Farida dari ancaman Mak Lampir.Heboh terjadi saat malam pengantin Mardian dan Farida. Bertepatan bulan purnama, Mardian tak bisa menahan diri menjelma menjadi Harimau.

Daftar episode

[sunting | sunting sumber]
  1. Manusia Harimau (26 April 2015)
  2. Penghuni Rumah Tua (10 Mei 2015)
  3. Tipu Daya Mak Lampir (21 Juni 2015)
  4. Titisan Nyai Kembang (28 Juni 2015)

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]