Darius Marpaung
Darius Marpaung | |
|---|---|
![]() | |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat | |
| Masa jabatan 1 Februari 1967 – 13 Februari 1968 | |
| Presiden | Sukarno Suharto |
Pengganti X. S. M. Ondang | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 18 September 1927 Siantar Sitiotio, Hindia Belanda |
| Meninggal | 11 Desember 1979 (umur 52) |
| Partai politik | Golkar (1967-1968) |
| Afiliasi politik lainnya | Parkindo (KESPEKRI) |
| Suami/istri | Hafny Siti Ragam Silitonga |
| Hubungan | Monang Sitorus (menantu) |
| Anak | 5, termasuk Karev Bakti Nusa Marpaung |
Darius Onggar Djulu Marpaung (18 September 1927 – 11 Desember 1979) adalah seorang politikus dan aktivis buruh berkebangsaan Indonesia. Ia dikenal sebagai seorang politikus, aktivis yang aktif dalam gerakan buruh dan agama Kristen serta aktif dalam sejumlah organisasi internasional.
Latar belakang
[sunting | sunting sumber]Darius Marpaung lahir pada tanggal 18 September 1927 di Siantar Sitiotio, Siantar Narumonda, Toba, yang pada masa itu masih merupakan bagian dari Hindia Belanda. Pada tanggal 19 Juli 1954 ia menikah dengan Hafny Siti Ragam Silitonga. Ia memiliki lima orang anak, salah satunya Mayor Jenderal TNI (Purn.) Karev Marpaung. Melalui putrinya yang tertua, Darius merupakan ayah mertua dari Monang Sitorus, Bupati Toba Samosir periode tahun 2005-2010.
Karier
[sunting | sunting sumber]Darius aktif dalam gerakan buruh Indonesia sejak masa Orde Lama. Ia tercatat sebagai Ketua Umum Kesatuan Pekerja Kristen Republik Indonesia (KESPEKRI) pada tahun 1959.[1] Ia mengetuai organisasi tersebut setidaknya sampai tahun 1979.
Pada tahun 1966, ia mengetuai Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KABI) yang didukung oleh Angkatan Darat untuk memberangus PKI dan simpatisannya dan menuntut turunnya Presiden Sukarno setelah Peristiwa 30 September. Pada tanggal 14 Juni 1966, Darius memimpin demonstrasi massal di Lapangan Banteng di Jakarta untuk menuntut pemerintah Indonesia untuk menghentikan konfrontasi melawan Malaysia.[2]
Sebagai hasil dari aktivisme anti-Sukarno dan anti-PKInya, Darius dilantik menjadi seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR) pada tanggal 1 Februari 1967 mewakili golongan karya buruh, sekaligus menjadi satu-satunya perwakilan KESPEKRI yang pernah duduk dalam DPR. Walaupun KESPEKRI memiliki hubungan organisatoris dengan Partai Kristen Indonesia (Parkindo), tetapi Darius duduk mewakili KESPEKRI (golongan karya buruh), bukan mewakili partai politik.[3] Sebagai seorang anggota DPR-GR (dan anggota MPRS), Darius ikut serta dalam memakzulkan Presiden Sukarno pada tanggal 12 Maret 1967 dan memilih Soeharto sebagai presiden.
Darius mundur dari DPR-GR pada tahun 1967 (atau 1968) karena sakit asam urat dan digantikan oleh X. S. M. Ondang dari Partai Kristen Indonesia, tetapi ia tetap memegang jabatan Ketua Umum KESPEKRI setidaknya sampai tahun 1979.[4] Pada masa ini, Darius aktif melakukan kunjungan kerja ke berbagai negara mewakili KESPEKRI. Ia juga aktif dalam organisasi Organisasi Ketenagakerjaan Internasional (ILO).[5][6] Walaupun KESPEKRI memiliki jumlah anggota yang hanya sedikit, tetapi identitasnya sebagai satu-satunya serikat buruh nasional di Indonesia yang berasaskan agama Kristen memungkinkan KESPEKRI (dan Darius sebagai ketua umumnya) untuk dilibatkan sebagai perwakilan dalam pertemuan-pertemuan perburuhan dan agama Kristen pada tingkat internasional.
Pada pemilihan presiden tahun 1978, Darius yang pada waktu itu tidak lagi menjabat sebagai anggota DPR mencalonkan dirinya sendiri sebagai Presiden Republik Indonesia. Pencalonan dirinya itu hanya dimotivasi oleh idealisme, karena menurut Darius tidaklah patut apabila ada pemilihan presiden yang hanya memiliki satu orang calon (yaitu Presiden Soeharto seorang diri).[7] Pencalonan Darius sebagai presiden tidak ditanggapi oleh MPR RI dan Soeharto kembali dipilih menjadi presiden oleh MPR dengan suara bulat.
Pandangan Politik
[sunting | sunting sumber]Sebagai seorang pemimpin buruh, Darius memiliki pandangan politik garis keras yang anti-komunis, anti-Sukarno, pro-Orde Baru, dan pro-Barat. Setelah Peristiwa 30 September dan meledaknya ketidakpuasan masyarakat Indonesia terhadap rezim Orde Lama, Darius aktif menentang Konfrontasi Indonesia–Malaysia. Menurut Darius, mahalnya biaya kebijakan konfrontasi yang dilancarkan Sukarno terhadap Malaysia telah menyebabkan "kemiskinan dan bencana ekonomi" bagi negara Indonesia.[8]
Sikap antikomunis Darius membuatnya menyerukan pemerintah Indonesia dalam masa pemerintahan Orde Baru untuk memutus hubungan bilateral dengan negara-negara komunis dan membangun hubungan baik dengan negara-negara yang tergabung dalam blok pro-Amerika. Sebagai seorang anggota DPR-GR, pada tahun 1967 Darius melaksanakan kunjungan kerja ke Vietnam Selatan dan Amerika Serikat di mana ia menyerukan pemerintah Indonesia untuk memutus hubungan bilateral dengan Vietnam Utara dan membangun hubungan bilateral dengan Vietnam Selatan.[9]
Dalam jabatannya sebagai Ketua Umum KESPEKRI, Darius menentang penggabungan KESPEKRI sebagai organisasi sayap (underbouw) dari Parkindo. Ia berpendapat bahwa hubungan yang bawahan-atasan antara serikat buruh dengan partai politik dapat menghambat kinerja serikat buruh dalam memperjuangkan kesejahteraan pekerja. Selama hidupnya, ia memperjuangkan bersatunya semua serikat buruh di Indonesia menjadi satu konfederasi yang tidak terlibat dalam sistem partai politik. Visi ini terwujud pada tahun 1972 dengan didirikannya Majelis Permusyawaratan Buruh Indonesia (MPBI), yang di kemudian hari berubah nama menjadi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).[10]
Akhir hayat
[sunting | sunting sumber]Darius wafat pada tanggal 11 Desember 1979.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ MRA Information Service (dalam bahasa Inggris). 1959. hlm. 2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ N.Y.), Indonesia Consulate General (New York (1966). News and Views (dalam bahasa Inggris). Consulate General of the Republic of Indonesia.
- ↑ DPR RI (1972). Seperempat Abad DPR RI (PDF). Jakarta: DPR RI. hlm. 662. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Coldrick, A. P.; Jones, Philip (1979). The International Directory of the Trade Union Movement (dalam bahasa Inggris). Macmillan. ISBN 978-0-333-21250-9.
- ↑ Office, International Labour (1971). Minutes of the Governing Body (dalam bahasa Inggris).
- ↑ Record of Proceedings -International Labour Conference (dalam bahasa Inggris). International Labour Office. 1970.
- ↑ Daily Report: Asia & Pacific (dalam bahasa Inggris). The Service. 1978-03-09. hlm. 7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Weinstein, Franklin B. (2009). Indonesia Abandons Confrontation: An Inquiry Into the Functions of Indonesian Foreign Policy (dalam bahasa Inggris). Equinox Publishing. ISBN 978-602-8397-45-2.
- ↑ Congress, United States (1967). Congressional Record: Proceedings and Debates of the ... Congress (dalam bahasa Inggris). U.S. Government Printing Office.
- ↑ Haynes, Elliott (1967). Elliot Haynes' Indonesian Diary (PDF). hlm. 45. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)



