Daftar pustaka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Daftar Pustaka adalah tulisan yang tersusun di akhir sebuah karya ilmiah yang berisi nama penulis, judul tulisan, penerbit, identitas penerbit dan tahun terbit sebagai sumber atau rujukan seorang penulis. Daftar Pustaka ada pada semua jenis karya tulis ilmiah seperti buku, skripsi, makalah, artikel dan sebagainya.

Sejarah dan Istilah lain[sunting | sunting sumber]

Banyak pendapat terkait sejarah dimulainya penulisan daftar pustaka. Namun sumber yang didapatakan dan terpercaya yang biasa digunakan adalah Vancouver dan Harvard. Istilah atau sebutan lain dari daftar pustaka adalah sumber pustaka,rujukan, referensi, kutipan, catatan kaki, pranala dan istilah serupa yang membutuhkan daftar pustaka atau biasa disebut sinonim atau padanan kata. Tergantung selera penulis karena biasanya bentuk atau jenis tulisan itu beragam.

Tujuan dan Manfaat[sunting | sunting sumber]

Penulisan Daftar Pustaka memiliki tujuan dan manfaat yang sangat banyak diantaranya

  • Ciri khas Karya Tulis Ilmiah.
  • Rujukan, Kajian atau Sumber Ilmu Pengetahuan terkait.
  • Memberikan Kepuasan Batin untuk Penulis, Penerbit dan Sebagainya.
  • Mengetahui kota atau tempat terbit.
  • Membangun Kepercayaan Pembaca.
  • Membantu Pembaca mencari bahan bacaan atau ilmu pengetahun terkait isi karya tulis.

Cara Penulisan[sunting | sunting sumber]

Penulisan Daftar Pustaka memiliki cara yang baku tetapi tidak mengikat, karena setiap sumber atau karya tulis yang digunakan biasanya beragam. Aturan yang biasanya digunakan sebagai berikut

  • 1. Disusun berdasarkan urutan abjad berturut-turut dari atas ke bawah,
  • 2. Susunannya tidak menggunakan urutan angka dan huruf
  • 3. Jarak penyusunan antara sumber yang satu dengan yang lain biasanya menggunakan jarak spasi

Aturan Penulisan[sunting | sunting sumber]

  • Nama Penulis terbalik dan dipisahkan dengan tanda baca. Contoh: Emzet Ginaya al-Kautsar (nama asli) ditulis menjadi Al-Kautsar, Emzet Ginaya.
  • Judul Tulisan, bisa dari buku, artikel dan sebagainya. Contoh: Daftar Pustaka Sebagai Penghargaan Batin untuk Penulis.
  • Kota atau lokasi terbit, biasanya nama ibukota saja, bisa juga dengan Kabupaten. Contoh: Selong, Lombok Timur.
  • Tahun penulisan. Contoh: 1988.
  • Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama pengarangnya, maka sumber ditulis dari buku yang lebih dahulu terbit, dan dilanjutkan dibawah atau dipisah dengan spasi.