Da Xue

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jangan gunakan templat {{kembangkan}}!
Gunakan {{subst:kembang}}.

Templat {{kembangkan}} hanya boleh digunakan untuk artikel-artikel yang dibuat sebelum tahun 2007.

Ch'eng Zi berkata: Da Xue adalah sebuah buku yang disebarakan oleh murid-murid Confucius. Buku ini merupakan pintu gerbang pengembangan kebajikan bagi para pemula . Karena dengan buku ini kita dapat memahami langkah-langkah yang diambil orang zaman dahulu dalam mendapatkan ilmu, buku ini lebih dalam artinya dari Analektika dan Mancius. Para murid mendalami pengetahuannya melalui buku ini, sehingga mereka dapat menghindari perbuatan yang salah.

Pelajaran agung dapat dipetik jika seseorang mewujudkan dan memperlihatkan secara nyata kebajikan alami yang dianugerahkan Dewa. Jadi seseorang mungkin dapat diperbaruhi dan dibawa kembali kemurnian aslinya dan pelajaran itu tak akan berhenti sampai mencapai kesempurnaan.

Jika kebajikan yang sempurna diwujudkan dan diperlihatkan, maka keinginan dapat diarahkan untuk mencapainya. Jika keinginan sudah diarahkan, maka hati tenang. Jika hati tenang, maka orang itu hidup tenang . Jika hidupnya tenang, maka ia mampu mempertimbangkan dan memutuskan semua persoalan. Jika seseorang sudah mampu mempertimbangkan dan memutuskan semua persoalan, maka ia sudah mencapai tujuannya . Suatu tahapan yang di inginkan dari kebajikan yang sempurna.

Semua benda mempunyai akar dan cabang. Keadaan manusia memiliki awal dan akhir. Mengetahui apa yang tiba lebih dahulu dan apa yang datang kemudian berarti sudah mendekati asas pelajaran agung.

Nenek moyang kita yang ingin mewujudkan dan menyebarkan kebajikan ke seluruh kerajaan, pertama-tama mencoba degan baik kerajaan kecil mereka sendiri. Jika ingin dapat memerintah kerajaan kecilnya dengan baik, maka pertama-tama mereka harus mampu mengatur keluarganya . Jika ingin dapat mengatur keluarganya, pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengembangkan dan mendisiplinkan diri sendiri.

Jika ingin dapat mengembangkan dan mendisiplinkan diri sendiri, maka mereka harus lebih dahulu meluruskan hati sendiri. Jika ingin dapat meluruskan hati, maka mereka harus berusaha mempunyai tujuan dan pikiran tulus. Jika ingin dapat mempunyai tujuan dan pikiran yang tulus, maka mereka harus menyempurnakan ilmunya. Jika ingin dapat menyempurnakan ilmunya, maka mereka harus mempelajari sifat semua benda .

Dengan mempelajari segala sesuatu,maka pengetahuan akan sempurna . Jika pengetahuan sempurna, maka pikiran akan menjadi lurus . Jika pikiran lurus, maka hati pun akan tulus. Dengan hati tulus dan pikiran lurus, diri sendiri akan berkembang dan menjadi di siplin. Jika diri sendiri disiplin,maka keluarga dapat diatur dengan benar. Jika keluarga sudah di atur dengan benar, maka kerajaan kecil dapat diperintah dengan baik. Jika kerajaan kecil di perintah dengan baik, maka seluruh kerajaan akan menikmati kedamaian dan keseimbangan.

Dari putra dewa sampai rakyat, pengembangan dan disiplin diri harus merupakan dasar dari segalanya. Jika individu tidak disiplin dan kacau bagaimana hasil yang baik dapat di capai suatu negara ? Mengabaikan masalah yang penting dan memperhatikan yang tak penting itu tak masuk akal .